Just don't give up.
Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Juni 2016
Rabu, 25 Mei 2016
A Treasure, Lightyears Away
There are people in this world whom you treasure so much because of their ability to understand you, regardless how many lightyears are spent with you not seeing each other.
Rabu, 21 Januari 2015
Ten Years with You
How come, just how come we’re still able to do all the same silly things like when we’re ten years younger?
So this is a tribute for you, let’s count it as anniversary for knowing each other for ten years.
Banzaai!
---
Ten years,
you know, ten years.
We’ve been
fooling around for ten years!
Can you
mention again how old we are right now? LOL
Something has
been bugging my mind since the last time we met and laughed equally hard while
watching a drama of father and son partnership, then drooling over a samurai
movie.
Yes yes, you’re
drooling, I was not.
(then a blade
is flying together with a frying pan)
Senin, 14 Juli 2014
signed, bluefeather, a tribute to Nano's Hysteria
do not judge a song by it's cover. hear it out and then you're allowed to give a comment. this is a song of Nano, titled Hysteria.
lyric of this song consists of chain of truthful words. it tells us about dealing with things we could not accept earlier. this first video link leads you to the acoustic version of the song, meanwhile the second one leads you to the original version.
i like them both and listen to them alternately.
oh, and this lyric below is just the creation i made during my stressed-out day.
signed, bluefeather.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
P.S. for one of my best friends who gave me this song, thanks, it means a lot :)
P.S. bluefeather? oh, it is my name in a world. that cute girl on the picture is her portrait :p
Kamis, 01 Mei 2014
Quest 15: Right and Wrong Answer, Co-exist in Every Decision
Here goes, my favorite screencapture from my favorite Patrick:
From Malang, April 2nd, 2014.
...and, that is so true,
thanks Pat, I hope you will not kill me because I put your original name and photo :p
Minggu, 05 Januari 2014
Friendship Frenzy
Quest 5: A friend is someone to be extremely crazy with, no matter how sane you are
Tersebutlah
pada suatu masa, Sandy dan Patrick sedang terhubung via Whats*pp di malam yang
muram. Sandy sedang muram ditimpuki kerjaan awal tahun, dan Patrick sedang
muram karena bersahabat dengan (maaf) toilet.
Inilah
percakapan mereka di malam hari itu, Patrick sebagai (P) dan Sandy sebagai (S):
P : San…. konsul…. obat anti
spasmodic, yg isinya papaverine ekstrak iku opo?
S : spasm*nal?
P : spasm*nal? spasm*nal iku… sing
bungkuse warna merah ta San?
S : sing bungkuse enek tulisane spasm*nal
lah Pat
P : bukan itu maksude San…
S : peace pat, peeeaaacceeee….
Puuuuiiiisssss….
P : maksudnya… pada jaman dahulu kala…
kira-kira tahun sebelum masehi…
dimana Pat pernah kena yang namanya diare…. Pat minum obat
yang bungkusnya warna merah, terus ada tulisan papaverine ekstrak…
Soale wes suwiiiii aku gak kena diare, makane
dimana Pat pernah kena yang namanya diare…. Pat minum obat
yang bungkusnya warna merah, terus ada tulisan papaverine ekstrak…
Soale wes suwiiiii aku gak kena diare, makane
lupa nama obatnya…
S : jadi yang diminum bungkusnya?
#polos
P : #swt, bukan lah…. Straplesnya…
S : oooohhhh… pasti sembuhnya itu Pat…
iya tho? #gembira
P : iya sembuh diarenya, tapi jadi
corpus alienum
S : berapa aliena Pat? Biasane nek
ujian BI disuruh minimal 5 aliena…
P : iku dudu aliena…
S : oh… lha terus alien dari planet
mana?
P : planet sailormoon…. San! Kuwi
bukan aliena, tapi alinea! Hadew, kok bisa
dirimu lulus unas bahasa Indonesia? #swt
dirimu lulus unas bahasa Indonesia? #swt
S : ahahahahahaha chat kita malem ini
kumasukin blog…. Seneng aku ada yang
bisa diajak menggila malem-malem pas aku sutris begini, mwahahahaha
bisa diajak menggila malem-malem pas aku sutris begini, mwahahahaha
P : ………
S : btw, jadi kau diare? Habis makan
staples? (merasa disawat mejo)
belakangan ini adekku bilang aku juga makin geje… #swt
belakangan ini adekku bilang aku juga makin geje… #swt
P : kesimpulannya… diare et causa
straples papaverine ekstrak..
