Minggu, 10 Juni 2012

sabar itu pilihan

di sekitar saya sedang ada banyak orang yang tidak sabar,
ada aja gitu yang bikin ndak sabar,
satu orang karena sedang geregetan sama orang lain,
satu orang karena mupeng habis liat kakaknya nikah,
satu orang karena takut kehilangan 'penemuan'-nya yg sudah dia cari bertahun-tahun,
satu orang karena sedang diuji dengan penempatan yang tidak sesuai kompetensinya,
satu orang karena sedang ketularan pingin buat sate biar bisa jualan bareng  Pak Sabar (eh),
dan lain sebagainya,
alasannya variatif semua pokoknya, dan saya heran kenapa mereka semua jadi tidak sabaran di saat bersamaan f(-__-")

dan pada kesemuanya saya berkata,
sabar itu pilihan,

saya (katanya temen-temen sih) orangnya sabar, tapi ada juga yang bilang bahwa saya (aslinya) sering ndak sabaran,
sebenernya sih, kalau buat saya semua itu tergantung sikon, ada saat-saat dimana kita perlu jadi tidak sabaran dan ngejar secepet-cepetnya,
kapan?

1. saat itu menyangkut hidup dan mati
2. saat itu sangat mengganggu dan tidak tertahankan buat kita

tidak tertahankan adalah suatu ambang yang berbeda-beda di masing-masing orang, namun uniknya, ini adalah ambang yang bisa kita tentukan secara sadar,
saat kita memilih untuk tidak menjadikannya rendah, ya itu adalah pilihan kita,
saat kita memilih untuk meninggikan batas ambang kesabaran kita, itupun pilihan kita,

siapa bilang orang sabar itu selalu orang yang lebih baik daripada yang tidak sabar?
buat saya, sabar itu pilihan,
saya bisa memilih menjadi orang yang sangat sabar dalam beberapa hal, namun saat sudah mencapai ambang batas, saya pun akan kembali sebagai manusia biasa yang bisa kecewa, bisa ngambek, bisa nangis, dan bisa lari sejauh-jauhnya,

lalu seseorang pun berkata pada saya,
"Akar dari kesabaran adalah ikhlas. Ikhlas bahwa saat ini Allah hanya memberi sebegini saja, dan belum lebih. 
Sadari bahwa Allah tak pernah telat, dan tak pernah buru-buru. 
Allah selalu tepat waktu. Maka, jika ada sesuatu hal terjadi tak sesuai dengan perkiraanmu, ingatlah bahwa Allah punya buku cerita rahasia tentangmu. 
Ingatlah bahwa semua ketidakberuntungan yang kamu alami itu pasti ada maksudnya.
Dan Allah menjadikanmu memiliki kemampuan berpikir jernih, maka sebelum tenggelam pada emosi buruk bentuk apapun, buatlah pilihan yang tepat, apakah luapan emosimu akan menjadikan segalanya lebih baik, atau lebih buruk?
Lagian, kamu kan suka main game, jadi anggap saja menaikkan batas ambang kesabaran itu analog sama menaikkan levelmu di game,
gampang kan?"


hehehe, endingnya aneh ya? f(-__-")
tapi dengan demikian saya selalu ingat, bahwa sabar itu pilihan, (maksudnya bukan kalau beli sate bisa pilih beli di Pak Sabar atau bukan, tapi kita bisa memilih untuk menjadi sabar atau menjadi tidak sabaran :p)

oiya, dan sabar bukan berarti nrimo bin pasrah,
sabar baru boleh dilakukan setelah kita melakukan sebisa kita, namun outcome belum sesuai dengan harapan kita,
lihatlah Pak Sabar, dia dengan sabar jualan sate, walaupun kadang orang-orang sedang bosen sate dan hijrah ke pangsit,
kalau Pak Sabar bisa, kenapa kita tidak (eh.. salah ya?)

intinya adalah, saat kita merasa akan segera kehilangan kesabaran, mari berdiam diri sejenak dan merenung, benarkah kita harus kehilangan kesabaran saat itu juga?
karena lepas dari masalah sate, sekali lagi sabar itu pilihan,
pilihan buatmu, dan pilihan buat saya,


------------------------------------------------------------
NB: maaf Pak Sabar, saya pinjam namanya disini, dan saya doakan bisnisnya selalu ramai dan bapak selalu sabar menghadapi blogger yang suka ambil nama orang seperti saya ini :')

4 komentar:

  1. sabar lagi jualaaaaan sateeee
    *sate...sate*

    BalasHapus
  2. pasti ini terinspirasi tulisan saya

    intinya sabar itu ndak ada batasannya!:)

    BalasHapus
  3. salah satunya sih iya,
    selain karena habis beli sate XD

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p