Senin, 25 Juli 2016

Tantangan menjadi ENTP


8tracks.com

We value logic first, then feeling second. It is not that we don't have feeling, but we go with what must be done, not what we must feel.



Oke sebelum lebih lanjut, saya ingin menjelaskan dulu apa itu ENTP.

Jadi, ENTP adalah salah satu tipe kepribadian MBTI. Ada 16 tipe kepribadian MBTI di dunia ini dan ada buuuwanyaaaakkk sekali test MBTI online bin free di internet. Jadi kalau anda kepo, bisa coba salah satu.

ENTP adalah singkatan dari Extraverted iNtuitive Thinking Perceiving. Secara pribadi, saya melihat tiga trait utama dari ENTP, yaitu brainstorming, multittasking dan challenging. Saya tidak akan mencoba menjelaskan panjang lebar disini karena di luar sana sudah banyak website yang lebih bisa memberikan deskripsi yang akurat (disini misalnya), hanya saja, sepertinya yang perlu saya tuliskan adalah sistem counterpartnya:


Extraverted counters Intraverted
iNtuitive counters Sensing
Thinking counters Feeling
Perceiving counters Judging

Seseorang yang extraverted sesungguhnya tetap memiliki intraverted trait pada dirinya, namun tidak dominan, dsb.

Katanya sih NT woman (iNtuitive Thinking) hanya berjumlah  7% dari keseluruhan wanita di muka bumi ini. Lebih dari 65% wanita lainnya memiliki trait Feeling.

Dan hal itulah yang membuat masyarakat menghubungkan wanita dan feeling.

Dan... Er... Yah, sepertinya itu salah satu hal yang membuat NT (terutama ENTP) woman menemui beberapa kesulitan. Postingan ini saya fokuskan ke bagaimana tantangan yang dihadapi ENTP woman di masyarakat, sedangkan counterpart kami, ENTP man, biasanya tidak ada masalah dengan trait ENTPnya. Biasanya sih..

Jadi, as an ENTP, inilah yang sering kami alami:

theodysseyonline.com

1. We are often being accused as 'too-independent'

Oke. Ini adalah kejadian yang sering sekali saya alami. ENTP tidak menganggap sebagian besar hambatan sebagai hambatan. Misal: ndak bawa kendaraan ya naik angkot, ndak bawa laptop ya ngedit pake hp, ndak kuat ngangkat barang ya dipreteli dulu barangnya baru setelah pindah nanti dirakit ulang, dsb.

Kami punya kecenderungan untuk menyelesaikan masalah, bukan mendelegasikan masalah.

Bukannya kami tidak mau minta tolong, tapi ya itu tadi, apa yang dianggap hambatan oleh orang lain belum tentu kami anggap hambatan.
Hal ini jadi rumit karena ENTP seringkali dianggap bisa segalanya dan tidak pernah butuh bantuan dan tidak butuh orang lain dan itu sesungguhnya salah juga, hahaha :p

Kita akan call for help, from time to time. Tapi ada mekanisme pemikiran di kepala kami kira-kira seperti ini:

1. Ini bukan masalah yang besar (atau setidaknya kami mencoba untuk men-downgrade suatu masalah sehingga ia tak lagi nampak besar bagi kami).

2. Apa benar masalah ini tidak bisa saya selesaikan sendiri? Apakah saya memang tidak mampu menyelesaikannya sendiri?

3. Apakah saya tidak akan mengganggu orang lain dengan meminta bantuan mereka?

Maka endingnya, kami biasanya tidak minta bantuan kecuali jika kami sudah tidak bisa menyelesaikannya sendiri.


whisper.sh

2. We are often being accused as 'intimidating' 

Haha, okelah, jadi begini, nature dari ENTP adalah brainstorming, multitasking dan challenging. Ada banyak prosesor berkecepatan tinggi yang berjalan di kepala kami dalam satu hitungan waktu, dan hal tersebut membuat kami dengan effortlessly mempelajari banyak hal dari berbagai aspek permasalahan yang kami hadapi.

Kami mungkin mengalami permasalahan dalam jumlah yang sama dengan teman-teman seusia kami, tapi approach kami memungkinkan kami mengakumulasi lebih banyak pelajaran dari permasalahan tersebut.