S : biar sembuh minum bungkusnya… lalu
coba kirim kapsulnya disertai kesan-kesan
anda sebanyak dua aliena dan kirimkan untuk mendapat tiket gratis ke planet
yang anda tuju
anda sebanyak dua aliena dan kirimkan untuk mendapat tiket gratis ke planet
yang anda tuju
P : akan lebih efektif jika bungkusnya
dijadikan puyer racikan dengan straplesnya
trus dijadikan kapsul
trus dijadikan kapsul
S : lebih bagus lagi kalo apotekernya
tersertifikasi sebagai sailor.
P : siapa tau anda beruntung mendapatkan
tiket wisata ke mars bersama CJ-7. Bip-
bip-bip-bip… kungfu fighting!
bip-bip-bip… kungfu fighting!
S : Sailormoon….. Sailormars…...
Sailorti… roti sailorti…
P : roti yang bisa dikonsumsi hanya
ketika berlayar soale butuh sail..
S : oh jadi prosedur terbaik pas minum
obat adalah sambil kungfu? Awas kapale
malik malah kecemplung….
malik malah kecemplung….
P : yo ora popo ta, kan kungfu panda
fighting… lemu…
S : Iyo yo membantu menelan kapsulnya,
jadi pas masuk air harus sambil mangap
P : jadi kampul-kampul di laut
S : kampul-kampul jare, hwakakakakak XD
P : iyo kan?! Kan melembung dadi
kampul-kampul
S : sudah lama ya kita gak
kampul-kampul bareng Squid sm Spongie,
peloporilah Pat…
peloporilah Pat…
P : iku kumpul-kumpul… makane ta ojo
sinau Bahasa Jepang ae… pelajari S-P-O-K.
S : iku kau nabok kah? Spok!
P : ojo dadi P-O-P-O-K-S. Spoks.
Spoks. Spoks.
S : Lho nek gak popok bunyinya gubrak
bukan ‘Spok!’. Nek ngguyu ojo sambil guling
guling ngono a… nggarai glundung…
P : ……..
S : jadi kau diare? Apa isinya?
P : emas…. Intan….. permata….. sama
berlian…. …. … …. …. Ya aer lah San….
S : oh… biasane kan isi diare iku
tentang pengalaman sehari-hari Pat…. Misal hari ini aku
nabok siapa, popok
siapa yang kulempar, dll
P : ^^%$^%#T%*(&^^%!!!
(dan makin
kebawah makin gila saja jadi tidak usah dilanjutkan ngetik disini ya… #tobat)
Quest Reward:
Kalimat judul
quest diatas memang top abiss. Saat stress melanda, kehidupan serasa ruwet dan
penuh kewajiban, kehadiran sahabat yang bisa diajak menggila adalah oase di
tengah gurun pasir…. #halah. Memang itulah ajaibnya sahabat, tak perlu selalu
ketemu untuk bisa kembali menggila sama-sama :p
Sandy dan
Patrick ini adalah dua sahabat yang tidak pernah ketemu. Pada zaman bahuela
saat Whats*pp belum menjamur, mereka berdua anteng-anteng saja tidak
berkomunikasi berbulan-bulan lamanya. Ajaibnya mereka berdua tetap bisa
menggila dengan intensitas yang makin hebat setiap kali mereka bertemu.
Aneh memang.
Tapi sahabat yang aneh biasanya lebih worthy
daripada sahabat yang anteng, terutama untuk orang yang… ehem… aneh… seperti
saya…
#eh
Senin, 22 Juli 2013
Juli 2011 - Juli 2013
“Sejuta cerita,” adalah satu-satunya kalimat yang bisa menggambarkan apa
yang terjadi dalam rentang waktu itu,
Sekian banyak tawa, sekian banyak kekecewaan, sekian banyak pertemuan
dan sekian banyak perpisahan, semua terangkum dalam dua tahun penuh warna
selama saya kuliah magister,
What the? Saya kuliah magister bukan untuk cari masalah
tapi…
Tapi kenyataannya memang banyak permasalahan yang muncul, dan bukan
hanya sekedar banyak,
Banyak sekali, ehehehe XD
Dua tahun sekolah magister, saya disuguhi sekian banyak macam manusia
yang bahkan lebih variatif dibanding dua puluh tiga tahun saya hidup,
Tanpa saya sadari, justru yang banyak saya pelajari bukannya masalah
materi perkuliahan (karena perkuliahan saya amat sangat membahagiakan, hohoho),
tapi bagaimana terus hidup dan terus tersenyum apapun yang terjadi,
Kenapa?
