There are people in this world whom you treasure so much because of their ability to understand you, regardless how many lightyears are spent with you not seeing each other.
Tampilkan postingan dengan label yang kusebut kenangan :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yang kusebut kenangan :). Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Mei 2016
Selasa, 18 Agustus 2015
Bangkok, Smile to Me
Unpredictability is the charm of future life while wisdom is the charm of past life.
Rabu, 21 Januari 2015
Ten Years with You
How come, just how come we’re still able to do all the same silly things like when we’re ten years younger?
So this is a tribute for you, let’s count it as anniversary for knowing each other for ten years.
Banzaai!
---
Ten years,
you know, ten years.
We’ve been
fooling around for ten years!
Can you
mention again how old we are right now? LOL
Something has
been bugging my mind since the last time we met and laughed equally hard while
watching a drama of father and son partnership, then drooling over a samurai
movie.
Yes yes, you’re
drooling, I was not.
(then a blade
is flying together with a frying pan)
Senin, 03 November 2014
Flashback
Kadang,
Kangen sama mereka.
Kangen cara mereka (maksa) membuat saya ketawa lagi.
Kangen cara mereka knocking in some sense in my head.
Kangen cara mereka melihat kenyataan dengan cara yang aneh, tapi benar.
Dulu kami bertengkar, rame, kadang saling menyalahkan, kadang melewati batas bercanda dan bertengkar beneran.
Tapi karena mereka ada, saya baik-baik saja saat saya pikir saya akan kenapa-kenapa.
Ne, ano toki wa hontoo ni samishi deshita. Dakedo, kono hito tachi ga itta ra, atashi wa daijoubu datta. Kono hito tachi no okage de.
Senin, 23 Juni 2014
Aku, Ibu, dan Juni 2014
Tidak ada
yang lebih tidak saya sukai di dunia ini daripada kepercayaan yang dihancurkan.
Ini adalah cerita spontan yang saya
alami pada periode 17 Juni 2014 sampai dengan 23 Juni 2014.
“Sudah
selesai kah?” tanya ibu saya pagi ini, 23 Juni 2014.
Dengan poker
face dan ketap ketip saya menelengkan kepala dan kemudian mengerutkan dahi.
“Marahmu,
sudah selesai?”
Saya tertawa
kecil mendengar ibu saya bertanya demikian, “… yah…”
“Oke, yuk
dibahas,”
Sambil melet,
saya pun akhirnya bersedia untuk bicara tentang penyebab kemarahan saya yang
memuncak dengan agak kurang ‘wajar’ (kata ibu saya). Beliau berkata demikian
karena kemarahan saya sempat bocor di Facebook, sementara selama ini tidak
pernah sampai segitunya.
(padahal di
twitter kata teman saya semacam rapuh porak poranda alias rapopo alias tidak
apa apa)
Kepada ibu,
saya bercerita semuanya. Mulai dari mimpi buruk yang saya alami satu setengah
bulan yang lalu (yang ternyata definitely
adalah pertanda), kemudian ‘Suggestion to Follow’ di Twitter (yang sepertinya
fitur ini lebih ‘indigo’ dari kelihatannya :p), sampai dengan telepon yang saya
terima pada hari Selasa, 17 Juni 2014 sekitar pukul setengah empat sore.
Saya ceritakan
alasan kemarahan saya dengan sejujur-jujurnya. Diatas segalanya, kemarahan saya
disebabkan karena bohongnya seorang yang sungguh-sungguh saya percayai. Rasanya
sulit bagi saya untuk percaya bahwa kepercayaan saya padanya berujung pada kondisi
yang seperti saat ini. Saya akui pada ibu, sebelumnya saya selalu percaya bahwa
ia adalah orang yang baik dan honest,
sehingga saat saya menemukan hal krusial yang ia belokkan, saya pun marah.
Saya merasa
kepercayaan saya dikhianati.
Saya sih
tidak terlalu mempermasalahkan soal ending (ya masalah sih, tapi tidak ada
apa-apanya dibanding dibohongi selama sebulan lebih), tapi janganlah
mengkhianati kepercayaan saya. Pada dasarnya saya berhak tahu sejak awal, tapi
entah kenapa, entah bagaimana, ia yang saya percayai, justru bertindak
sebaliknya.
Satu sisi
yang lain adalah saya marah pada diri saya sendiri karena tidak bisa
mempergunakan petunjuk di sekeliling saya dengan benar. I should have known, kata saya berkali-kali pada diri saya sendiri.
Seharusnya saya lebih percaya pada logika saya dibandingkan hal lain yang saya
rasakan di muka bumi ini.
Ibu saya pun
berkomentar, “Tapi logikamu itu kadang membuatmu jadi orang kejam,”
Haha, memang
sih, saya kejam. Saya bilang pada ibu bahwa sahabat saya bilang, curse yang saya keluarkan terlalu sadis
dan saya harus istigfar.
