Rabu, 08 Agustus 2012

disana sini saling menipu

penyu yang kuning tu punya saya :p

entah bagaimana yang sering menjadi inspirasi postingan geje di blog saya ya dua orang geje ini ya :p
sebut saja Aba dan Iba seperti biasanya :p
malam ini, setelah pertengkaran hebat yang terjadi antara saya dan Aba dan Iba, kami pun akhirnya nyampe juga di rumah saya, dan begitu masuk kami sudah saling menghujani satu sama lain dengan semprotan komplain,
saya pun segera sadar bahwa hape saya (sepertinya, seperti biasa) ketinggalan di mobil, dan saya dengan enteng berpikiran bahwa nanti saja saya ambil di mobil, namun kemudian Iba berkata, udah masuk tas mungkin… sini kumiscall,”
dan Iba pun memiscall hape saya, tapi saya tidak mendengar suara ringtone hape saya,nah tuh kan? ketinggalan tuh… ntar deh aku ambilnya di mobil,” kata saya,
dan Aba berkata, ada yang bunyi kok… coba dengerin deh…
Iba pun menimpali,iya ada tuh… sssttt…
Kami pun diam beberapa lama dan menyadari bahwa memang ada yang bunyi, tapi itu bukan ringtone hapeku,”
terus hape siapa itu?” tanya kami,
………………………
………………………
………………………
eh itu kayaknya hapeku yang bunyi deh…celetuk Aba kemudian.
Gedubrak!!
Iba pun nyeletuk, kok bisa sih?! aku kan miscall hape siennra, knapa hape Aba yang bunyi?”
Saya dan Aba pun melihati Iba yang memandang ‘takjub’ ke hapenya dan semakin merasa gedubrak saat Iba berkata,oh… ternyata yang kumiscall hapenya Aba, he.. he.. he…
*piso mana piso?!* (edisi udah sebel dari awal)
f(-__-“)


kami pun memutuskan untuk makan Bakso Solo di dekat rumah (ndak deket sih… kami naik motor kok…).
Aba dan Iba berboncengan mengikuti saya dari belakang menuju Bakso Solo.
Dalam suasana yang dingin di lingkungan rumah saya, dibungkus jaket masing-masing (kecuali Iba yang cukup tegar berkeliling tanpa jaket), saya dan Aba pesen yang anget-anget buat minum,

kontak si Iba
si Aba kemudian berkata bahwa dia ingin makan martabak, sehingga dia dan Iba kemudian meninggalkan sang meja berduaan bersama saya,
si Iba dengan santainya meninggalkan kontak motornya di atas meja, dan membuat saya geleng-geleng kepala atas kecerobohan si Iba f(-__-“)
dengan bermaksud baik supaya ndak ketinggalan nantinya, saya ambil kontaknya dan saya masukkan ke tas saya (eh suer lho saya itu bermaksud baik, dan saya berniat bilang ke Iba kalo kontaknya saya bawa, tapi ternyata saya lupa bilang ke Iba),
saat akan pulang, saya berjalan keluar duluan dan terheran-heran kenapa mereka nginceng kesana kemari ke kolong kolong meja,
Iba pun mendekati saya dan bertanya, liyat kontak motorku gak?”
Saya pun baru ingat bahwa saya emang sedang membawa kontak tersebut, dan saya pun berkata enteng, liyat…
Iba pun kedap kedip liyat saya, dan saya pun menjawab lagi, kan kumasukin di tasku,”
Dan Iba masi kedap kedip, sehingga saya bilang lagi, habis tadi kamu tinggal diatas meja sih…
Dan Iba pun menjawab lagi, “…mau kucium gak?dengan ekspresi datar,aku tu udah bingung tau ndak sih? kukirain ilang! Bilang dong kalo kontaknya dibawa! Aku udah khawatir banget tadiiii!
Suer saya ngakak liyat wajahnya saat itu, xixixixixi XD
Suer saya nyesel karena sedang gak camera-ready saat itu :p

helm si Aba

Cerita berlanjut dengan mereka yang tiba-tiba langsung ninggalin saya ke tukang martabak, sehingga saya pun kembali geleng-geleng dan menganggap mereka lagi marah sama saya gitu, makanya saya ditinggal,
Dalam hati saya heran kenapa mereka kok ya gak sadar kalo kunci rumah kan ada di saya, jadi mau mereka ninggalin saya sampe mereka berubah jelek pun juga ndak akan bisa masuk rumah :p
Konyolnya, helm si Aba pun ketinggalan di motor saya, dan saya berani taruhan dia ndak sadar bahwa si unyu itu (si helm-nya, bukan empunya helm) masih nangkring dengan indahnya di kaca spion motor saya
Saya pun menyusul mereka (yang akhirnya berhenti beberapa meter di depan saya, dan keliatan berdebat, dan saya tahu bahwa si Aba pasti baru sadar kalo helmnya entah kemana) sambil positive thinking bahwa mereka pada akhirnya mau nungguin saya,
Dan saat inilah Aba baru sadar bahwa dia gak bawa helm, “Helm-ku tadi lupa, dimana ya?”
Saya pun dengan santainya menunjuk ke cantolan di motor saya,Nih! Duh kalian ini ya, suer deh, lupanya itu lhoo…