Karena permasalahan akan terus muncul, terus dan terus, dan selama kita masih bernapas maka masalah itu akan selalu ada,
Karena permasalahan akan terus muncul, terus dan terus, dan selama kita masih bernapas maka masalah itu akan selalu ada,
Tinggal bagaimana saya menghadapinya :)
Bisa dibilang, selama tahun 2012, saya seperti kitiran, muter sana-muter
sini, mencari tempat dimana saya harus berpijak, mencari rasa aman dan rasa
terlindungi, menjauhkan diri dari rasa khawatir dan takut kehilangan,
Uniknya, selepas tahun 2012 saya menemukan bahwa saya sudah berpijak di
tempat saya ingin berada, dan saya sadar bahwa tak ada yang lebih bisa membuat saya merasa aman dan
terlindungi, selain diri saya sendiri,
Well, to tell you the truth, ada harga yang luar biasa mahal yang harus
saya bayar demi melewati 2012,
Harga yang tak semua orang tahu karena saya selalu ketawa ketiwi ngalor
ngidul, ahahaha XD
Jangan ditanya, karena bakal butuh SATU BLOG SENDIRI buat menjelaskan
apa yang terjadi sejak 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2012 *halah, lebay*
Nope, seriously, kalau ditanya kapan saat-saat tersulit dalam dua
puluh lima tahun hidup saya, itu adalah sepanjang tahun 2012 :’)
Heran juga kok saya masih hidup setelah sempet jadi butiran debu *heh*
Dan ternyata saya masih punya LIVER lho sodara-sodara, hehehehehe XD
Setelah 2012 yang penuh konflik, saya menemukan diri saya menjadi
beberapa tingkat lebih dewasa dibandingkan tahun 2011,
Dan saya pun sadar, mungkin karena saya yang tahun 2011 ‘masih seperti
itu’-lah, sehingga saya pun dipisahkan Tuhan dari salah satu mimpi terindah
yang pernah saya punya,
Dengan cara yang mengenaskan pula, ahahaha XD
Etapi toh sekarang saya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala :p
2013, saya akhirnya sadar kenapa saya mengalami segala macam hal di 2012,
kenapa saya dihadapkan pada sekian banyak orang yang bermacam-macam, kenapa
saya diharuskan melalui fase-fase yang saya sama sekali tidak suka,
Itu semua karena hidup saya baru saja akan dimulai,
The real one, on my
own,
Dua tahun yang lalu, saya ingat pernah bertanya pada saudara saya,
“Gimana caramu terus tersenyum?”
Dan dia menjawab agak kebingungan, “Itu… lirik lagu?”
*ngakak*
Yah, sekarang kalau saya lihat kembali sih… iya sih ya… itu kalimat kok
berasa kayak lirik lagu ya? *ngakak*
Dulu saya selalu berpikir bahwa orang lain-lah yang merubah saya,
Dan memang, ada beberapa orang dalam kehidupan saya yang memiliki andil
besar dalam pembentukan kepribadian saya yang terus berubah sejak saya masuk
kepala dua,
Seumur hidup, saya berhutang budi pada mereka, karena seandainya tidak
ada mereka, tidak akan ada saya yang sekarang ini,
Hanya saja,
Ternyata sebesar apapun, tetap kita sendirilah yang membuat perubahan
terbesar, tentang bagaimana kita memutuskan untuk menanggapi kehidupan dan
segala macam bebatuan yang kita temukan di perjalanan kita menuju akhir…
Dua puluh lima tahun, akhirnya saya sampai di titik ini, sebuah poin dimana
saya sadar bahwa hidup ini indah, bukan
karena semata-mata takdir, tapi karena kita yang memilih untuk membuatnya indah
:)
Oh well… where is my sense of
emergency anyway? I kinda lose it for good…
#np Shooting Star, Owl City
Minggu, 23 Juni 2013
If We Never Lose Anything, Our Hands Will Always Too Full to Receive Better Things.
Tak bermaksud curhat,
Postingan singkat ini hanya untuk mengajak yang membaca untuk sedikit menengok kembali dalam
kehidupannya masing-masing…
Ada berapa banyak hal yang harus dikorbankan untuk menjadi diri kita
yang sekarang?
