Minggu, 28 Februari 2016

Snow White with the Red Hair - Review

"if there is any 'princess' story that makes me feel envious by watching it, then this must be the one and only,"


Lagi, tanpa sengaja saya sampai di sebuah anime saat saya strolling around di Youtube. Awal lihat judulnya saya langsung negative thinking bahwa nantinya cerita ini akan jadi cerita dongeng tipikal yang biasanya bikin saya ngantuk di tengah-tengah.

Nyatanya?

Well, ternyata saya sekarang excited banget nunggu kelanjutan season 2 yang emang lagi airing di Jepang sana, hohoho...

Kalau anda cari cerita yang melo telo, saya sarankan anda jauhi cerita yang satu ini karena 'princess' dalam cerita ini sangat jauh dari bayangan anda :p


Details:

Snow White with the Red Hair - Akagami no Shirayukihime - 赤髪の白雪姫 

Anime television series (Season 1) aired on 6 July 2015 - 21 September 2015
Original Video Animation (OVA) aired on 5 January 2016
Anime television series (Season 1) is ongoing since 11 January 2016
Manga series is ongoing since August 2006 


Cerita ini berkutat pada tokoh utama, Shirayuki (shiro: putih; yuki: salju; jadi literally 'shirayuki' artinya 'snow white'), seorang pharmacist di Kerajaan Tanbarun. Kemampuan Shirayuki sebagai pharmacist adalah hal kedua yang menjadikannya terkenal, karena yang paling membuatnya dikenal justru adalah warna rambutnya yang langka: 'apple red hair'. Rambut Shirayuki yang eksentrik inilah yang lantas membuat putra mahkota Tanbarun, Raji, penasaran. Raji memerintahkan messengernya untuk membawa Shirayuki ke istana Tanburn untuk dijadikan selir. Shirayuki menolak tawaran tersebut, dan dengan mengabaikan warning dari sang messenger, ia memotong rambut merah panjangnya dan meninggalkannya di klinik pharmacy miliknya, sebelum lari menuju perbatasan Tanbarun .

(Disinilah saya mulai tertarik sama cerita ini karena aksi potong dan tinggal potongan rambut ini mengesankan: 'if you only like my hair, you can have it, for you cannot have the rest of me.' Nice.)


Shirayuki menyeberang menuju Kerajaan Clarines melalui hutan yang menghubungkan Clarines dan Tanbarun dan memutuskan untuk beristirahat di sebuah rumah kosong di tengah hutan. Bukannya bertemu dengan kurcaci yang baik hati, Shirayuki malah dipertemukan dengan 'kurcaci' yang kesandung dinding saat berusaha melompatinya (yep, anda tidak salah baca, emang dia kesandung dinding).

Singkat cerita, Shirayuki menawarkan untuk mengobati 'kurcaci' yang tadinya kesandung dinding (oke stop, dia bukan kurcaci, dia manusia. Pardon my unclear-ness) alias Zen, yang datang bersama kedua temannya, Mitsuhide dan Kiki. Zen yang penasaran mengikuti Shirayuki ke hutan dan mendengarkan Shirayuki bercerita tentang pelariannya dari rumah. Saat keduanya kembali ke rumah kosong tadi, keduanya dikejutkan oleh adanya sekeranjang apel di depan pintu.

Maka akhirnya terungkap bahwa Shirayuki tak sekedar kabur dari rumah, namun kabur dari Tanbarun dan secara ilegal melewati perbatasan menuju Clarines. Zen menjadi irritated saat mengetahui fakta tersebut, dan makin irritated saat Shirayuki menyebut nama putra mahkota Raji ("ano baka ouji!!" Zen said, dan saya ngakak lihat ekspresi Zen) yang menjadi alasan Shirayuki lari dari Tanbarun .