Kami pun pergi ke warung ayam bakar, buat beli suplai makanan untuk sahur besok pagi,
Mereka berdua pun menyebut saya Sandy karena saya ogah ngelepas helm yang sudah menempel manis di kepala saya, dan tetap memakai helm tersebut buat pesen ayam, bayar di kasir dan membawa ayam tersebut ke motor,
Saat itulah Iba bertanya, Kok gak ada yang mengmention aku di twitter ya?
Dan Aba pun menimpali,Lhah kan biasanya yang ngemention kamu di twitter aku sama Sandy kalo kita pas barengan gini, males ah twitteran!

hape android saya

Singkatnya, kami pun akhirnya pulang juga,
Setelah memasukkan motor kami ke dalam rumah, kami pun segera sibuk dengan keperluan kami masing-masing, dan saat itulah saya sadar bahwa hape android saya raib,
Eh whaaaaatttt???!!
Saya ingat bahwa terakhir kali saya sadar bahwa hape saya nempel di diri saya adalah saat saya beli Bakso Solo tadi,
Dan saya pun langsung bereaksi pada Iba yang ada di depan saya, Ibaaaaa… hapekuuu…
Iba berkata datar (suer datar, gak ada khawatir-khawatirnya gitu), “Knapa hapenya?”
“hapeku gak adaaaa….!!!”
“……………..”
“hapekuuu, kayaknya ketinggalan deh…”
“cari dulu dong,”
“ndak ada nih… suer gak ada.. pasti ketinggalan deh…”
“cari dulu yang bener…”
“lhayaituuuu ndak adaaa!!!... Ibaaa… anterin dong balik kesana, kayaknya ketinggalan disana dehh..!! ayo anteriiiinn…!!!” (mulai frustasi karena ada beberapa data penting di dalam android tadi)
“mau kemana sih?”
“balik ke sana…!!”
“sana mana??”
“ke soto tadi itu Ibaaaa…!!! Anteriiiiinn…!!”
“SOTO?!”
“iya sotoooo!!”
“soto apaan? Yakin kita tadi ke soto?!”
“eh?!”
“kayaknya kita tadi ke bakso deh…”
“eh oh iya deh ke baksoo sanaaaa…!!! Ayo Ibaaaa!! Anteriiiiinn!!!”
“heh! Dicari dulu yang bener, tanya dulu kek sama kita,”
(dan disinilah saya baru sadar bahwa si Iba dan Aba sudah keliatan nahan ketawa) “eh…?”
“tuh hape androidmu dibawa si Aba tuh!! Makanya tho hape itu jangan ditinggal-tinggal..!!” (ah… impas deh.. habis saya tadi ngomelin mereka sekarang mereka ngomelin saya)

Saya sama mereka itu emang isinya bertengkar, berbeda pendapat, dan berdebat, ya ada sih damainya, tapi sepadan lah jumlahnya sama tiga yang tadi,
Dan ternyata emang kalo kami  sedang sama-sama artinya kami sedang mengalami penurunan IQ sebanyak setidaknya 50 poin, terbukti tak satupun dari kami segera sadar bahwa kami dengan ceroboh kehilangan benda kami (yah baiklah, saya yang paling heboh, jadi mungkin penurunan IQ saya paling banyak diantara mereka, soalnya insyaAllah IQ saya bukan yang paling rendah *ditimpuk rainbow cake*), tapi bagusnya adalah, kami masih bisa saling menyelamatkan satu sama lain, dan saling menipu satu sama lain (sepertinya) :p

Jadi itu sahabat apa musuh sih?
gak jelas deh…
f(-__-“)
--------------------------------------------------------------------------------
NB: buru buru matiin lepi sebelum si Iba nginceng, jadi maaf kalo bahasanya masi awut awutan :p
NB: diposting setelah lupa mosting selama lebih dari 10 hari dan mulai diancam sama Iba :p
homesweethome @ Malang, 250712

8 komentar:

  1. bwahahahahaha ngakak guling2 :LOL

    BalasHapus
  2. yah.. saya bakal kangen mereka kalo udah pada lulus ntar ri XD

    BalasHapus
  3. salaaaah
    jadi si aba dan iba duluan dari warung soto eh bakso itu adalah untuk ambil martabak, bukan karena ngambek
    erasaan mereka uda pamit deh, siennranya aja kali yang ga denger
    *dilempar martabak*

    dan ya, si Iba itu, bingung kontak motornya ilang adalah karena itu motor pinjeman, kalo motornya sendiri sih gpp, dia gampang tanggungjawabnya, masalahnya itu motornya oraaaang!:D

    BalasHapus
  4. oh.. jadi kamu bilang ke aku waktu itu?
    *disawat helem*

    aku tau kok kalo Iba minjem motor, makanya kamsudku waktu itu tuh menjaga supaya motor itu baik-baik saja gitu, ternyataaa...
    ohohohoho XD

    BalasHapus
  5. eeeeeeeeeerrrrrrrr aq baru balik lagi ke blog, jd baaru baca, gomen ne.... secara isi, readers MOHON JANGAN SEPENUHNYA PERCAYA pada apa yg tertulis diatas!!! XDDD

    BalasHapus
  6. kok bisa lhooo...
    wong emang itu yang terjadiiii!!! ih kau membuat mosi tidak percaya aja sih
    f(-__-")

    BalasHapus

terima kasih sudah membaca, have a good day!

siennra

Foto saya

I am Enneagram type 7 with ENTP, highly imaginative, lots of flight of ideas, yield many hobbies and skills, and unsurprisingly extraordinary. Yes, why do people even bother to define themselves as ordinary while every soul is downright created as extraordinary? :p