Berapa banyak hal yang mengecewakan?
Berapa banyak hal yang hilang?
Berapa banyak hal yang berhasil kita lupakan?
Ternyata memang tidak mungkin memiliki segala hal dalam hidup yang entah
kapan berakhir ini,
Selalu ada jumlah maksimal tentang berapa banyak hal yang bisa kita ‘punya’,
yang kalau kita mau melihat, sebenarnya jumlah tersebut adalah sama pada semua orang,
Tidak ada yang sangat beruntung dan tidak ada yang tidak beruntung.
Semua orang adalah beruntung.
Selalu ada alasan untuk bersyukur atas apa yang kita punya, dan apa yang tak lagi kita punya.
Selalu ada alasan untuk bersyukur atas apa yang kita punya, dan apa yang tak lagi kita punya.
Kalau kita tak pernah kehilangan, tangan kita akan selalu terlalu penuh
untuk kebaikan lebih besar yang seharusnya kita dapatkan.
If we never lose anything, our
hands will always too full to receive better things.
You Get Something, You Lose Something
Written in three minutes, inspired by the beautiful song of ‘Cactus In
The Valley’ by Lights ft Owl City (you can find the lyric here)
Photocredit: Frostbox Blog Maggie
Rabu, 24 April 2013
you get something, you lose something
How come?
It doesn't matter how long you believe,
It doesn't matter how long you stay,
It doesn't matter how long you hold on,
Nothing is important on the judgement of the world.
We are oblivious of future,
We'll never know what may happen one second ahead,
To get something while losing something is normal,
Life is all about balance whatsoever,
But also keep in mind that it also works in reverse order,
Which means, when you lost something, you'll get something in return.

Dedicated for my friend, classmate and sister, +Hetti Rusmini :)
#np Summer Paradise
It doesn't matter how long you believe,
It doesn't matter how long you stay,
It doesn't matter how long you hold on,
Nothing is important on the judgement of the world.
We are oblivious of future,
We'll never know what may happen one second ahead,
To get something while losing something is normal,
Life is all about balance whatsoever,
But also keep in mind that it also works in reverse order,
Which means, when you lost something, you'll get something in return.

Dedicated for my friend, classmate and sister, +Hetti Rusmini :)
#np Summer Paradise
posted from Bloggeroid
Rabu, 03 April 2013
Ikatan Batin Memang Benar-Benar Ada
Saat saya menulis ini, saya mengalami malam yang penuh tawa,
Lebih tepatnya ketawa ngakak,
Menertawakan diri sendiri kalau detilnya,
Menertawakan keadaan kalau agak lengkapnya,
Tahukah kamu? Yang dinamakan ikatan batin itu ternyata memang
benar-benar ada. Tidak perlu selalu bersama sepanjang waktu, asal ada yang
namanya ketulusan untuk satu sama lain, ikatan batin itu bisa melampaui jarak
dan waktu.
![]() |
| picture from here |
Dengan siapa ikatan batin itu terbentuk? Dengan orang-orang yang dekat di hati kita, bisa keluarga, saudara,
sahabat, orang spesial? Well, ikatan
batin itu milik siapa saja kok, tidak terbatas.
Yang jelas agak lucu saat kita menyadarinya tanpa sengaja, semacam
tetiba ada event dimana mereka tetiba
terhubung dengan kita tanpa kita berharap tentang munculnya kondisi tersebut.
Hihihi…
But trust me, kondisi seperti itu akan membuat kita bersyukur
sekali,
Bersyukur karena ternyata Yang Di Atas masih menjaga mereka,
mengingatkan tentang kita pada mereka seperti kita ingat tentang mereka,
mengisi sedikit waktu mereka dengan ingatan tentang kita, dan membuktikan bahwa
ikatan itu memang benar-benar ada.
Maka dimulailah edisi kangen karena tetiba kita akan teringat betapa
indahnya waktu yang pernah kita lalui bersama mereka dan betapa inginnya kita kembali
ada diantara mereka.
Namun jika memang tak mungkin kembali bersama mereka, toh ikatan batin
itu ada, dan seterusnya akan terus dijaga oleh-Nya,
Asal kita tulus dan asal kita percaya.
Karena Dia Maha Penjaga :)
“Circle me and the needle moves
gracefully, back and forth, If my heart was a compass you’d be north.