Saya pun
bilang pada ibu, bahwa seorang sahabat saya yang lain bilang seperti ini, “Understandable
kok kau marah sampai ke taraf seperti itu. Yah semua bahkan bereaksi sama
sepertimu. Aku sih mau-mau aja lempar ban serep (yang saya suruh nambahi bom
ala kuciang) ke alamat dia, secara alamatnya deket sama alamatku disini, tapi kamu
bukan orang yang bisa sungguh-sungguh berharap keburukan bagi orang lain lho… You
will forgive, I know that,”
Plus komentar
dari sahabat saya yang lain, “Been there. Damn hurt. Kau emang lagi apes. Let it go lah…”
Intinya,
semua orang terdekat saya bilang bahwa pada akhirnya saya akan memaafkan,
karena biasanya saya tidak tahan memiliki emosi negatif terlalu lama (baca: biasanya
sebentar tapi intensitas tinggi, katanya).
Ibu saya pun
ngakak mendengar cerita saya. “Terus, kasi tau ibu dong, hikmah apa yang kamu
dapat sekarang?”
“Orang Jawa adalah yang terbaik?” adalah
komentar pertama saya sambil ketap ketip dan garuk-garuk kepala. Tapi dengan
segera saya menambahkan, “Ndak juga sih, semua orang pada dasarnya baik. Tidak ada
seorang pun di dunia ini yang bisa meminta ingin lahir di mana dan ingin orang
tua seperti apa. Itu bukan alasan untuk memberi judgement ke orang lain,”
“Terus?”
“Setiap
kesalahan itu ya bawaan orangnya sendiri-sendiri. Hidup itu isinya cuma pilihan
dan konsekuensi,” kata saya sambil nyengir.
Ibu pun
tertawa kecil sambil menambahkan, “Ndak lah… isinya juga bisa usaha,”
Saya mengangguk,
“Iya. Paling tidak, dengan percaya sama dia, aku sudah berusaha semampuku. Paling
tidak, aku ndak bakalan lebih menyesal daripada kalau aku ndak ngapa-ngapain,”
Ibu ikutan
mengangguk, “Terus, apa isi doamu sekarang?”
“Semoga
kebenaran yang tersembunyi bakal terungkap. Semoga hal-hal yang terbelokkan
bakal terluruskan. Semoga yang benar akan tetap benar, dan semoga yang salah
diberikan kemudahan,”
Ibu saya agak
kaget, “Hah? Kemudahan apa?”
Sambil memasang
muka serius saya menjawab, “Kemudahan bertemu dengan karma,”
“Ya ampun,
sudahlah, semakin kamu memberatkan yang sudah lewat, semakin langkahmu
terbebani lho nduk,”
Saya menghela
napas sambil mencucu, “Habisnya, enak aja dia dengan entengnya bohong gitu. Aku
lho disini percaya bahwa dia orang yang baik,”
“Maafin saja
lah…”
Dengan keras
kepala saya pun menjawab, “Hah? Enak banget? Dia bohong sebegitu lama dan aku
disuruh memaafkan gitu?”
Ibu saya
menghela napas, “Ya sudah, ndak usah dimaafkan juga gakpapa, tapi…”
“Tapi…?”
“Pernah ndak
kamu mikir hal seperti apa yang dia alami disana? Apa alasan dia membohongimu? Kenapa
dia harus bohong? Apakah murni keinginannya sendiri?”
Saya agak
melongo, tapi ibu saya melanjutkan dengan serius.
“Kamu tu
bukan orang yang bodoh lho. Kamu tahu alasan kenapa kamu percaya dan kenapa
kamu tidak percaya. Alasan kepercayaanmu ke dia kurang lebih adalah karena kamu
tahu dia orang yang baik kan?”
“Iya sih,
tapi bisa saja itu akal-akalan dia biar aku percaya kan?” protes saya.
Ibu saya
mengangguk, “Memang. Tapi gimana kalau dia aslinya memang sebaik yang kamu tahu
tapi dia terpaksa bohong sama kamu?”
