Selasa, 17 Desember 2013

Year End Story of Me

Dua ribu tiga belas ini….

LUCU.

Dalam artian harfiah! 
#ngakak

Seperti halnya tahun yang lalu, tahun 2013 ini dibumbui dengan kencur, kunir dan jahe, yang artinya manis asem pedes.
Tinggal tambah garam jadilah asin sekalian.
Oh ya, dan sepertinya kencur itu ndak manis :p


Kalau diminta dari sebelah mana saya harus bercerita, maka saya sebaiknya mulai dari bercerita perubahan yang terjadi pada saya selama tahun 2013 ini jika dibandingkan dengan 2012:
  • Jarang sekali ngeblog, alasannya adalah tugas yang menggerumbul seperti semut nggerumbuli gula sehingga sebagian besar ide cuma menjadi transient flora. Yah, bener juga, saya gulanya. Manis… #eh... Karena alasan ini pulalah maka ‘kaleidoskop’ ini sudah muncul di tanggal sekian, selak ngglutek ngubengi kerjaan :p
  • Berkurangnya sebagian besar leisure time menjadi working time. Secara, kuliah (alhamdulillaah) sudah selesai, maka tidak ada alasan mangkir dari kerjaan.
  • Kehilangan beberapa sahabat yang tahun kemarin sangat dekat sekali, karena nyaris tidak punya waktu untuk main sama-sama lagi. Kemudian tertawa miris menonton Devil Wears Prada dimana terdapat satu frasa ‘kabari aku kalau hidup pribadimu berantakan karena itu artinya kau berhak dipromosikan’ #jleb
  • Menyadari bahwa orang yang kita benar-benar kita percayai bisa berbalik menjadi duri dibalik lidah. Padahal saya sudah sikat gigi.
  • Menjadi jauh lebih tidak mudah galau soal ‘calon’ soalnya sudah punya ‘definisi lengkap’ soal calon-calon dimuka bumi ini. Calon apa? Yah, silakan isi sendiri deh, bisa calon legislatif, bisa calon presiden, bisa calon walikota, bisa hair and calon, dan sebagainya :p



Nah kemudian apa persamaan tahun 2013 ini dengan tahun 2012 kemarin?
  • Masih sering galau kalau pasien datang ke praktekan dan bertanya harus bayar berapa. Lebih tertarik untuk tidak menentukan tarif sendiri. Any suggestion?
  • Masih sering lebih suka tinggal di rumah daripada berangkat ke tempat praktek malam harinya. Alasannya sudah kepingin tumbang setelah ngglutek di kampus dan atau rumah sakit dari sekitar jam setengah 8 sampai minimal jam dua atau tiga sore. Ngapain aja saya disana? Ya, itu… mencari sesuap berlian…
  • Sama seperti tahun kemarin, saya masih dosen biasa, belum jadi profesor. Mohon tidak protes karena setahu saya setiap orang berhak bermimpi setinggi-tingginya *kalem*
  • Masih dalam tahap nabung buat beli rumah sendiri. Semoga segera terealisasikan, amiiiinnn…. Yah, daripada bagus-bagusan gadget mending cari rumah dong, buat tempat tinggal sendiri dan investasi. Dan lagian… umur segini masih nguber gadget? :p
  • Hingga saya menulis ini, ternyata belum ketemu jodoh, hahahaha :D. Kemudian sempat diprotes temen soalnya terkesan menggampangkan soal jodoh. Sebenarnya bukan menggampangkan sih, tapi membagi porsi pikiran supaya muat dimasuki banyak hal lain yang juga perlu dipikirkan :)



Progress baik yang sudah saya capai saat ini dibandingkan tahun 2013 adalah:
  • Skill nyopir sudah jauh lebih bagus daripada dulu. Soalnya sekarang lebih khawatir mbeseti libom daripada dulu.
  • Belajar menghadapi berbagai macam orang yang mungkin tak seperti harapan kita. Yah, sebel-sebelnya mungkin masih ada, tapi sudah jauh lebih berkurang daripada yang dulu.
  • Lolos tiga modul IC3! Horeeee :D



Hal paling menyenangkan yang saya dapatkan tahun 2013 ini adalah:
  • Mendapat predikat Cumlaude untuk kuliah magister. Kalau saya pribadi sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan soal predikat, tapi saya tahu orang tua saya berharap banyak pada saya soal predikat itu. Dulu waktu S1, indeks prestasi saya 3.50, sedangkan predikat Cumlaude untuk S1 minimal 3.51. Yah, begitulah rasa anehnya :p