Risk it all cause I’ll catch you
when you fall, wherever you go if my heart was a house you’d be home,”
#np If My Heart was A House -Owl
City-
(one of the most beautiful song I’ve
ever heard)
![]() |
| picture from here |
Sabtu, 29 Desember 2012
September 2012. Changing.
Sebenarnya dibandingkan gambling,
saya awalnya memilih memberi judul untuk bulan September ini sebagai changing.
Tapi kok kesannya agak kurang mewakili
apa yang mewakili, jadi pada akhirnya saya memberi judul gambling. Etapi kok lama-lama jadi enakan changing ya? er…
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-Sesuatu tentang Secretzoo-
Pagi hingga malam hari ini saya main
ke sebuah amusement park yang cukup
populer di kota saya, bersama empat orang sahabat saya,
Sahabat spesial, begitulah saya
menyebut mereka, karena walaupun saya kenal mereka sejak usia saya masih 6
tahun, kami baru akrab setelah kami semua berkepala dua,
Tapi sepertinya cuman mereka
yang punya dua kepala, soalnya saat ini saya ngaca dan kepala saya cuman satu
:p
Seperti biasa, yang namanya
orang Indonesia, jam karet itu bisa melar hingga puluhan kilometer,
Saya menunggu di rumah Ikka,
satu-satunya cewek selain saya yang bakalan ikut hari ini, sejak jam janjian
kami, yaitu jam 9 pagi,
Dan kami baru dijemput oleh
sahabat saya satu lagi, Galih, saat karet di jam saya sudah menjelang jam
setengah sebelas siang (maknyus tenan),
Kami bertiga lantas meluncur ke
rumah sahabat saya satu lagi, Adam, dan disana pulalah kami menjaring sahabat
saya yang juga bakalan ikut, Harto,
Setelah formasi lengkap, diikuti
dengan perdebatan lucu soal siapa duduk dimana, kami pun berangkat ke
Secretzoo,
Fyi, kami berempat (minus Galih)
sering berkomunikasi via whatsapp, dengan satu orang sahabat saya yang mencolot
jauh, Zeith,
Nah, berhubung saat itu kami
berempat ketemu, maka Zeith mengeluh bahwa whatsapp grup kami sepisaupi
seharian XD
Saya baru pertama kali itu ke
Secretzoo (kasian banget sih…) karena selalu kena tumbukan jaga sana jaga sini
saat teman-teman saya dolan,
Tanggal 1 September memang sudah
kami sepakati sejak lama menjadi hari dolan bersama kami, dan saya bersyukur
bahwa akhirnya saya nyampe juga ke Secretzoo,
Hal pertama yang saya katakan
pada diri saya sendiri saat kami sampai disana adalah, “thanks God, I am here with them…”
Saya memang suka stuffed animal alias boneka hewan, maka
menyaksikan diorama-diorama di Secretzoo ini memberikan rasa tersendiri bagi
saya,
Memuaskan rasa ingin tahu,
menikmati menonton hewan-hewan imut dan terutama, megang dan mengira-ngira
diorama itu terbuat dari apaan,
Childlike, eh?
Salah satu foto favorit yang
saya ambil bersama teman-teman saya adalah foto yang saya beri judul Evolusi
Darwin, dimana Harto, saya, Ikka dan Galih berjajar di samping diorama nyemot,
Muahahaha, saya masih ngakak aja
kalo liat foto itu XD
Selama di Secretzoo ini pula,
saya baru menyadari bahwa keingintahuan yang saya punya bisa lumayan
membahayakan diri saya sendiri, karena lebih dari sekali saya terpisah dari
teman-teman karena saya ndak sadar kapan mereka pergi,
Biasanya sih itu akibat saya
sibuk nonton diorama :p
Saya jadi mikir, kalau sekarang
sih, misalkan saya kepisah dari temen-temen, gampang, tinggal telpun aja bisa
lah ketemu, lha kalau misalkan ini masih era 10 tahun yang lalu gimana ya?