Di akhir perdebatannya dengan Shirayuki, Zen menggigit apel dan mendadak kolaps tak sadarkan diri (sampe sini saya agak garuk-garuk kepala sambil mikir ini Snow White-nya disini Shirayuki apa Zen sih? Secara Zen rambutnya putih...). Di saat bersamaan, seorang messenger dari Tanbarun datang dan meminta Shirayuki untuk ikut bersamanya karena putra mahkota Raji sudah menunggu.

Shirayuki akhirnya datang menemui Raji demi meminta penawar racun untuk Zen, sebagai gantinya, Raji meminta Shirayuki bersedia menjadi mistress-nya. Sedetik setelah Shirayuki menyetujui kondisi tersebut, Zen, Mitsuhide and Kiki made a rather suprising appearance dan mengkonfrontasi Raji.

Dan akhirnya penonton pun tahu bahwa tak mungkin Zen adalah Snow White dalam cerita ini, karena Zen adalah second prince Kerajaan Clarines, Zen Wistaria (...dan saat pertama nonton scene ini saya pun sadar, jadi itu tadi yang makan apel beracunnya malah pangerannya? -___-"). Singkat cerita, Zen berjanji tidak akan menjadikan kejadian Raji meracuni pangeran Clarines sebagai insiden antar kerajaan asalkan Raji berhenti mengingat, menyebut dan mencari Shirayuki lagi sepanjang hidupnya.


Maka dimulailah kehidupan Shirayuki di Clarines, kali ini sebagai legal citizen. Ia pun diterima sebagai pharmacist apprentice untuk Istana Wistar (ibukota Clarines), melalui ujian masuk apprentice yang diselesaikannya dengan nilai sempurna. Selama tinggal di Wistar inilah, perlahan Shirayuki mulai mengetahui bahwa kehidupan Zen sebagai pangeran tak semudah yang dibayangkannya (secara selama ini yang dia lihat di Tanbarun adalah Raji gitu...). Terinspirasi atas tekad dan kerja keras Zen untuk negerinya, Shirayuki bertekad untuk melakukan yang terbaik untuk Clarines.

And so their adventure begins. Why adventure? Well, it is more of an adventure than a fairy tale anyway :p

Let's take a look on the cast!

"If it is as you say, and I cannot be here, then stop me with your sword" (Shirayuki to Haruka)


Kingdom of Clarines:

Shirayuki

 'Determined' adalah satu kata yang paling tepat menggambarkan Shirayuki. Dia selalu punya tujuan dalam hidupnya, dan takkan pernah mundur dari apapun yang diyakininya sebagai tujuan. Sikapnya ini membuat banyak orang terinspirasi dan berubah pandangan, dari yang awalnya menganggap Shirayuki sebelah mata, menjadi treating her with respect. Sejak menjadi apprentice di Wistar, Shirayuki menunjukkan perkembangan positif dalam kemampuannya sebagai pharmacist dan ia pun mulai dikenal tak lagi karena rambutnya yang eksentrik, namun karena kapabilitasnya sebagai seorang healer.

Awalnya Shirayuki memutuskan tinggal di Wistar untuk melihat seperti apa kehidupan di negeri tempat Zen tinggal, namun akhirnya Shirayuki justru mencintai Clarines layaknya ia pernah mencintai Tanbarun. Ia menolak tawaran untuk kembali ke Tanbarun sebagai noble, namun bersedia untuk tinggal sementara di Tanbarun untuk membantu Raji (atas permintaan Izana) saat putra mahkota Tanbarun tersebut mulai 'tobat' dan mencoba untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai calon raja Tanbarun .

Segi klasik dari cerita ini sama dengan alasan utama Shirayuki tidak ingin kembali ke Tanbarun ; karena Shirayuki tidak ingin berpisah dari Zen. Tergambar dengan jelas di serial ini bahwa semakin Shirayuki mengenal Zen, semakin besar respek yang ia punya terhadap Zen. Shirayuki menyadari adanya banyak perbedaan dalam kehidupannya dan kehidupan Zen, namun hal tersebut justru menjadikannya termotivasi untuk menjadi seseorang yang pantas berada di sisi Zen.