Saya tertawa,
“Tetep aja, bohong ya bohong,”
“Menurut Ibu
sih, pasti ada alasannya, dan Ibu yakin kalau kamu bisa meredakan marahmu, kamu
tahu apa yang Ibu maksud... Kadang-kadang ya nduk, ada kebenaran yang memang tidak
akan pernah terungkap. Bukan karena itu bukan kebenaran, tapi itu hanya sekedar
jalan untuk kebenaran lain yang lebih besar,”
Dengan keras
kepala saya protes lagi, “Tapi aku masih marah,”
“Iya keliatan
jelas kok (dan saya nyengir waktu ibu bilang ini). Tapi seperti yang dibilang
temen-temenmu, kamu bakal memaafkan, entah kapan. Kayaknya sih ndak lama, eh ya
ndak tau sih, kamu tu kadang aneh dan ndak bisa ditebak (aih… ini ibu saya yang
bilang lho). Yah, apapun lah, mau kamu tetep marah atau mau maafin pun, yang
jelas, yang sudah selesai ya sudah, ndak bisa kamu bawa kemana-mana lagi. Ibu yakin,
kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kedepan,”
Setelah diam
mencerna kata-kata ibu, saya menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan
keluar. Dua pertiga amarah saya menguap saat saya berbincang dengan ibu saya
(walaupun saya mungkin tidak mengakui sih ke ibu).
Semoga yang
benar akan terungkap. Semoga yang benar akan dimunculkan. Semoga yang
salah-salah akan tenggelam dengan cara yang damai. Semoga semua hal benar yang
terbelokkan akan terluruskan kembali dan dunia akan paham apa yang sebenarnya
terjadi.
Saya sih ndak
mau berubah, akan tetap all out dalam
segalanya. Saya sudah belajar sejak bertahun-tahun silam bahwa menyesal karena
gagal masih selalu lebih baik daripada menyesal karena tidak melakukan apa-apa.
(ditulis
sambil reminiscence tentang hal yang
saya alami sejak Maret hingga Juni 2014 sambil ditemani lagu instrumental
favorit saya FALLING DOWN (by Shoji Meguro). Kemudian buru-buru mandi dan
berangkat ngampus :p)
Selasa, 17 Desember 2013
Year End Story of Me
Dua ribu tiga belas ini….
LUCU.
Dalam artian harfiah!
#ngakak
Seperti halnya tahun yang lalu,
tahun 2013 ini dibumbui dengan kencur, kunir dan jahe, yang artinya manis asem
pedes.
Tinggal tambah garam jadilah
asin sekalian.
Oh ya, dan sepertinya kencur itu
ndak manis :p
Kalau diminta dari sebelah mana
saya harus bercerita, maka saya sebaiknya mulai dari bercerita perubahan yang
terjadi pada saya selama tahun 2013 ini jika dibandingkan dengan 2012:
- Jarang sekali ngeblog, alasannya adalah tugas yang menggerumbul seperti semut nggerumbuli gula sehingga sebagian besar ide cuma menjadi transient flora. Yah, bener juga, saya gulanya. Manis… #eh... Karena alasan ini pulalah maka ‘kaleidoskop’ ini sudah muncul di tanggal sekian, selak ngglutek ngubengi kerjaan :p
- Berkurangnya sebagian besar leisure time menjadi working time. Secara, kuliah (alhamdulillaah) sudah selesai, maka tidak ada alasan mangkir dari kerjaan.
- Kehilangan beberapa sahabat yang tahun kemarin sangat dekat sekali, karena nyaris tidak punya waktu untuk main sama-sama lagi. Kemudian tertawa miris menonton Devil Wears Prada dimana terdapat satu frasa ‘kabari aku kalau hidup pribadimu berantakan karena itu artinya kau berhak dipromosikan’ #jleb
- Menyadari bahwa orang yang kita benar-benar kita percayai bisa berbalik menjadi duri dibalik lidah. Padahal saya sudah sikat gigi.
- Menjadi jauh lebih tidak mudah galau soal ‘calon’ soalnya sudah punya ‘definisi lengkap’ soal calon-calon dimuka bumi ini. Calon apa? Yah, silakan isi sendiri deh, bisa calon legislatif, bisa calon presiden, bisa calon walikota, bisa hair and calon, dan sebagainya :p
Nah kemudian apa persamaan tahun 2013 ini dengan tahun 2012 kemarin?
- Masih sering galau kalau pasien datang ke praktekan dan bertanya harus bayar berapa. Lebih tertarik untuk tidak menentukan tarif sendiri. Any suggestion?
- Masih sering lebih suka tinggal di rumah daripada berangkat ke tempat praktek malam harinya. Alasannya sudah kepingin tumbang setelah ngglutek di kampus dan atau rumah sakit dari sekitar jam setengah 8 sampai minimal jam dua atau tiga sore. Ngapain aja saya disana? Ya, itu… mencari sesuap berlian…
- Sama seperti tahun kemarin, saya masih dosen biasa, belum jadi profesor. Mohon tidak protes karena setahu saya setiap orang berhak bermimpi setinggi-tingginya *kalem*
- Masih dalam tahap nabung buat beli rumah sendiri. Semoga segera terealisasikan, amiiiinnn…. Yah, daripada bagus-bagusan gadget mending cari rumah dong, buat tempat tinggal sendiri dan investasi. Dan lagian… umur segini masih nguber gadget? :p
- Hingga saya menulis ini, ternyata belum ketemu jodoh, hahahaha :D. Kemudian sempat diprotes temen soalnya terkesan menggampangkan soal jodoh. Sebenarnya bukan menggampangkan sih, tapi membagi porsi pikiran supaya muat dimasuki banyak hal lain yang juga perlu dipikirkan :)
Progress baik yang sudah saya
capai saat ini dibandingkan tahun 2013 adalah:
- Skill nyopir sudah jauh lebih bagus daripada dulu. Soalnya sekarang lebih khawatir mbeseti libom daripada dulu.