Misalkan ini era saya masih SD,
wow tambah ngeri aja itu f(-__-“)
Yang seru adalah saat kami naik
wahana disana,
Sempat heran juga, karena
ternyata saya dikira bocah feminin yang tidak berani naik begituan, bzzzztttt
f(-__-“)
Beruntung saya pas berangkat
tadi memutuskan buat pakai softlens karena wahananya muter muter horizontal dan
vertikal,
Saya juga beruntung tadi paginya
ndak makan terlalu banyak jadinya perut saya ndak berdisko ria :p
Hal unik yang terjadi selama
saya di Secretzoo adalah saya ditelpun sama pasien, hehehe…
Beliaunya konsul pada saya
selama beberapa kali yang kalau dijumlahkan mungkin bisa total satu setengah
jam,
Well, hal ini membuat saya sadar bahwa everywhere I go, I have to be ready for anyone who needs my help,
yah resiko berkecimpung di pekerjaan GP, jadi harus dinikmati,
Yang paling prominen adalah saat
kami masuk ke Haunted House,
Saya sempet pingin ngerujak
seseorang gara-gara itu,
Dan ketahuan deh kalo saya
paling prone sama hal-hal begituan, to the max,
Sejujurnya, sepertinya ada
sesuatu yang berubah setelah saya keluar dari Haunted House, tapi… …
Terlucu yang kami lakukan selama
di Secretzoo adalah kami memasuki Ruang Cermin (atau apa ya? kayaknya sih
namanya gitu, lha isinya cermin-cermin semua),
Di dalam sebuah ruangan disitu,
ada lantai yang menjadi proyektor dari kamera yang digantung di atap dan
menampilkan semacam game interaktif macam Smack
A Thief, tapi pencurinya harus diinjak,
Dan disitulah kami berlima, lima orang berusia 24-25 tahun
berloncatan cemolot cemolot kesana kemari buat menginjak si pencuri,
*mengingat… terus ketawa ngakak
sendiri*
Yah, namanya juga temen SD, kalo
ketemu ya jadi kayak anak SD deh XD
Kami melanjutkan perjalanan kami
sampai jam menunjukkan sekitar pukul empat sore,
Setelah sholat dan makan (of course, we need some) kami pulang ke Malang, tapi dihadang macet yang innalillahi sepanjang Sengkaling hingga
lepas Soekarno-Hatta,
I made a note, bahwa lain kali mungkin kami sebaiknya tidak dolan
di malam minggu, atau pulangnya agak disorein,
Kasian yang nyopir f(-__-“)
*lirik Galih*
Saat masuk rumah, jam sudah
menunjukkan waktu pukul delapan malam, thanks
to the tremendous traffic jam, dan saya menandai bahwa 1 September 2012
adalah salah satu hari dimana saya paling bahagia sepanjang 2012,
Semoga bisa segera dolan
sama-sama lagi :)
September 1st, 2012
#np Forever Young
Once, I was very upset because a
promise to go there became a promise that wouldn’t ever be fulfilled, but today
I know that it should be like that. I guess God wants me to have good memories
about that place, so He led me to go there with them. And good memories always
stay beautiful.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ada banyak orang yang tidak percaya bahwa saya akrab dengan teman-teman
SD saya. Well, saya senang bersama mereka karena kita sepantaran, mengerti dan
mengalami perkembangan jaman dalam waktu bersamaan, sehingga kami bisa memiliki
cara pandang yang lumayan mirip tentang kehidupan. Saya senang juga karena
mereka tidak saling mempermasalahkan seperti apa masing-masing dari kami. Kami
semua paham bahwa di usia 25 adalah usia dimana kami mencari tempat berpijak.
Kami juga tahu bahwa segala sesuatu tentang diri kami masih sangat bisa
berubah, dan kami saling mendukung untuk itu.
Setelah tanggal itu pun, kami masih sering dolan sama-sama, di sekitar
rumah saja sih, atau pernah sekali kami sepedaan sama-sama berlima.
Good memories. Saya heran kenapa kami tidak akrab sejak
kecil, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?
Oke, terus changing and gambling-nya di sebelah mana? Hmmm… ya intinya sih
begini, seperti yang pernah saya baca di buku To Kill A Mockingbird, ‘kau tidak akan bisa memahami seseorang
sampai kau melihat dengan matanya, merasuk ke balik kulitnya dan hidup dengan
caranya,’
Akan selalu ada sisi yang tidak bisa kita pahami dari seseorang,
seberapa lamapun kita mengenalnya, dan seberapa terbukanya dia pada kita,
Tapi kalau kita kelewat berpikir bahwa kita tidak cukup baik, kita bisa
melewatkan bahwa sebenarnya ada lho orang-orang yang menerima kita dengan
segala kekurangan dan kelebihan yang kita punya,
Dan buat saya, berkaca dari apa yang terjadi di bulan Januari, saya
berani berkata bahwa ‘lebih baik menyesal karena melakukan sesuatu daripada
menyesal karena tidak melakukan apa-apa,’
August 2012. Realizing.
