Jumat, 04 Mei 2012

si Komo


semalam saya kejedot sesuatu yang membuat saya insomnia sampe sekitar jam 1 pagi,
masih disertai pula sama efek samping berupa mata mbendul,
lebih heboh lagi, saya disebut si Komo,
oleh siapa?
oleh saya sendiri, hehehehe ^^v

intinya adalah, bener juga,
harus terus berjalan kedepan,
entah apapun yang terjadi, life goes on,
ndak boleh terus terusan berdiam di masa lalu,
harus terus melangkah,

harus!
mari berhenti jadi si Komo!!

makasih dhiyan :)

5 komentar:

  1. ya setuju banget apapun yg terjadi life must goes on :P

    BalasHapus
  2. benar sekali...!! *thumbs up!!*

    BalasHapus
  3. jujur ya, sebenernya saya gag gitu mudeng sama cerita2 tanpa intro gini, yeapa lek kubuatin intronya?

    "saat kaki terasa terikat oleh trauma masa lalu, haruskah kita berhenti berjalan?"

    jangan to the point gitu, ntar dipikir aku orang yang bagian benerin lampu merah lagi, komen2 tentang lampu merah!:p

    kadang trauma memang membuat kita takut melangkah lagi, tapi berhenti juga bukan pilihan yang baik, karena selain bikin macet juga bikin kita ketinggalan, saat yang lain sudah sampe jakarta, kita masih sampe arjosari.
    #eh?
    tapi, dengan filosofi spion, yang intinya spion itu kacanya diperkecil agar kita hanya sesekali saja melihat kebelakang. Melihat ke belakang itu perlu, agar kita tidak jatuh lagi di lubang yang sama, tapi ndak berarti karena keseringen lihat belakang kita ndak berani jalan!:D

    *bikin blog di blog orang*

    BalasHapus
  4. aku cuman pingin peluk kamu aja gitu yan ceritanya...


    *buat guling*

    BalasHapus
  5. kan ya, aku disamain sama guling!:(

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p