- Belajar menghadapi berbagai macam orang yang mungkin tak seperti harapan kita. Yah, sebel-sebelnya mungkin masih ada, tapi sudah jauh lebih berkurang daripada yang dulu.
- Lolos tiga modul IC3! Horeeee :D
Hal paling menyenangkan yang
saya dapatkan tahun 2013 ini adalah:
- Mendapat predikat Cumlaude untuk kuliah magister. Kalau saya pribadi sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan soal predikat, tapi saya tahu orang tua saya berharap banyak pada saya soal predikat itu. Dulu waktu S1, indeks prestasi saya 3.50, sedangkan predikat Cumlaude untuk S1 minimal 3.51. Yah, begitulah rasa anehnya :p
Hal paling terkenang yang saya
dapatkan di tahun 2013 ini adalah:
SEMINAR HASIL PENELITIAN S2.
Hahahahahaha XD. BOLD MERAH!
Sudah macam sinetron saja waktu
itu XD. Seumur-umur, baru pertama kali itu saya menjalani ujian yang nyaris
tidak bisa menjawab sama sekali dan berada pada posisi bahwa apapun penjelasan
saya akan tetap disalahkan oleh penguji ‘yang itu’.
Tapi Allah memang Maha Memberi,
Allah memberi saya kesempatan untuk tetap mendapatkan apa yang sudah digariskan
untuk saya.
Saya menjadikan seminar hasil
versi horror itu sebagai cerminan, bahwa tak ada mahasiswa yang ingin berada
pada posisi saya saat itu. Maka saya, sebagai seorang dosen, juga takkan pernah
boleh menaruh mahasiswa pada posisi tersebut. Meskipun saya sebenarnya heran
juga, apa sih nikmatnya ‘membantai dan memutilasi’ mahasiswa? Bahagiakah dia?
Hanya Allah yang tahu…
Semoga saya segera jadi
profesor. Amiiiiinnn…. (doa ini bisa berhubungan dengan insiden tersebut dan
bisa juga tidak, tergantung dari sisi mana melihatnya :p)
Ah ya, dan tesis saya tentang
tipes. Kemudian tidak sampai seminggu setelah seminar hasil itu, saya tumbang
karena tipes sampai tidak masuk kerja hampir seminggu. Hahahahaha XD
Hadiah terindah dari Allah tahun
2013 ini adalah:
Kesehatan yang alhamdulillaah
masih melekat pada saya, ayah dan ibu saya serta adik saya. Tidak ada kata-kata
yang cukup untuk menggambarkan rasa syukur saya tentang hal ini. Saya yakin
semua orang pasti sudah mengerti :)
Pelajaran terbaik yang saya
dapatkan di tahun 2013 yang tidak saya dapat di tahun 2012 adalah:
Semua orang memiliki
kepentingannya masing-masing dan gesekan antar kepentingan akan muncul dengan
sendirinya saat berbagai macam individu membentuk sebuah populasi. Persamaan
habitat dari individu yang berbeda bisa memunculkan sifat saling menjatuhkan.
Tak jarang, individu yang sudah punya habitat sendiri akan nempil habitat
tetangganya, semata-mata untuk merasa aman, semata-mata untuk eksis.
Namun pada akhirnya, kita tak
bisa jadi individu yang bukan kita, seperti Matahari takkan pernah jadi Sirius
atau Aldebaran. Setiap orang akan bersinar dengan sinarnya sendiri-sendiri, dan
saat orang lain memadamkan sinarmu, maka anggap saja dia sudah dekat dengan Black
Hole makanya butuh cahaya (silakan interpretasi sendiri apa maksudnya) :p
Saat kau dipadamkan, maka bersinarlah
lagi. Gampang kan?
Quote favorit tahun 2013:
“… karena pada akhirnya,
Tuhan-lah yang menilai, bukan manusia,” kata kakek saya.
Harapan saya untuk tahun 2014
nanti adalah:
- Ketemu jodoh. Bukan galau, cuma merasa sudah waktunya ketemu. Amiiiinn…
- Bisa beli rumah. Syukur-syukur kalau bisa beli kontan atau mendekati kontan :p.
