Jumat, 25 September 2015

Green Leaves through My Window


I do love blue, but I love green scenery too


Sepuluh bulan sudah berlalu sejak saya berpindah gedung kantor dari tempat lama ke tempat yang sekarang. Saat ini gedung lama saya sedang direnovasi dan diperkirakan pertengahan atau akhir tahun depan saya akan kembali ngantor disana. Nah sambil menunggu selesainya gedung tsb, saya pun ngungsi kesini, sebuah kantor lama yang disulap menjadi kantor, tempat kuliah, ruang sidang dan laboratorium.

So far saya lebih suka disini daripada tempat yang lama, karena:

1. Lebih luas, jadi tidak merasa seperti pindang dalam kaleng bentuk segi empat (maksa)

2. Dapat meja sendiri, hihihi... (sebelumnya di gedung lama mejanya dipake keroyokan)

3. Ada sekat yang jelas antara meja satu dan satunya (jadi kalau mau berantakin meja juga ndakpapa)

4. Karena saya dapat meja pas di sebelah jendela.

Sebenarnya tempat duduk saya awalnya tidak disini, namun saya terpaksa pindah kesini karena saya tidak kuat melawan AC yang semakin lama semakin membuat saya menggigil di tempat duduk saya dulu. Maka alhasil disinilah saya sekarang, duduk di samping jendela sambil ngeblog sendirian di ruangan.

Dan saya sadar betapa sukanya saya melihat tanaman. I think it is relaxing.

Sisi baiknya, saya jadi betah walaupun (seringkali) menjadi penghuni terakhir disini, karena tinggal menoleh sedikit, terbentanglah benda-benda hijau berlatarbelakang biru, and I will feel so calm and content.

Apakah ruang saya mengerikan?
Well, sebenarnya di sebelah ruang saya ada laboratorium milik departemen lain yang menyimpan beberapa spesimen berupa jaringan (yang pernah hidup) dari pasien. Tapi alhamdulillah bukan departemen anatomi, jadi saya bisa senyam senyum sambil ngeblog sendirian disini.

Walaupun saya punya pengalaman cukup seru juga sih ketika berdiam disini cukup lama (sudah hampir lewat jam 4 sore) dan cuaca sedang mendung dan mendadak pettt!!!! mati lampu.

Did I scream?
No, I never scream (kecuali dalam kondisi very very veeeeeeeeeery surprised atau sedang pura-pura surprised).
I only said 'Eh?' and realized that it was my cue to go out of the building, then I collected my belongings and walked out.

Was I scared?
More of surprised and feel annoyed than scared.
Secara kalau kekancingan di dalam gedung ini lumayan juga, soalnya pintunya cuma satu (jadi males kalau harus pake telp ke satpam dulu supaya dibukakan pintu pas kekancingan, dan kalau pas mati lampu, pak satpamnya belum tentu punya cukup keberanian membelah kegelapan hingga mencapai gedung ini :p).

(lebai)

Syukurlah, sejak sebulan yang lalu di gedung ini telah dibangun pintu belakang yang bisa diakses oleh pemilik kunci.

Jadi saya punya kuncinya pintu belakang?
Hehe...
Enggak,
Tapi di ruangan dosen ini ada kunci cadangannya, jadi kalo pas kekancingan saya tetap bisa kabur pake kunci tersebut.
Muwahahahaha XD

(kenapa saya ketawa ya? -___-")

Intinya,
Entah sejak kapan, saya seneng dan bahagia berkantor di gedung ini, which means, saya harus hati-hati, jangan-jangan ntar saya ogah balik ke gedung lama kalo si gedung lama sudah selese diperbaiki -___-"
Secara gedung lama saya dikelilinginya sama bangunan, jarang ada pepohonan.

Eh tapi ya sudahlah, kita pikirkan nanti kalau sudah waktunya pindah.
Have a nice day everyone :)

2 komentar:

  1. Jgn sampe kekunci ya *parno*
    Kykny mmg sejuk bgt deket jendela, to seperrtinya bikin ngantuk jg klo bnyk an gin semiliir lewat :D

    BalasHapus
  2. Tepat sekali... Pemandangannya bagus, tapi efek lullaby juga bagus, hahahaha XD

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p