Tiga trait diatas menjadikan kami cenderung menchallenge suatu ide yang dikemukakan pada kami. Dan kami selalu punya alasan di balik argumen kami. Alasan yang mungkin tidak atau belum dilihat oleh orang lain. Pada akhirnya kami pun dilabel intimidatif. If you know what I mean, hahaha :p

Sesungguhnya kami ini adalah sekelompok orang yang simpelnya, suka pushing boundaries. Kami selalu ingin mengembangkan diri dan mendewasakan pola pikir kami. Karena itulah kami menchallenge sebuah ide. Yang kami tunggu sebenarnya adalah counterchallenge dari orang lain.
Yupi, kami sesungguhnya menunggu orang lain yang bisa menghentikan kami, yang bisa mematahkan argumen kami dengan alasan yang bisa kami terima.

Jadi, ketahuilah bahwa saat kami memuji seseorang, mengakui superioritas seseorang, meminta pendapat seseorang, atau bahkan, bergantung pada seseorang, it means we really, really, respect them, like, so much.

Saya akui, kelemahan kami yang menaruh logika di kursi driver adalah menaruh perasaan di kursi belakang driver.
Akibatnya, kami punya tendensi untuk menjadi 'brutally honest'. Tapi tidak selamanya kami seperti itu.
Semakin dewasa seorang ENTP, dia akan semakin mengembangkan sisi Feeling yang dimilikinya, walaupun biasanya kami tetap tidak akan menaruh Feeling di kursi driver. 


lytherus.com

3. We are often being accused as 'too smart'

For every person who ever see us this way please change your mind because there are TONS OF PEOPLE who are smarter than us. Dan kami sangat respek pada orang-orang yang lebih smart daripada kami. Bahkan kami sesungguhnya mungkin tidak ada apa-apanya daripada mereka. Kami nampak smart karena tiga trait utama kami diatas: brainstorming, multitasking, dan challenging. Kami nampak smart karena kami open sekali terhadap banyak hal dan berusaha mengambil sebanyak mungkin pelajaran dari hal tersebut.

Kami nampak smart karena salah satu nature kami adalah 'smooth-talk'. Dalam kondisi normal, kami tahu apa yang harus kami katakan, seperti apapun situasinya dan seperti apapun perasaan yang kami miliki saat itu.
Bagaimana kami melakukannya?
We use logic. Apa hal yang paling logis untuk dilakukan saat ini? Apa hal yang palinng logis dikatakan saat ini?

Logika kami tidak selalu tepat sasaran sih, sejujurnya saja, but it saved us hundreds of time.

Menurut saya, ENTP lebih ke street smart daripada book smart, karena ENTP cenderung lebih suka mengalami sendiri, bereksperimen sendiri, improvisasi sendiri dan menganalisis sendiri ilmu yang sedang ia pelajari, baik secara formal maupun informal.
Saya akui, ENTP memiliki curiosity yang mungkin sepuluh kali lipat dibandingkan kepribadian lain, dan itu adalah salah satu trait penting yang menyebabkan kami (biasanya sih) tahu banyak hal.

It's not like we're the smartest people around. But I will never say that we're dumb anyway :p



4. We are often being accused as 'cold-hearted'

You're wrong. All ENTP are actually Olaf, since we love warm hugs!

Baiklah, ada waktunya saat kami menjadi cold-hearted, saya tidak akan menyangkal trait kami yang satu ini. Trait cold-hearted ini keluar saat kami berada dalam posisi dimana kami harus mengambil keputusan di saat yang genting.
Secara naluriah, ENTP akan menggunakan logika yang dimilikinya untuk mengambil keputusan yang paling masuk akal, bukan keputusan yang paling memuaskan.

Cold-hearted ini juga bisa jadi nampak karena kami cenderung sangat fokus terhadap sesuatu yang sedang menjadi prioritas kami. Like the other parts of the world fade from view gitu deh...
Saat kami harus perform yang terbaik, maka saat itulah kami secara naluriah mengarahkan seluruh isi pikiran kami ke satu titik dan mengeksekusinya.

Fokus kami bisa sangat kuat bahkan tidak akan terpatahkan oleh emosi jenis apapun.

Tapi satu hal yang tidak banyak diketahui adalah prioritas kami tidak hanya soal pekerjaan dan karir. Ada kalanya kami berfokus pada person, significant other, best friend, family, dsb. Saat kami berfokus pada mereka, kami pun akan melakukan hal yang sama.
Hanya saja, karena kami tidak pernah meletakkan Feeling di kursi driver, maka kadang fokus di aspek ini tidak akan terlalu terlihat.

Jadi, we may not be thinking about you all the time, but we do think about you from time to time.