- Bisa sekolah lagi. Syukur-syukur kalau bisa S3, kalau ndak bisa ya spesialis atau fellowship. Wajib cari beasiswa nih…
- Ke tanah suci. Syukur-syukur kalau ada rejeki bisa naik haji. Kalau ndak bisa ya umroh dulu ndakpapa deh, yang penting kesana :)
- Naik pangkat! Hehehehe :D. Harus kesampaian sebelum berangkat sekolah lagi.
- Memperbarui blog ini, ingin saya ganti namanya menjadi 'THE SECOND QUEST', karena semakin tahun ini mendekati akhir, semakin saya sadar bahwa menjalani hidup ini mirip seperti menyelesaikan quest demi quest yang saya dapatkan saat main mmorpg.
Yah, sepertinya itulah yang menjadi rangkuman saya tahun ini. Tahun ini tidak se-chitato tahun 2012, malah banyak flat (dan dikomentari ortu soal ke-flat-an saya yang agak berlebihan), semacam euphoria karena sudah melalui 2012 :p
But that's that.
Selamat tinggal 2013, ku akan melangkah menuju tahun depan yang lebih baik tanpa melupakanmu :D
Kamis, 17 Oktober 2013
Dear Gray
Dear Gray,
Sudah lama ya kita sama-sama,
Hampir lima tahun lho...
Berkat kamu, aku bisa belajar
banyak,
Berkat kamu, aku bisa lebih
mandiri,
Berkat kamu, aku gak kehujanan
lagi...
Dulu, aku pernah bikin kamu
beret panjang gara2 kecantol pagar rumah,
Maaf ya...
Waktu itu aku barusan sebulan
dapat SIM A, hehehe..
Pasti kamu ngakak juga kalau
ingat bahwa sampai dengan tiga bulan setelahnya, aku trauma dan gak mau nyetir
:p
Waktu itu, akhirnya aku mau
nyetir lagi karena bapak ibu berangkat haji dan adek berangkat bedol desa,
Sementara aku harus jaga malam
di IPD...
Karena parno, akhirnya mau gak
mau kamu kubawa ke RS..
Tapi berkat itu pula aku jadi
berani nyopir lagi..
Yang lumayan parah juga adalah
pas kamu kecantol di terusannya Jl Gribig...
Kau sampai peyok banget waktu
itu...
Maaf ya... aku gak lihat ada
pembatas jalan di sebelah kiri T.T
Mau minta maaf juga aku juga
sempat memeyokkanmu pas nyenggol spion orang yg lagi parkir...
Maafkan..
Untunglah ada ketok magic yang
dengan sihirnya bisa membuatmu tampan kembali :D
Setelah itu, kamu gak pernah
peyok lagi kok, ingat kan?
Yah.. cuma beberapa beret saja
sih :D
#malu
Dulu, aku sering males nyuci
kamu, sampai mbladus jelek dan makin abu2 mendekati putih..
Maafkan ya Gray...
Tp entah bagaimana setelah bapak beli
panther baru dan kamu harus tidur di luar garasi aku malah sering nyuci kamu...
Entahlah, rasa sayangku sama
kamu jadi berlipat-lipat justru setelah kamu ndak bisa tidur di garasi lagi...
Seringkali, kamu jadi teman saat
aku mengalami hal-hal tidak menyenangkan,
Nyopir sendirian bersamamu, jadi
salah satu cara mujarab untuk menghibur diri sebelum kembali ke peradaban.
Terima kasih sudah jadi
pendengar setiaku saat aku nyanyi pakai suara sumbang...
Dear Gray,
Seandainya kamu mobil dengan AI
kayak di pilem2, aku pingin ngupgrade kamu biar selalu uptodate...
Tapi...
Sepertinya skrg saatnya aku
melepas kamu pergi.
Pemilik barumu, insyaAllah akan
sama sayangnya sepertiku, kalau bukan malah lebih sayang sama kamu daripada
aku.
Beliau baik sekali... jadi aku
tega melepasmu karena aku tahu beliau ndak akam menyianyiakanmu,
Dear Gray,
Aku banyak belajar darimu,
Aku jadi sensitif soal mendengar
dan merasakan setiap suara dan getaran,
Aku belajar manajemen sebuah
mobil,
Dan aku belajar cara nyopir yang
baik
Kamu cinta pertamaku soal
mobil..
Dan selamanya bakal selalu
kukenang saat kamu masih disini bersamaku..
Semoga kamu ndak pernah rewel
dan selalu disayang, siapapun pemilikmu setelah ini,
I really love you.
---
With all the love possible,
Siennra.