Hal paling terkenang yang saya dapatkan di tahun 2013 ini adalah:
SEMINAR HASIL PENELITIAN S2. Hahahahahaha XD. BOLD MERAH!
Sudah macam sinetron saja waktu itu XD. Seumur-umur, baru pertama kali itu saya menjalani ujian yang nyaris tidak bisa menjawab sama sekali dan berada pada posisi bahwa apapun penjelasan saya akan tetap disalahkan oleh penguji ‘yang itu’.
Tapi Allah memang Maha Memberi, Allah memberi saya kesempatan untuk tetap mendapatkan apa yang sudah digariskan untuk saya.
Saya menjadikan seminar hasil versi horror itu sebagai cerminan, bahwa tak ada mahasiswa yang ingin berada pada posisi saya saat itu. Maka saya, sebagai seorang dosen, juga takkan pernah boleh menaruh mahasiswa pada posisi tersebut. Meskipun saya sebenarnya heran juga, apa sih nikmatnya ‘membantai dan memutilasi’ mahasiswa? Bahagiakah dia? Hanya Allah yang tahu…
Semoga saya segera jadi profesor. Amiiiiinnn…. (doa ini bisa berhubungan dengan insiden tersebut dan bisa juga tidak, tergantung dari sisi mana melihatnya :p)
Ah ya, dan tesis saya tentang tipes. Kemudian tidak sampai seminggu setelah seminar hasil itu, saya tumbang karena tipes sampai tidak masuk kerja hampir seminggu. Hahahahaha XD


Hadiah terindah dari Allah tahun 2013 ini adalah:
Kesehatan yang alhamdulillaah masih melekat pada saya, ayah dan ibu saya serta adik saya. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan rasa syukur saya tentang hal ini. Saya yakin semua orang pasti sudah mengerti :)


Pelajaran terbaik yang saya dapatkan di tahun 2013 yang tidak saya dapat di tahun 2012 adalah:
Semua orang memiliki kepentingannya masing-masing dan gesekan antar kepentingan akan muncul dengan sendirinya saat berbagai macam individu membentuk sebuah populasi. Persamaan habitat dari individu yang berbeda bisa memunculkan sifat saling menjatuhkan. Tak jarang, individu yang sudah punya habitat sendiri akan nempil habitat tetangganya, semata-mata untuk merasa aman, semata-mata untuk eksis.
Namun pada akhirnya, kita tak bisa jadi individu yang bukan kita, seperti Matahari takkan pernah jadi Sirius atau Aldebaran. Setiap orang akan bersinar dengan sinarnya sendiri-sendiri, dan saat orang lain memadamkan sinarmu, maka anggap saja dia sudah dekat dengan Black Hole makanya butuh cahaya (silakan interpretasi sendiri apa maksudnya) :p
Saat kau dipadamkan, maka bersinarlah lagi. Gampang kan?


Quote favorit tahun 2013:
“… karena pada akhirnya, Tuhan-lah yang menilai, bukan manusia,” kata kakek saya.


Harapan saya untuk tahun 2014 nanti adalah:
  • Ketemu jodoh. Bukan galau, cuma merasa sudah waktunya ketemu. Amiiiinn…
  • Bisa beli rumah. Syukur-syukur kalau bisa beli kontan atau mendekati kontan :p.
  • Bisa sekolah lagi. Syukur-syukur kalau bisa S3, kalau ndak bisa ya spesialis atau fellowship. Wajib cari beasiswa nih…
  • Ke tanah suci. Syukur-syukur kalau ada rejeki bisa naik haji. Kalau ndak bisa ya umroh dulu ndakpapa deh, yang penting kesana :)
  • Naik pangkat! Hehehehe :D. Harus kesampaian sebelum berangkat sekolah lagi.
  • Memperbarui blog ini, ingin saya ganti namanya menjadi 'THE SECOND QUEST', karena semakin tahun ini mendekati akhir, semakin saya sadar bahwa menjalani hidup ini mirip seperti menyelesaikan quest demi quest yang saya dapatkan saat main mmorpg.




Yah, sepertinya itulah yang menjadi rangkuman saya tahun ini. Tahun ini tidak se-chitato tahun 2012, malah banyak flat (dan dikomentari ortu soal ke-flat-an saya yang agak berlebihan), semacam euphoria karena sudah melalui 2012 :p
But that's that

Selamat tinggal 2013, ku akan melangkah menuju tahun depan yang lebih baik tanpa melupakanmu :D

3 komentar:

  1. Salam kenal, s2 biomedik dmna mba klo boleh tau? :(

    BalasHapus
  2. salam kenal juga,
    S2 Biomediknya di Univ. Brawijaya Malang :)

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p