Jumat, 22 Juli 2016

Countdown H - 31


if life is predictable, I would have taken warp to the other side of this universe.

---

Buat yang merasa countdown diatas adalah *uhuk* countdown yang 'itu' (if you know what I mean) maka maaf ya, anda salah, hahaha :p

H - 31 adalah countdown untuk acara ini wahai saudara:



AUN-QA adalah sertifikasi program studi dan institusi bertaraf ASEAN. Kalau kita bisa mendapat sertifikasinya maka kita akan mendapatkan akses yang lebih mudah untuk menjalin kerjasama dalam banyak hal dengan program studi atau institusi lain yang juga sudah tersertifikasi.

Oke jadi program studi saya akan menjalani visitasi oleh asesor AUN-QA di akhir bulan depan.

Yang entah bagaimana sekarang ini saya pas jadi ketuanya. Pas jadi ketuanya. Pas jadi ketuanya.

Bangga?
Hmm... iya sih... tapi di sisi lain lumayan juga...
Lumayan menguras energi.
Lumayan menguras pikiran.
Lumayan menguras tabungan tidur.
Lumayan menguras jam leha-leha.
Lumayan menguras batre laptop.
Lumayan.

Itu kemaren ceritanya gimana ya kok saya tetiba jadi ketuanya? Hmm... saya pun ndak jelas kenapa tiab-tiba saya ada di posisi itu, tapi terus mendadak begitu yang terjadi.
Jadi berhubung saya nrimo, jadi ya saya trimo.

Eh bukan... sesungguhnya karena yang belum pernah pegang tanggung jawab 'ketua' di taskforce  adalah saya + yang sudah pernah ikut pelatihan di AUN pusat sana salahh satunya adalah saya = siapa lagi?

Baiklah...

Jadi setelah munculnya segudang cerita unik saat saya menyusun kepanitiaan saya bulan Juni kemarin, maka hari ini adalah tepat sebulan lebih satu hari sebelum visitasi dilaksanakan.
Sejujurnya, saya tidak menyangka bahwa bebannya akan seberat ini, hahaha...

Ndak sih... ndak berat... cuman yah, 'menantang'.

Saya harus belajar giat soal memimpin, menyatukan pikiran tim, menggerakkan tim, memahami berbagai macam alur di fakultas, memahami alur berpikir tiap-tiap anggota tim, memahami kesibukan masing-masing anggota tim dan menjadi penengah saat terjadi perbedaan pendapat antar anggota tim.

Oke, soal perbedaan pendapat ini cukup seru sebenernya, hahaha, tapi that's the story for another time.

Tantangan terbesar dari persiapan AUN-QA sesungguhnya adalah...
Apa ya?
Yang mana ya yang paling besar?
Saya kira setiap orang akan punya versinya sendiri-sendiri soal bagian mana yang paling berat :p

Buat saya, menjalankan kepanitiaan ini mirip seperti sutradara.
Harus ada alasan dari setiap keputusan yang diambil. Pasti ada konsekuensi yang ditanggung dari keputusan yang diambil.

Buat saya, tantangan terbesar adalah karena saya masih tergolong junior (banget) di fakultas dan saya harus memediasi banyak hal pada para senior saya.

But, since when do I back off from a challenge?
Hehe..

InsyaAllah bisa.

Kenapa saya yakin?

Because I am not alone.

Itu adalah hikmah terbesar yang saya dapatkan sejak saya menerima posisi sebagai ketua.
Saya tidak akan bisa melakukan semuanya sendirian, dan saya tidak pernah berhenti bersyukur karena Allah menjaga langkah saya melalui dukungan dari sekian banyak orang di sekitar saya.

Dari waktu ke waktu, saya menyadari bahwa kadang esmosi saya masih ikutan cawe-cawe (ikut campur, red). Sampai dibilang baper sama temen-temen, hahaha XD
Well I do have a heart, you know? LOL XD

But leading is learning. Learning from others. Learning from conditions.

-----

Ada sebuah cerita di awal tahun ini (tidak ada hubungannya sama AUN sih):

Awal tahun ini, saya mundur dari posisi saya sebagai sekretaris sebuah seminar internasional. Alasan saya hanya satu: saya kurang bisa memahami (atau tidak bisa, lebih tepatnya) alur berpikir ketua saya. Akibatnya saya banyak berbeda pendapat dengan beliau.

Mungkin karena antara ketua dan sekretaris ini punya standar leadership yang berbeda.
Secara saya terbiasa ikut sebagai sekretaris senior lain dengan model leadership yang beda jauh dengan ketua saya saat itu.

Mungkin.

Tapi kalau sekarang saya lihat sih, saya kira itu takdir. Hehehe :)

Waktu itu sebenarnya saya ingin resign sepenuhnya dari kepanitiaan namun atas saran ibunda wakil ketua (Ya Allah saya bersyukur sekali saya bertemu dengan beliau) saya berpindah ke bagian multimedia.

Hahaha, ada cerita mengharukan dan lucu dan unik dan takkan terlupakan terkait kepindahan saya itu, but again, that's the story for another time.

Yang jelas, pengalaman saya selama ikut di kepanitiaan tersebut memperkaya pengalaman saya sebagai leader. Dan saat itu saya bertanya-tanya apakah saya bisa menjadi leader yang baik atau tidak jika saya harus naik ke posisi itu suatu saat nanti...

-----

Back to the present.

Saya tidak akan mengatakan saya leader yang baik, soalnya memang saya ndak bisa bilang demikian.
Yang bisa bilang kan yang saya pimpin, bukan saya, hihihi :p

Tapi saya belajar.
Saya belajar dan masih berusaha sebaik mungkin setiap hari sejak saya mengambil posisi ini. Di setiap keputusan yang saya ambil. Di setiap konflik yang terjadi. Di setiap mediasi yang harus saya lakukan. Di setiap hal yang tidak bisa saya selesaikan sendiri.

Saya sadar bahwa conflict of interest itu takkan bisa saya cegah. I mean, it is impossible to please everybody!
Dan saya sadar bahwa itulah resiko jadi pemimpin, hahahaha XD
I'll accept that.

*lalu cekikikan*

Am I doing this right?

I am not the one with answer.
But I'm trying to give everyone the answer.

Semoga Allah melancarkan semua hal yang harus kami lakukan, semua langkah yang harus kami ambil, semua dokumen yang harus kami susun, semua laporan yang harus kami buat, semuanya.

Semoga Allah menjaga kesehatan, loyalitas dan semangat kami, menyatukan hati dan pikiran kami dan memberikan hasil yang terbaik bagi kami.

Amiiinnn.... :')

----

Share saja, this one song is my constant companion during this month. Dan kayaknya lanjut ke bulan berikutnya:


Dear Life by Delta Goodrem :)

3 komentar:

  1. Ini campuran antara mantap + deg deg an + was was + exciting ya? Hehe

    Semangat mbak, pasti bisa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. degdegan 50%, waswas 15%, exciting 20%, mantap 15%. hehehe XD

      amiiiinnn... makasiii :D

      Hapus
  2. semungud siennra, dikau pasti bisa ^_^ keep fighting

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p