Shirayuki juga termasuk seorang dengan insight yang tajam mampu menggunakan insight tersebut untuk menjaga dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Menariknya, walaupun digambarkan sebagai seorang yang passionate, karakter Shirayuki blends in dengan baik dengan karakter lain, sehingga nampak seakan-akan Shirayuki secara alamiah mengambil hati orang-orang di sekitarnya.

Honestly, story about Shirayuki and Zen probably is the most beautiful (yet realistic enough) fairy tale I have ever come across. It is enlightening to see how they walk across every burden. Shirayuki is one of the best princesses ever!


Zen Wistaria

Bisa dikatakan, kepribadian Zen sangat mirip dengan Shirayuki, dengan pembeda dominan adalah Zen jauh lebih ekspresif daripada Shirayuki. Zen adalah pemimpin yang bijak, bertanggung jawab dan knowledgeable walaupun usianya tergolong masih muda dibanding kakaknya, Izana. Zen sering keluar dari istana untuk mengalami sendiri kehidupan rakyat Clarines, menjadikannya dekat dan dicintai oleh rakyatnya. Zen takes his duty as a prince seriously, sampe ke titik dimana ia dapat berubah drastis dari dirinya yang lighthearted menjadi deeply serious and a bit scary. Ia menjadikan Izana sebagai role model dan selalu berusaha untuk menjadi orang yang pantas mendampingi kakaknya jika nantinya Izana naik tahta.

Sense of duty yang dimiliki Zen naik dua kali lipat sejak ia bertemu Shirayuki, karena ia berulang kali menyaksikan bagaimana Shirayuki berjuang untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Intinya, Zen dan Shirayuki saling menginspirasi satu sama lain. Zen tidak suka jika ada orang lain yang 'terinspirasi' oleh Shirayuki, termasuk Ryuu (yep the little young Ryuu), dan terutama adalah Raji. Ekspresi Zen setiap kali nama Raji disebut selalu 'priceless' XD namun seiring dengan makin populernya Shirayuki, perlahan Zen mulai belajar untuk menerima kenyataan bahwa akan ada banyak orang yang mencintai Shirayuki.

Sebagai pangeran, Zen menjalani banyak latihan, termasuk latihan imunitas terhadap racun. Imunitas inilah yang membuatnya bertahan saat ia memakan apel beracun dari Raji. Zen juga pernah memiliki seorang sahabat, Atri, namun persahabatan mereka berakhir dengan tragis. Keberadaan Mitsuhide dan Kiki berperan besar membuat Zen kembali mempercayai bahwa ia memiliki orang-orang yang bertahan di sisinya karena ia adalah 'Zen', tak sekedar karena ia adalah pangeran Clarines.

Strictly speaking, so far, Zen is the best prince character I have ever come across. Perfectly human, but very fitting to be considered as prince.


Obi

Playful but mysterious adalah definisi saya terhadap karakter favorit saya ini. Ia awalnya muncul sebagai (pseudo)antagonis yang nyaris melukai Shirayuki, namun akhirnya ia justru menjadi orang yang paling dipercaya oleh Zen untuk menjaga Shirayuki. Respek yang dimiliki Obi terhadap Zen makin bertambah seiring waktu yang ia habiskan bersama Zen. Loyalitas Obi terhadap Zen bisa dibilang setara dengan Mitsuhide dan Kiki, dan loyalitas inilah yang menjadikan Obi tidak melakukan apapun atas infatuation yang dimilikinya terhadap Shirayuki.

Meskipun demikian, bisa dibilang loyalitas Obi terhadap Shirayuki jauh diatas loyalitasnya terhadap Zen, sampai ke titik dimana Obi memberikan kesempatan bagi Shirayuki untuk lari ke hutan menghindari Zen, menantang duel Zen untuk mendapat kesempatan menjadi attendant Shirayuki, sampai mengejar Shirayuki saat penyerangan di Tanbarun. Ia memberikan hadiah hiasan rambut pada Shirayuki dan meminta Shirayuki untuk tidak menyembunyikannya dari Zen, supposedly karena ia tidak ingin membuat kesan bahwa ia mengkhianati Zen karena infatuation yang ia miliki terhadap Shirayuki.

