Senin, 11 November 2013

Doa Saat Teraniaya?


Definisi teraniaya itu hanya Allah yang tahu...
Tapi,
Saat kau disakiti, kau bisa memilih untuk meratapi nasib, atau meresponnya dengan tersenyum.
Saat dalam hatimu terasa nyeri, kau bisa memilih untuk menangis, atau meresponnya dengan tertawa.
Saat yang harusnya milikmu diakui orang lain, kau bisa memilih untuk nelongso, atau meresponnya dengan ekspresi cuek.
Kau bisa saja maju dan menentang ketidakadilan yang menimpamu, menumpahkan kemarahanmu, menendang si pembuat onar sampai keujung galaksi.

Tapi jangan lupa untuk tetap terlihat BERKELAS dan KEREN saat melakukannya.

Pastikan kamera Yo*tube tidak memihak pada si pembuat onar agar kau tetap jadi pahlawan penegak keadilan.
Tapi yang lebih penting adalah tidak terlihat kalah.
Tersenyumlah.
Tertawalah.
Jangan biarkan mereka merasa menang walaupun hatimu membara.

Hadapi mereka dengan sportif, tunjukkan bahwa kau masih tetap tegar dan tak tergoyahkan sedikitpun walau apapun keburukan yang mereka lontarkan padamu.

Karena kemarahanmu, kesedihanmu, rasa putus asamu, adalah kemenangan bagi mereka.

Lalu saat berhadapan frontal tidak akan memberimu kehormatan yang lebih baik dari kondisimu saat ini, maka itu saatnya memikirkan hal lain.
Kau tahu? Tak ada gunanya mendoakan kejelekan mereka, karena toh mereka bahkan tidak berhak mendapatkan sesukukata pun doa darimu, sekalipun itu doa demi kehancuran mereka sendiri.
Jadi, saat kau merasa teraniaya (dan didefinisikan bahwa doamu pasti dikabulkan), maka doakanlah dirimu sendiri, agar kau menjadi lebih baik darinya, lebih sukses darinya, lebih diakui darinya, lebih keren darinya, lebih dicintai darinya, lebih kaya darinya, dilebihkan segala kebaikan untukmu daripada dia.
Doakanlah dirimu sendiri demi kelapangan hatimu, keindahan pribadimu dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan mempercayai orang lain.

Bukan masalah kalau belum bisa memaafkan dia yang mencoba memburukkan dirimu, yang penting hatimu sudah lapang dan bisa menerima kehidupan selanjutnya.

Doakanlah dirimu sendiri agar mampu berjalan melalui apapun yang ada di depanmu, agar dihindarkan dari hambatan yang tak bisa atau sulit kau lalui, agar hidupmu senantiasa diberkahi dengan kemudahan.
Aku percaya, saat kita teraniaya, Allah mendengarkan doa baik yang kita ajukan pada-Nya dan aku percaya bahwa doa itulah yang dikabulkan.

Oh ya… Kau mau mendoakan dia agar jadi orang baik?
Silakan, tapi saya lebih suka berfokus mendoakan diri saya sendiri agar menjadi lebih baik daripada mereka.


Pada akhirnya, kesedihan dan kegembiraan adalah semata-mata keputusan kita. 
Jadi saat kau merasa teraniaya, putuskan apa yang akan kau lakukan.

2 komentar:

  1. kerasa banget perannya *uupps

    setuju sama yang tinta ijo sama coklat yang dibawah, haha
    sakit ati boleh, yang ndak boleh ndak bisa iduyp karena sakit hatinya dirasain terus.
    soalnya biasanya yang aniaya akan merubah segala sesuatu menjadi dia yang teraniaya, ah biarkan, orang yang sayang akan bener-bener tahu kok mana yang dianiaya dan teraniaya

    BalasHapus
  2. jadi kalo gak sayang gak bisa mbedain ya? hmmm....

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p