Kamis, 18 Juni 2015

June 18th: Lime



Topic: 3 lessons I want my children to learn from me someday…


L I M E


Lime is a playful yet exuberant color to paint with. 


Satu lagi topik yang agak sulit untuk saya karena saya belum menikah, hihihi...
Saya pilih lime karena warna ini menyimbolkan jeruk lime yang asam namun sebenarnya dapat memberikan rasa yang enak dan segar jika diolah dengan baik.
Hmm... meskipun belum memiliki sendiri, tapi saya tahu apa yang ingin saya tanamkan pada anak-anak saya nanti. Ini dia:


To derive reasons from every single thing.
Saya ingin menanamkan pada mereka bahwa setiap hal di muka bumi ini terhubung pada pada sebab dan alasan. Oleh karena itulah, saya ingin mereka menjadi orang-orang yang bisa menemukan alasan dari setiap hal dan kejadian yang akan mereka alami selama hidup.



To look closely before judging.
Saya ingin menanamkan pada mereka untuk tidak melakukan judging terhadap orang ataupun segala sesuatu di muka bumi. Poin yang ini erat sekali hubungannya dengan poin diatas dan dengan memiliki kedua poin ini saya berharap mereka kedepan bisa menjadi lebih bijak daripada saya.

 

To stay positive through the good and the bad.
Karena hidup ini banyak rasa, tak jarang hal akan berjalan dengan cara yang berbeda dari yang mereka harapkan. Tentu saja saya akan selalu mendoakan agar mereka selalu dikaruniai kemudahan dalam setiap langkah mereka, namun mempersiapkan pola pikir sejak dini saya pikir bukan hal yang salah juga kan?


Ibu saya pernah bilang, seorang anak dilahirkan memang ibarat kertas putih yang menunggu untuk diberikan goresan warna. Beliau selalu bilang bahwa pada suatu titik tertentu, orang tua harus tega membiarkan anaknya 'keluar' dari zona nyaman mereka dan bertemu dengan dunia luar.

Beliau mengatakan bahwa tak ada goresan yang paling bisa membentuk kepribadian selain goresan dari orang tua. Goresan itu akan disempurnakan oleh dunia luar, dan hal tersebut menjadi alasan adanya sifat-sifat anak yang berbeda dari orang tuanya.

Ibu saya pernah mengatakan bahwa saya yang dulu (anggaplah 10 tahun yang lalu) adalah seorang yang amat sangat berbeda. Beliau menyaksikan periode saya saat berada di puncak atas dan pucuk bawah. Hal yang selalu beliau tanamkan pada saya adalah ketiga nilai diatas, jadi jika ada orang yang paling memberikan pengaruh besar dalam perkembangan kepribadian, maka ialah ibu saya :)
 

10 komentar:

  1. ehh hari ini ceria bgt warnanya#salah fokus :D
    sepakat dg yg dipetuahin Ibu, Ibu mmng pondasi pertama pendidikan anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah yg kemarin2 agak suram ya, hahaha XD
      Ibu memang hebat, yg pada calon ibu juga hebat :D

      Hapus
  2. Kemarin hijau terang seterang hatiku #eaaa, kira2 hari ini warna apa ya :D
    3 poin tersebut semoga menjadi pondasi kuat mengarungi bahtera kehidupan, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiinn amiiiinnn...
      Eh sy juga lupa hari ini warna apa ya? Hmm...

      Hapus
  3. Lime...salah satu warna favorit dan minuman favorit
    #ehh
    Maaf. Suka hilang kendali kalo ketemu beginian
    Rasanya seger2 gimana gitu
    #plak
    Ok fokus.
    Karena hidup ini banyak rasa
    #telanludah
    Ehhh malah makin menjadi jadi

    Semoga ketiga nilai tsb dapat membangun karakter anak menjadi lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm.. sambil puasa mbayangin ginian kayaknya ndak seru ya :p

      Hapus
  4. Waah, jeruk nipis perees. minuman kalo bangun pagi-pagi *loh!?
    to stay positive through the good and the bad..being a mother is a great task.
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. *tambah ngiler bacanya nih*

      semangat ya para calon ibu :D

      Hapus
  5. Itu yang point nomor dua jangan buat anak aja donk....
    Kayak nya bagusan diajarkan pada seluruh umat di dunia deh... #Cielabahasannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awaw, buat saya juga masi belajaran itu :D

      Hapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p