Sejauh ini belum ada penjelasan mengenai masa lalu Obi, namun berdasar hints yang muncul di manga, sepertinya masa lalu Obi cukup unpleasant. Dalam sebuah arc, Obi menyatakan bahwa ia tak ingin kembali menjalani hidup seperti dirinya di masa lalu dan bahwa kehidupannya sekarang adalah hal yang takkan ia tukar dengan apapun.

Ada satu scene di manga yang menunjukkan bahwa Zen sesungguhnya cukup aware dengan infatuation Obi pada Shirayuki, and Obi does not even try to object. Sebaliknya, Obi menggunakan hal tersebut sebagai subject of teasing -___-". Obi sering memberikan saran (in a teasing way) pada Zen mengenai apa yang seharusnya ia lakukan atau katakan pada Shirayuki, atau menyuarakan keinginan Zen keras-keras dan menginisiasi 'perseteruan' konyol antara dirinya dan Zen. Still, though it is hard not to fall in love with Zen, it is much harder not to fall in love with Obi. His loyalty often makes your heart squeeeeeeezzzeee... :p


Mitsuhide Lowen

Definisi saya terhadap Mitsuhide adalah: wise but clumsy :p. Mitsuhide adalah aide pertama yang dimiliki oleh Zen dan menjadi satu-satunya orang yang benar-benar didengarkan kata-katanya oleh Zen (reference from Kiki). Hubungan Mitsuhide dan Zen bermula dengan buruk, karena Zen muda menolak untuk memiliki aide dan lebih memilih untuk ada bersama sahabatnya, Atri. Mitsuhide dan Izana menjadi saksi saat Zen nyaris dibunuh oleh kawanan Atri. Ketegaran yang ditunjukkan Zen saat itu menjadi titik awal munculnya respek Mitsuhide terhadap Zen.

Sesuai request Zen, Mitsuhide tidak menggunakan honorific saat berbicara berdua saja dengan Zen. Keduanya tumbuh bersama menjadi partner. Ia tak segan memarahi Zen (biasanya dengan ekspresi komikal) saat Zen mulai slacking off, namun akan jadi orang pertama yang panik saat terjadi sesuatu dengan sang pangeran. Sikap clumsy Mitsuhide kurang lebih 'dinetralisir' oleh Kiki. Walaupun awalnya canggung dengan sikap Kiki yang serba serius, keduanya dengan cepat menjadi partner.

Selain wise, Mitsuhide termasuk orang yang sangat aware dengan lingkungannya. Ia adalah yang pertama menyadari infatuation Obi terhadap Shirayuki dan tujuan asli Izana berkali-kali menguji Shirayuki. It is hinted that he slowly develops feeling for Kiki but slow enough to find out Kiki's real feeling :p


Kiki Seiran

Karakter Kiki di serial ini adalah karakter yang unik, ia mandiri, tegas, dan cenderung expressionless, namun memiliki kemampuan untuk place a joke at the most appropriate time (biasanya lalu  membuat Zen, Mitsuhide dan Obi melongo). Swordmanship Kiki adalah salah satu dari yang terbaik di Clarines, menjadikannya seorang instruktur yang disegani di kalangan prajurit istana Wistar. Menurut hints di manga, Mitsuhide adalah salah satu dari sedikit orang yang mampu mengimbangi Kiki, supposedly kandidat lain adalah Zen dan Izana.

Dalam serial ini tergambarkan bahwa Kiki awalnya sangat kaku dalam bersosialisasi, namun sifat lighthearted Zen dan Mitsuhide perlahan mulai membuatnya menjadi lebih rileks dalam menjalani tanggung jawabnya sebagai aide. Tapi tetap saja, Kiki adalah scolder utama saat Zen, Mitsuhide dan Obi mulai membuat 'keributan' XD.

