Sabtu, 17 November 2012

seandainya...

Munculnya postingan ini disponsori oleh ibu saya yang tetiba bilang kalau dulu nyaris beli rumah di Perumahan G, Kota Malang,
Ibu juga cerita bahwa hal ini merupakan perdebatan yang cukup rumit dengan ayah saya, yang pingin beli rumah di Perumahan S, pinggiran Kota Malang,

Melalui perdebatan itu, entah bagaimana akhirnya orang tua saya sepakat beli rumah di Perumahan S, yang kemudian menjadi tempat saya tumbuh dewasa,

Nyaris 20 tahun saya merasakan hidup di Kota Malang,
Dan menyongsong tahun ke-20 inilah saya sadar sesuatu :

Seandainya...
Seandainya orang tua saya benar-benar beli rumah di Perumahan G, mungkin cerita hidup saya tidak akan seperti ini kali ya?
Saya tidak akan sekolah SD di SDN S VII,
Tidak akan sekolah di SMP 21,

Tidak akan bertemu teman-teman yang saya punyai saat ini,

Tidak akan merasakan lucunya akrab dengan teman-teman masa kecil justru saat kami sudah berkepala dua *coba ngaca*

Karena saat SD dulu saya tidak se-gank sama mereka sih...
Gank saya sendiri sekarang justru gak pernah tatap muka, soalnya takut pesek kalo bertatapan *sakit bo'*
Saya sekarang justru akrab dengan teman-teman yang dulunya biasa biasa aja akrabnya,
Soalnya dulu mereka sibuk flirting ke sasarannya masing-masing sih...
Ahahahaha XD
*merasa dikeplak seseorang*

Ada perasaan lucu bin aneh bin 'kok bisaaa,' gitu di dalam hati saat ketemu mereka,

Tapi satu hal yang pasti,
Kalo pas ketemu gitu ya, seakan balik jadi anak kecil lagi,
Trust me, ini paling kelihatan pas kami main ke Secretzoo (ini bahan yang pingin saya jadikan postingan blog tapi gak jadi jadi)
*yah namanya juga temen SD, kalo ketemu ya tingkahnya kayak anak SD*

Anyhow *kok jadi mbeleset gini sih dari judulnya?*
Berangkat dari cerita ibu saya diatas, saya sadar bahwa masa kini dibentuk dari masa lalu, sebagaimana masa kini membentuk masa depan,
Setiap pilihan yang kita buat, adalah kunci dari apa yang akan terjadi setelahnya,
Sedikit saja pilihan itu bergeser, kuncinya pasti berbeda, dan takdir pun berubah,

Ternyata, Allah memang mempertemukan kita bukan dengan orang yang kita inginkan, tapi dengan orang yang kita butuhkan,
Kalau seseorang membuat kita menjadi lebih baik, baiknya kita jaga dia, selalu, untuk selamanya,
*eh kok jadi lagu?*
f(-__-")



Yak, ini teori evolusi Darwin *kita kan anak SD yang pinter gitu lhoh...*

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p