Ketika seseorang curhat pada kami (terutama ke ENTP female nih...) maka kami akan merespon dengan approach yang berbeda dari teman-teman kami yang bertipe Feeling.
Kami tidak akan ikutan mengharu biru bersamamu, tapi kami akan berusaha memikirkan jalan keluar yang paling masuk akal bagimu.
Kami berusaha untuk memahami apa yang kamu rasakan, tapi kami sungguh-sungguh berharap bahwa kamu akan stand up to your own feet as soon as possible. Okelah, memang ini agak nyebelin. Saat orang curhat ke kami, yang kami harapkan adalah ia bisa setegar kami, oke itu nyebelin.

But it doesn't mean that we don't understand your feeling, hellooo...
Kami hanya mencoba membantumu mengintegrasikan permasalahan dan pemecahannya ke kehidupanmu selanjutnya.
Logis kan? Hahaha :p

Sebaliknya, saat kami memiliki masalah dan mengharu biru (oke kami manusia dan kami bisa baper juga, hahaha) maka yang kami butuhkan saat itu sesungguhnya adalah seseorang yang mengembalikan kami ke jalan yang lurus, bukan yang ikut mengharu biru bersama kami.
Lepas dari emosi macam apapun yang kami rasakan, kami selalu ingin bisa mengendalikan diri kami di depan semua orang.

Karena keinginan itulah, kami biasanya melakukan efek masking terhadap perasaan kami sehingga kami terkesan out of touch dengan perasaan kami.

Jadi, saat ENTP bersedia jujur padamu tentang emosinya, baik implisit maupun eksplisit, baik positif ataupun negatif, it means, we really, really, trust you.


quotesgram.com

5. We are often being accused as 'inconsistent'

Oke, hehehe, jadi sesungguhnya bukannya kami tidak konsisten, tapi karena lokomotif di kepala kami ini tidak pernah berhenti. Saya akui bahwa kami punya kecenderungan untuk flight of ideas, dan kami bisa dengan mudah melupakan ide lama kami saat muncul ide baru yang lebih urgent untuk digali.
Saat orang lain berjalan satu meter dari permasalahan, maka kami sudah lompat-lompat gak sabaran di jarak satu kilometer.
It's true :)

Dan sekali lagi, penampakan inconsisten kami sesungguhnya muncul dari tiga trait utama kami (yang sudah saya sebut berkali-kali tadi). Saat satu permasalahan sudah selesai (paling tidak sudah kami selesaikan di otak kami) maka kami akan berpindah ke masalah lain.
Bahkan, kami kadang menemukan masalah baru saat kami brainstorming pemecahan masalah lain. Dan kami merasa bahwa masalah baru itu malah lebih urgent. Dan kesitulah otak kami meloncat dalam hitungan sepersekiandetik.

Begitulah.

Saya akui, it's not easy to follow us. You might think that you need to jump around the world to match us but actually, no. Sejujurnya yang kami butuhkan hanyalah pemahaman bahwa kami memiliki kecenderungan seperti ini. Sudah, itu saja sih sebenarnya.
Memang sih, kami akan excited sekali menemukan orang yang bisa mengimbangi alur pikir kami, tapi kalaupun tidak, tapi sesungguhnya kami juga memerlukan 'tempat untuk kembali' setelah loncat-loncat ndak karuan kesana-sini.
If you know what I mean.

funguerilla.com

6. We are often being accused as 'less feminine, more masculine'

Ouch, hahahaha XD
Oke, jadi, seperti yang saya sebutkan diawal sana tadi, 65% lebih wanita memang menggunakan Feeling dan itulah yang membentuk pandangan di masyrakat tentang how a woman supposed to be. Kepribadian ENTP tidak akan menjadi masalah pada pria, tapi sebagai wanita, kami bertabrakan dengan 'tradisi' yang menyebutkan bahwa wanita itu haruslah tipikal Feeling. Karena Feeling sejalan dengan Femininity.

Dan kami tidak setuju dengan hal itu.

We do have feeling. I mean, we can fall in love, hello, we do can. Tapi kami tidak menjadikan Feeling sebagai landasan pengambilan keputusan kami.
Saat kami memutuskan sesuatu itu baik, itu karena kami sudah memikirkannya sungguh-sungguh dengan melihat semua fakta dan kemungkinan yang bisa terjadi kedepannya. Dan sebaliknya.