Kiki sangat menyayangi Shirayuki (walaupun tidak secara implisit menunjukkan hal tersebut) dan menjadi orang pertama yang menyatakan bahwa ia akan merindukan Shirayuki saat Shirayuki akan dikirim ke Lyrias. Sejak Shirayuki tinggal di istana sayap timur, Kiki juga menjadi 'aide' untuk Shirayuki selain Obi.

Kiki adalah pewaris tunggal keluarga Seiran dan seringkali mendapatkan desakan dari ayahnya untuk segera menikah dan mewarisi posisi kepala keluarga Seiran. Namun Kiki berhasil terus mengulur waktu agar pernikahannya dapat dimundurkan. Saat Zen menanyakan dengan siapa Kiki ingin menikah, Kiki dengan tegas menjawab .... (hm, no, I am not spoiling this part).


Izana Wistaria

Satu lagi yang penuh misteri adalah sang putra mahkota Clarines. Ia seringkali nampak sebagai bangsawan berdarah dingin yang tak segan mempergunakan pengaruhnya untuk mengendalikan orang lain. Namun apakah ia bermaksud buruk? Sebenarnya tidak, hanya saja, Izana seringkali memainkan strategi demi strategi untuk melindungi Clarines dari ancaman yang muncul. Nah, kadang strategi inilah yang membuatnya nampak heartless.

Loyalitas Izana terhadap Clarines sangat besar dan ia sadar bahwa permainan strateginya bisa berdampak buruk terhadap keselamatannya sendiri. Supposedly karena itulah Izana memberikan ujian demi ujian untuk diselesaikan oleh Zen, semata-mata untuk mendewasakan adiknya. Awalnya Izana juga tidak yakin atas keputusan Zen membawa Shirayuki ke Wistar, namun seiring berkembangnya waktu terlihat bahwa Izana punya maksud di balik semua hal yang ia lakukan. Supposedly Izana menguji kemampuan Shirayuki dalam menghadapi Raji (dan melatihnya menjadi lady) dan mengirim Shirayuki ke Lyrias juga karena mempertimbangkan masa depan Zen.

Anyway, Izana adalah tokoh kedua yang paling saya suka, firstly because it is downright impossible to hate him (trust me he is a very amazing person, especially as a brother), dan karena seiyuu-nya adalah seiyuu favorit saya (Akira Ishida, red.), hohohoho :p


Ryuu

This little cute boy adalah 'pembimbing' Shirayuki di istana Wistar. Walaupun sangat cerdas, Ryuu tidak pandai bersosialisasi dan seringkali expressionless. Trait inilah yang membuatnya ditakuti oleh para prajurit karena mengganggap bahwa Ryuu takkan segan menjadikan pasiennya sebagai subyek percobaan untuk penelitiannya. Ryuu sendiri tak pernah ambil pusing mengenai pendapat orang lain :p

Ryuu menganggap Shirayuki seperti bunga Yura-shigure (supposedly karena kepribadian dan rambut merahnya). Persahabatan Ryuu dengan Shirayuki dan Obi sedikit demi sedikit membuka hati Ryuu, sampai ke taraf dimana Ryuu panik saat melihat Shirayuki menangis, dan besikeras memberikan biji bunga pada Obi untuk membuat Obi selalu mengingat Wistar jika nantinya ia memutuskan pergi dari Clarines.

Ryuu mengalami growth spurt saat ia berada di Lyrias bersama-sama dengan Shirayuki dan Obi, dan saat ini tingginya sudah hampir melampaui Shirayuki.


Garrack

Garrack adalah pharmacist paling senior di istana Wistar. Ialah yang pertama menemukan bahwa Shirayuki menyelesaikan ujian apprenticenya dengan nilai yang sempurna dan langsung menerimanya sebagai apprentice. Bisa dibilang, Garrack adalah tipikal yang work to the bone, namun human enough untuk memberikan waktu istirahat bagi pharmacist lainnya.