Ada sebuah postingan singkat yang saya temukan di sudut leptop saya,
begini bunyinya:
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bodohnya,
Kenapa baru sadar sekarang?
Kemana saja kamu bertahun-tahun
ini?
Segitu butanya ya?
August
3rd, 2012
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya tidak begitu ingat apa maksud saya menulis hal ini dalam sebuah
dokumen Word 2007. Yang jelas pada saat itu saya pasti sedang pingin menuliskan
sesuatu yang panjang tapi terputus karena sesuatu hal (biasanya sih begitu,
makanya banyak tulisan gak keposting). Agustus adalah bulan dimana saya
menyadari sesuatu yang sudah lama tidak bisa saya lihat. Semacam ada rasa marah
pada diri sendiri karena begitu butanya, begitu repotnya menyipitkan mata ke
kejauhan padahal yang dicari ada disini.
Sebenarnya saya antara pingin dan tidak pingin menceritakan soal bulan
Agustus ini karena yang terjadi di dalamnya amat sangat sulit dideskripsikan.
Tapi karena komitmen awal saya adalah menjadikan yang tidak terposting menjadi
terposting, maka inilah satu postingan lain yang saya buat di bulan Agustus:
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
You Belong with Me - Taylor Swift
You’re on the phone with your
girlfriend, she’s upset
She’s going off about something
that you said
Cause she doesn’t get you humor
like I do
I’m in the room it’s a typical Tuesday
night
I’m listening to the kind of music
she doesn’t like
And she’ll never know your story
like I do
But she wears short skirts, I
wear t’shirts
She’s cheer captain and I’m on
the bleachers
Dreaming about the day when you
wake up and find
That what you’re looking for has
been here the whole time
If you could see that I’m the
one who understands you
Been here all along so why can’t
you see?
You belong with me, you belong
with me
Walking the streets with you and
your worn out jeans
I can’t help thinking this is
how it ought to be
Laughing on a park bench
thinking to myself
Hey isn’t this easy?
And you’ve got a smile that
could light up this whole town
I haven’t seen it in a while
since she brought you down
You say you’re fine, I know you
better than that
Hey, what ya doing with a girl
like that?
She wears high heels, I wear
sneakers
She’s cheer captain and I’m on
the bleachers
Dreaming about the day when you
wake up and find
That what you’re looking for has
been here the whole time
If you could see that I’m the
one who understands you
Been here all along so why can’t
you see?
You belong with me
Standing by and waiting at your
back door
All this time how could you not
know?
Baby, you belong with me, you
belong with me
Oh I remember you’re driving to
my house in the middle of the night
I’m the one who makes you laugh
when you know you’re about to cry
And I know your favorite songs
and you tell me ‘bout your dreams
Think I know where you belong,
think I know it’s with me
Can’t you see that I’m the one
who understands you
Been here all along so why can’t
you see?
You belong with me
Standing by and waiting at your
back door
All this time how could you not
know?
Baby, you belong with me, you
belong with me
You belong with me
Have you ever thought JUST maybe
you belong with me?
August
4th, 2012
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya salah seorang yang hobi mendengarkan Taylor Swift, bukan hanya
karena alunan musiknya yang enak didengerin, tapi liriknya yang lugas, seperti
mendengarkan Swift sedang bercerita. Hobi saya mendengarkan Swift (dan Owl
City) ini sudah mulai sejak beberapa tahun silam, dan tanpa sengaja menjadi
sebuah kesamaan yang membuat saya mikir. Oh ya, sesuai dengan judul awal saya
bahwa August is Realizing, maka saya
bukan ‘she’ dalam lagu ini, justru lebih sebagai ‘he’ yang nyadarnya telat
sekali *pengakuan*
Hikmah yang saya dapatkan di bulan Agustus ini dalam sekali. Terutama
adalah bahwa kita tidak pernah ditakdirkan sendirian. Akan selalu ada orang
yang care enough tentang kita, entah
kita sadar atau tidak. Kadang kita terlalu sibuk dengan apa yang ada nun jauh
disana, dan menyepelekan apa yang ada di sekitar kita, padahal yang dekat
mungkin jauh lebih berharga, jauh lebih care daripada yang nun jauh disana.
Langganan:
Postingan (Atom)