Written on the driver seat of
Gray for the very last time, 9 October 2013, 5.40pm
---
Sabtu, 31 Agustus 2013
Aku Pernah Dibully
Sejenak setelah re-run 35 Years Old High School Student, saya jadi
ingat bahwa hal yang serupa juga pernah terjadi pada saya. Walaupun tingkat
keparahannya sama-sekali tidak sebanding dengan yang saya lihat di drama
tersebut sih...
Pembullyan nampak sangat memprihatinkan
bagi sebagian besar orang. Mereka yang menonton sinetron atau drama pembullyan akan berkeluh kasihan dan
berkaca-kaca, disertai hati mereka yang mencelos. Tapi segala perasaan itu
takkan sebanding dengan apa yang dialami oleh korban bully.
Saya mungkin
tampil sebagai orang yang ketawa-ketiwi ngalor-ngidul, bersikap enteng dan agak
tidak pedulian. Orang mungkin melihat saya sebagai orang yang selalu beruntung
dan tidak pernah susah.
Maka, bacalah
tulisan ini.
Senin, 22 Juli 2013
Juli 2011 - Juli 2013
“Sejuta cerita,” adalah satu-satunya kalimat yang bisa menggambarkan apa
yang terjadi dalam rentang waktu itu,
Sekian banyak tawa, sekian banyak kekecewaan, sekian banyak pertemuan
dan sekian banyak perpisahan, semua terangkum dalam dua tahun penuh warna
selama saya kuliah magister,
What the? Saya kuliah magister bukan untuk cari masalah
tapi…
Tapi kenyataannya memang banyak permasalahan yang muncul, dan bukan
hanya sekedar banyak,
Banyak sekali, ehehehe XD
Dua tahun sekolah magister, saya disuguhi sekian banyak macam manusia
yang bahkan lebih variatif dibanding dua puluh tiga tahun saya hidup,
Tanpa saya sadari, justru yang banyak saya pelajari bukannya masalah
materi perkuliahan (karena perkuliahan saya amat sangat membahagiakan, hohoho),
tapi bagaimana terus hidup dan terus tersenyum apapun yang terjadi,
Kenapa?
Karena permasalahan akan terus muncul, terus dan terus, dan selama kita masih bernapas maka masalah itu akan selalu ada,
Karena permasalahan akan terus muncul, terus dan terus, dan selama kita masih bernapas maka masalah itu akan selalu ada,
Tinggal bagaimana saya menghadapinya :)
Bisa dibilang, selama tahun 2012, saya seperti kitiran, muter sana-muter
sini, mencari tempat dimana saya harus berpijak, mencari rasa aman dan rasa
terlindungi, menjauhkan diri dari rasa khawatir dan takut kehilangan,
Uniknya, selepas tahun 2012 saya menemukan bahwa saya sudah berpijak di
tempat saya ingin berada, dan saya sadar bahwa tak ada yang lebih bisa membuat saya merasa aman dan
terlindungi, selain diri saya sendiri,
Well, to tell you the truth, ada harga yang luar biasa mahal yang harus
saya bayar demi melewati 2012,
Harga yang tak semua orang tahu karena saya selalu ketawa ketiwi ngalor
ngidul, ahahaha XD
Jangan ditanya, karena bakal butuh SATU BLOG SENDIRI buat menjelaskan
apa yang terjadi sejak 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2012 *halah, lebay*
Nope, seriously, kalau ditanya kapan saat-saat tersulit dalam dua
puluh lima tahun hidup saya, itu adalah sepanjang tahun 2012 :’)
Heran juga kok saya masih hidup setelah sempet jadi butiran debu *heh*
Dan ternyata saya masih punya LIVER lho sodara-sodara, hehehehehe XD
Setelah 2012 yang penuh konflik, saya menemukan diri saya menjadi
beberapa tingkat lebih dewasa dibandingkan tahun 2011,
Dan saya pun sadar, mungkin karena saya yang tahun 2011 ‘masih seperti
itu’-lah, sehingga saya pun dipisahkan Tuhan dari salah satu mimpi terindah
yang pernah saya punya,
Dengan cara yang mengenaskan pula, ahahaha XD
Etapi toh sekarang saya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala :p
2013, saya akhirnya sadar kenapa saya mengalami segala macam hal di 2012,
kenapa saya dihadapkan pada sekian banyak orang yang bermacam-macam, kenapa
saya diharuskan melalui fase-fase yang saya sama sekali tidak suka,
Itu semua karena hidup saya baru saja akan dimulai,
The real one, on my
own,
Dua tahun yang lalu, saya ingat pernah bertanya pada saudara saya,
“Gimana caramu terus tersenyum?”
Dan dia menjawab agak kebingungan, “Itu… lirik lagu?”