Segera setelah mengetahui kedekatan Shirayuki dan Zen, Garrack memberikan rekam medis kesehatan Zen pada Shirayuki, termasuk rekam medis yang berisi upaya Garrack untuk melatih kekebalan Zen terhadap racun. Garrack berpendapat bahwa pengetahuan tentang hal tersebut suatu saat akan berguna bagi Shirayuki dan Zen.

Garrack punya history yang luar biasa sebagai pharmacist di Lyrias. Ia mengirim Shirayuki dan Ryuu untuk mengikuti jejaknya ke Lyrias agar keduanya bisa belajar lebih banyak lagi dibanding saat mereka di Wistar.


"If you have no plan of doing that for her (propose, red.) then allow me to do that. I will take care of her in Tanbarun" (Raji to Zen)


Other Kingdom:

Raji Schenazarde

Supposedly, ialah yang menggantikan tokoh ibu tiri / penyihir pemberi apel di dongeng asli Snow White. Hehehe... Putra mahkota Kerajaan Tanbarun ini awalnya muncul sebagai tokoh antagonis yang angkuh, besar kepala dan tidak mau kalah. Setelah kekalahan telaknya dari Zen, ia berpegang pada janjinya untuk tidak lagi mengejar Shirayuki, namun masih mengingat dan sangat reaktif setiap kali nama Shirayuki disebut oleh aide-nya, Sakaki.

Seiring berjalannya cerita, terungkap bahwa Raji menyesali apa yang pernah dilakukannya pada Shirayuki dan berniat untuk memperbaiki dirinya agar ia dapat menjadi orang yang pantas sebagai raja Tanbarun suatu saat nanti. Raji juga terus terinspirasi dan develops feeling terhadap Shirayuki, sampai ke titik dimana ia menyatakan bahwa jika Zen tidak menjaga Shirayuki dengan baik maka ialah yang akan melakukan hal tersebut (dan langsung membuat Zen naik darah XD).

Walaupun digambarkan sebagai karakter dengan banyak loose ends, Raji mampu  membuat orang lain tersentuh saat ia memainkan biola. Shirayuki dan Obi termasuk disini.

Actually it is very interesting to watch Raji's personality development. Yep, Raji adalah karakter dengan persona-dev yang paling kelihatan di serial ini, terutama saat ia (akhirnya) bersedia bekerja sama dengan Zen.


Sakaki

Sakaki adalah manusia 'normal' yang menjadi aide Raji (karena Raji agak sedikit... ajaib). Ia telah ada bersama Raji sejak sang pangeran masih sangat muda dan mengakui bahwa Raji tumbuh menjadi seseorang yang sangat pampered dan memiliki sense of crisis yang buruk. 

Namun Sakaki juga mengakui bahwa insiden apel beracun yang melibatkan Shirayuki dan Zen adalah titik awal keinginan Raji untuk memperbaiki diri, terutama setelah Raji bertemu kembali dengan Shirayuki dan Zen di Clarines.

Walaupun berkepribadian serius, Sakaki nampak menikmati saat-saat dimana ia dapat menyajikan makanan berbasis apel untuk Raji (dan membuat Raji sangat panik) XD


Kiharl Toghurl

Gadis manis ini adalah seorang commoner pelatih burung di pulaunya. Kiharl pertama kali bertemu Shirayuki saat ia datang ke Wistar untuk melakukan audiensi dengan Zen terkait perburuan liar yang dilakukan oleh lord di pulau tempat Kiharl tinggal. Kiharl awalnya bersikap skeptis pada Zen dan menganggap bahwa semua nobles sama saja seperti lord-nya, namun seperti halnya orang lain yang mengenal Zen, Kiharl akhirnya menjadi sangat respek terhadap Zen. Dengan bantuan Shirayuki dan Zen, Kiharl akhirnya memenangkan audiensi dan berhasil melindungi pulaunya. Porsi peran Kiharl lebih banyak di manga daripada anime. Dalam versi manga, Kiharl memerankan peran penting dalam upaya penyelamatan Shirayuki saat insiden di Tanbarun. Posisi ini diambil alih oleh Zen di versi anime.
---