Kami adalah sekelompok orang yang praktikal, yang melihat bagaimana menaikkan efektivitas dan efisiensi dari suatu permasalahan. Jadi jangan salahkan kami jika kami (dalam kasus ini, saya) lebih mengedepankan apa yang praktis dibanding apa yang feminin.

Bukannya saya tidak feminin sih, hahaha, tapi I prefer to be practical but feminine, atau feminine but practical, not just feminine.

Jika melihat lima hal diatas, akan makin terlihat juga bagaimana kami (terutama female ENTP) sering diaccuse sebagai 'kurang feminin' karena kami tahu apa yang kami inginkan, kami tahu apa yang kami lakukan, kami bisa menjadi decision maker, kami bisa dengan mudah menjadi leader, kami adalah challenger, kami bukan tipikal yang diam saat sesuatu hal tidak berjalan dengan semestinya.

Baiklah, hahaha, jadi wanita sesungguhnya harus nurut. Saya setuju kok. Memang kodratnya demikian. Tapi ada baiknya dievaluasi, nurutnya sampai mana? Hehehe...
Seperti yang saya bilang, kami para ENTP dengan mudah fokus pada prioritas kami. Jadi jika seseorang menjadi prioritas kami, maka kami akan lakukan apa yang bisa kami lakukan untuk si prioritas ini.

Er... kenapa jadi baper begini? Hahaha XD

Oke, jadi, intinya, kami masih seperti halnya manusia lain yang memiliki Feeling. Baper di baris diatas ini buktinya, hahaha :p
Tapi sekali lagi, we value our logic more than our own feeling. Karena hidup ini adalah fakta, saudara. Karena perasaan mungkin salah, tapi fakta takkan bisa dibantah.
Maskulin kah itu? Kami rasa tidak. Itu namanya realistis.



------

Ada banyak sekali hal lain yang bisa saya gali lagi terkait tantangan menjadi ENTP tapi saya rasa saya cukupkan sampai disini dulu.
Bagi yang kepo, silakan coba deh salah satu tes MBTI disini 16personalities.com.

Thanks for reading :)

16 komentar:

  1. Hai... Im an accounting stundent and ENTP too, nice to know ur link, �� dan keseluruhannya benar, woow, thx b4

    BalasHapus
  2. it feels like reading myself. bener sekali penjelasannya. all hail female entps!

    BalasHapus
  3. 100% me. thanks for describing 'us' nicely and accurately :)
    kalo bisa ketemuan seru kali ya...hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget kayaknya, secara kita makhluk langka XD

      Hapus
  4. Hii, aku ENTP
    Sebenarnya aku g percaya dengan tes MBTI online,karena hasilnya akan bias dan tergantung dari mood dan situasi kita pada saat megejarkan tes itu.aku ENTP berdasarkan dari fungsi Kognitif yang dikembangkan oleh carl Jung bersama MBTI creator.
    Dan itu terdiri dari:
    Ne
    Ni
    Se
    Si
    Fe
    Fi
    Te
    Ti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm... saya selalu dpt ENTP di semua test MBTI. Hehehe. Buat ngisinya jangan jawab sesuai mood, tp sesuai kenyataan yang biasa kita lakukan aja kak..

      Mungkin jawaban bisa agak sedikit berubah kalau tes MBTI dilakukan di tahun kehidupan yg berbeda soalnya approach kita terhadap permasalahan sudah berbeda.

      Neuroscience ttg MBTI ada kok, jadi cukup ilmiah lah ya. Kalau uji MBTInya pake yg dikeluarkan sama institut aja kak kalau ga percaya sama tes tes yg beredar, hehehe :D

      Hapus
    2. Saya selalu dapat INFJ ga pernah berubah - infj male

      Hapus
  5. Cerewet dan Kepedean (INTJ was here)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Well my dearest INTJ. Cerewet dan kepedean sounds like a compliment for ENTP, ahahaha XD
      Thanks yaa

      Hapus
  6. Sumpah sih harus ketemu in person banget ni kitaa wanita2 ENTP lol

    BalasHapus
  7. Raudhatul jannah25 Maret 2018 15.56

    Waw..kaya baca diri sendiri hehehe,,yes i'm an entp woman

    BalasHapus
  8. i like ur blog so much! word by word is very easy to definee.
    thankyouu

    BalasHapus
  9. Salam ENTP kak(cie sesama ENTP). May I have your email address? There are something that I want to communicate with you. Thanks.

    BalasHapus
  10. Salam ENTP kak(cie sesama ENTP). May I have your email address? There are something that I want to communicate with you. Thanks.

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p