*ngakak*
Yah, sekarang kalau saya lihat kembali sih… iya sih ya… itu kalimat kok
berasa kayak lirik lagu ya? *ngakak*
Dulu saya selalu berpikir bahwa orang lain-lah yang merubah saya,
Dan memang, ada beberapa orang dalam kehidupan saya yang memiliki andil
besar dalam pembentukan kepribadian saya yang terus berubah sejak saya masuk
kepala dua,
Seumur hidup, saya berhutang budi pada mereka, karena seandainya tidak
ada mereka, tidak akan ada saya yang sekarang ini,
Hanya saja,
Ternyata sebesar apapun, tetap kita sendirilah yang membuat perubahan
terbesar, tentang bagaimana kita memutuskan untuk menanggapi kehidupan dan
segala macam bebatuan yang kita temukan di perjalanan kita menuju akhir…
Dua puluh lima tahun, akhirnya saya sampai di titik ini, sebuah poin dimana
saya sadar bahwa hidup ini indah, bukan
karena semata-mata takdir, tapi karena kita yang memilih untuk membuatnya indah
:)
Oh well… where is my sense of
emergency anyway? I kinda lose it for good…
#np Shooting Star, Owl City
Rabu, 03 April 2013
Ikatan Batin Memang Benar-Benar Ada
Saat saya menulis ini, saya mengalami malam yang penuh tawa,
Lebih tepatnya ketawa ngakak,
Menertawakan diri sendiri kalau detilnya,
Menertawakan keadaan kalau agak lengkapnya,
Tahukah kamu? Yang dinamakan ikatan batin itu ternyata memang
benar-benar ada. Tidak perlu selalu bersama sepanjang waktu, asal ada yang
namanya ketulusan untuk satu sama lain, ikatan batin itu bisa melampaui jarak
dan waktu.
![]() |
| picture from here |
Dengan siapa ikatan batin itu terbentuk? Dengan orang-orang yang dekat di hati kita, bisa keluarga, saudara,
sahabat, orang spesial? Well, ikatan
batin itu milik siapa saja kok, tidak terbatas.
Yang jelas agak lucu saat kita menyadarinya tanpa sengaja, semacam
tetiba ada event dimana mereka tetiba
terhubung dengan kita tanpa kita berharap tentang munculnya kondisi tersebut.
Hihihi…
But trust me, kondisi seperti itu akan membuat kita bersyukur
sekali,
Bersyukur karena ternyata Yang Di Atas masih menjaga mereka,
mengingatkan tentang kita pada mereka seperti kita ingat tentang mereka,
mengisi sedikit waktu mereka dengan ingatan tentang kita, dan membuktikan bahwa
ikatan itu memang benar-benar ada.
Maka dimulailah edisi kangen karena tetiba kita akan teringat betapa
indahnya waktu yang pernah kita lalui bersama mereka dan betapa inginnya kita kembali
ada diantara mereka.
Namun jika memang tak mungkin kembali bersama mereka, toh ikatan batin
itu ada, dan seterusnya akan terus dijaga oleh-Nya,
Asal kita tulus dan asal kita percaya.
Karena Dia Maha Penjaga :)
“Circle me and the needle moves
gracefully, back and forth, If my heart was a compass you’d be north.
Risk it all cause I’ll catch you
when you fall, wherever you go if my heart was a house you’d be home,”
#np If My Heart was A House -Owl
City-
(one of the most beautiful song I’ve
ever heard)
![]() |
| picture from here |
Sabtu, 29 Desember 2012
(maksud saya, multiposting ini adalah) Kaleidoskop 2012
Ide membuat multiposting ini
mencuat saat saya membaca kalender dan menemukan bahwa kalender saya penuh
dengan tanda dan tulisan disana sini.
2012 memberikan banyak sekali
makna dan cerita buat saya, dan saya berpikir, tidak ada salahnya saya merekam
dan merangkum segala hal yang saya dapatkan selama setahun ini dalam sebuah
multiposting. Who knows, suatu saat
nanti hal ini bisa berguna untuk saya ataupun untuk siapapun yang membaca
multiposting ini :)
Warning: multiposting ini
full tentang saya
Januari 2012
Losing.