"The place where you wish to be, I hope I can see you from where I am" (Zen to Shirayuki)


Hal yang paling unik di serial ini adalah tidak adanya oposisi permanen dari tokoh lain terhadap Shirayuki dan Zen. Keduanya selalu berhasil memenangkan respek dari pihak oposisi, dengan cara yang menurut saya realistis. Contohnya adalah Shirayuki yang memenangkan respek Lord Haruka dengan berjalan tegap menantang pedang yang dihunuskan oleh sang Lord ke depan wajahnya (I like this scene!). Zen sendiri sejak awal juga secara implisit menantang Lord Haruka untuk memberikan ujian pada Shirayuki untuk membuktikan bahwa Shirayuki bukan tipikal orang yang akan memanfaatkan kedekatannya dengan noble, seperti keyakinan awal Lord Haruka. Isn't it like a battle of trust or something?


Hal paling menarik berikutnya adalah tidak ada yang namanya orang ketiga, hahahaha, saya sudah bosan lihat improvisasi cerita tentang prince dan commoner yang dikasih bumbu orang ketiga. Tidak ada bangsawan yang mendadak ingin snatching away Zen dari Shirayuki dan tidak ada commoner maupun bangsawan yang beresiko tinggi snatching away Shirayuki dari Zen. Well, this is refreshing!

Yang menarik juga adalah bahwa karakter Zen maupun Izana ditampilkan sebagai dua orang yang sangat dicintai rakyatnya. Keduanya sama-sama memiliki leadership dan nasionalisme yang tinggi. Saya kelewat bosan dengan cerita tentang noble yang menyalahgunakan kekuasaan dan muncullah tokoh utama yang akhirnya memperbaiki keadaan dan naik tahta. You will not find such a thing in this story :p 
And as I said, it is impossible to hate Izana. You will just love him in the end.


Which conclude it as: serial ini punya banyak sekali lovable character. Bisa dibilang semua karakter utamanya sangat lovable. Saya suka juga character design-nya, jauh lebih natural daripada serial lain yang serupa, if you know what I mean, the princes are human enough to look at.


Selain itu, walaupun inti cerita ini sebenarnya tetap adalah romance antara Shirayuki dan Zen, namun perjalanan mereka bersama orang-orang di sekitar mereka berjalan dengan mulus, tidak ada kesan dipaksakan atau terburu-buru. Setiap interaksi memiliki poin penting dalam pendewasaan diri masing-masing karakter, terutama Shirayuki. Interaksi antara Shirayuki dan Zen tergambarkan dengan wajar, tidak datar tapi juga tidak kelewat romantis. Just at the right dose.


"Right here, right at this time, how could I abandon the words of the court pharmacist?" (Izana to Shirayuki)

Saya suka interaksi antara Shirayuki dan Izana, dan bagaimana tiap ujian yang diberikan Izana membuat Shirayuki menjadi jauh lebih capable dibanding sebelumnya. Best interaction antara Izana dan Shirayuki adalah saat keduanya berpacu melawan waktu untuk menghentikan wabah di Lyrias. Somehow it makes me feel that Izana will do anything to protect his people.

Saya juga suka bagaimana cara Izana mengawasi Zen dari jauh dan memberikan satu dua penghalang di langkah Zen agar ia menjadi lebih terlatih menyelesaikan permasalahan. Best scene antara Izana dan Zen adalah saat menjelang penobatan Izana sebagai raja Clarines. It is just very... heartwarming...


"If it is for you and mistress (Shirayuki), I am willing to head anywhere (Obi to Zen)

Izana is just too great. Tapi karakter favorit saya tetap Obi, hahaha XD. Menurut saya, karakter Obi adalah paling menarik dan tidak terduga perkembangannya. Tapi segi paling menarik dari Obi adalah loyalitasnya pada Shirayuki dan Zen, yang membuatnya tidak memiliki satu pun keinginan selain memastikan keselamatan keduanya. Tapi following the turn of events, bisa jadi nantinya Obi akan jauh lebih mengejutkan daripada saat ini. I will just wait :p

Best scene Obi? Hmmm... semua scene yang ada Obi adalah scene yang worth mentioning, hahaha XD (bisa penuh postingan ini kalau disebutin)

(Ini kenapa jadi mention Obi lebih banyak daripada mention tokoh utama?)


"I don't serve you just because you are Prince Zen of Clarines, you know?" (Mitsuhide to Zen)

Selain karakter, desain background, pakaian dan suasana di serial ini bagus sekali. Benar-benar seperti ikut masuk ke kerajaan Clarines. Musik latarnya grand dan klasik, pas banget untuk mendukung jalannya cerita. Opening song dan ending songnya juga pas. It seems like we really are a part of Clarines.


"Well, it is a job for the real prince to protect a princess, isn't it?" (Obi to Shirayuki)

Kelemahan dari serial anime ini adalah hanya 75% dari keseluruhan bagian cerita yang teradaptasi dari manga. Maksudnya begini, dalam satu scene di manga, kadang ada banyak sekali ekspresi yang ditulis maupun digambarkan, nah, anime tidak bisa menampung keseluruhannya, tapi hanya sekitar 75% saja. Jadi kalau anda ngakak saat lihat anime, saya jamin bakal gegulingan saat baca manganya. It is so much more hilarious.

Well, selain itu, beberapa karakter juga mengalami 'pemotongan peran' untuk adaptasi dari manga ke anime, misalnya Kiharl yang akhirnya tidak terlibat dalam upaya penyelamatan Shirayuki di Tanbarun pada versi anime. Yah... cukup acceptable sih...


Weakness yang lain mungkin adalah 'jumping on social status' yang dialami oleh Shirayuki. Walaupun Shirayuki digambarkan menapaki sendiri jalannya sejak ia bukan siapa-siapa di Clarines hingga ia menjadi scholar di Lyrias, tetap saja ada kesan bahwa jumping on social statusnya jauh banget. Sudah gitu, mendadak jadi 'consort candidate' buat Zen pula, hahaha... 

... tapi ingatkah anda bahwa cerita ini berdasar dari cerita Snow White? Which means, memang pada akhirnya Shirayuki akan ends up dengan Zen (jadi terima sajalah fakta tersebut), tapi untuk menuju kesitulah Shirayuki berusaha memantaskan dirinya bersanding dengan Zen (on the other way around, it possibly is the strength of this story)


In the end, if you are looking for a refreshing fairy tale then this is the story you have to watch and read! Why? Soalnya... it is... refreshing!! Ceritanya ringan, tidak ada konflik yang terlalu kompleks, tapi tetap lovable. Yes. it is highly lovable. You will love it. You will laugh when you watch it. And maybe... you will envy...

Anyway, dengan masih berlanjutnya serialisasi manga disana, artinya kedepan masih akan ada banyak cerita menarik mengenai Obi... eh, maksud saya, Shirayuki XD

Give it a try and you will find this story surprisingly beautiful :)


---
"Shirayuki is the girl I want to have as my consort" (Zen to Izana) --- and this causes a huge uproar within the fandom because people start to love Obi and Raji too.


 
Oh and here is my favorite scene: Shirayuki vs Lord Haruka

also my other screenshots:




Best scene from manga is when they 'bully' Obi with straight face:


or the coronation of Izana Wistaria by Zen Wistaria:


or when Obi pledged his loyalty to Zen:


or... the (supposedly) conclusion of this tale:

  
all manga images are hosted by mymangaonline.us

4 komentar:

  1. He he...tuh kan Bener feeling sy, klo kemari pasti dpt cerita2 yg unik.
    Lanjut sister, good job^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. waw... feeling kita konek ya jeng :D

      Hapus
  2. jd pengen nonton anime ini, googling ah ntar kalo dah ad koneksi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buagus arii.. melting melting tp ngakak haha hihi XD

      Hapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p