Siapa sangka di awal tahun saya
justru kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga buat saya? Januari 2012
membanting keras resolusi yang saya buat dan mencabut sejumlah besar rasa
percaya yang saya jaga selama bertahun-tahun. Dan entah bagaimana, saya survive. [baca selengkapnya]
Februari 2012
Consoling
Katanya sih, Februari itu bulan
kasih sayang. Dan itu benar sekali. Ada sekian banyak kasih sayang yang saya
dapatkan di bulan ini. Namun ada satu yang membuat saya paling terharu dan tak
akan pernah terlupakan sepanjang hidup saya. Bukan sekedar sahabat, tapi soulmates. [baca selangkapnya]
Maret 2012
Thanking
Mungkin sudah tidak asing bagi
pembaca blog saya bahwa saya sangat akrab dengan teman-teman sekelas saya di
kuliah S2. Walaupun hanya sedikit, tapi mereka sungguh merupakan
saudara-saudara geje yang saya dapatkan dengan geje, dan dengan gejenya saya
menyayangi mereka seperti dengan sama gejenya mereka menyayangi saya. [baca selengkapnya]
April 2012
Releasing
Dalam diri seseorang ada banyak
pintu. Tapi buat saya, pintu ke masa lalu adalah pintu yang harus saya tutup
dan tidak untuk dibuka lagi. Nginceng gakpapa lah, namun saya harus belajar
menerima kenyataan bahwa waktu tidak akan bisa diputar kembali. Seindah apapun
itu…[baca selengkapnya]
Mei 2012
Smiling
Ulang tahun ke-24 kali ini
menjadi amat sangat istimewa untuk saya. Istimewa dalam banyak hal. Walaupun
waktu sudah mengikis banyak value
dari hari itu, tapi pelajaran dan maknanya akan tetap jelas teringat. [baca selengkapnya]
Juni 2012
Finding
Fakta yang bertolak belakang
dengan keinginan adalah sesuatu yang sulit diterima. Namun jika hal tersebut
adalah benar-benar fakta, maka tidak bisa tidak, saya harus menelan pahitnya
dan menerima hal tersebut. I have an
angel, and I call her ‘mom’. [baca selengkapnya]
Juli 2012
Freeing
Setelah mengalami segala hal
hingga bulan Juni, maka di pertengahan tahun saya memutuskan untuk membebaskan
diri saya sebebas-bebasnya dari segala hal yang membuat saya tidak bebas. Dan
saya pun menyadari ada banyak hal berharga yang sebelumnya luput dari kesadaran
saya. [baca selengkapnya]
Agustus 2012
Realizing
Kadang kita telat sekali
menyadari hal mana yang berharga buat kita dan hal mana yang biasa-biasa saja.
Bulan Agustus memberikan kesempatan pada saya untuk mencoba menjaga hal
berharga yang saya temukan… [baca selengkapnya]
September 2012
Bulan ini adalah bulan yang
paling susah dideskripsikan. Saya mencoba gambling
untuk changing sesuatu, namun entah
berhasil entah tidak, saya belum bisa menentukan hasilnya. Tapi, bulan ini,
seperti halnya Agustus, adalah bulan paling happy
:) [baca selengkapnya]
Oktober 2012
Sacrificing
Apa sih yang saya sacrifice kok sampe sebegitunya? Hehehe…
sebagian besar pasti mengira saya galau karena memberikan label Sacrificing di bulan Oktober. Iya sih
memang saya galau, tapi galaunya kenapa dulu? Ada yang bisa menebak? [baca selengkapnya]
November 2012
Protecting
Secara naluriah, saya cenderung
protektif terhadap orang-orang di sekitar saya. Sedih dan marah rasanya kalau
ada yang menyakiti dan menggagalkan mereka, apalagi di depan mata saya. Kalau
memang tidak suka saya, ya saya aja, jangan bawa-bawa mereka... [baca selengkapnya]
Desember 2012
Believing
Seperti halnya sebuah movie yang memiliki antiklimaks, bulan
Desember juga bersifat sama seperti itu bagi saya. Ada banyak hal yang muncul
sebagai jawaban untuk pertanyaan saya di bulan-bulan sebelumnya. Nice way to end the year :’) [baca selengkapnya]
Nah kalau begini kan semua
memori sudah terdokumentasikan. Okelah, tidak semua, tapi memori terpenting
dari tahun 2012 sudah safe di blog
saya dan bisa saya baca lagi sewaktu-waktu.
Semoga 2013 menjadi tahun yang
lebih baik untuk saya, untuk keluarga saya, untuk sahabat-sahabat saya, dan
untuk siapapun yang membaca tulisan ini.
Life is interesting :)
‘hiduplah seperti kau akan mati besok pagi, tapi percayalah seperti kau
akan hidup seribu tahun lagi’ (Siennra, 2012)
November 2012. Protecting.
November adalah bulan dimana stressor di sekitar saya kembali memuncak,
dan diwarnai dengan denial dari diri
saya sendiri. Sulit rasanya mengakui bahwa penelitian saya sepanjang bulan
Oktober entah bagaimana mengalami kegagalan. Semakin sulit karena saya membawa
dua orang adik kelas bersama saya, dan saya jadi merasa tidak bisa melindungi
kepercayaan mereka.
Tapi semakin sulit lagi saat menemukan bahwa semua itu
terjadi bukan karena kebetulan, melainkan karena memang ada oknum tertentu yang
membuat penelitian saya jadi demikian.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-think you can bring me down?-
Actually i was laughing when i wrote this title,
Very funny,
Yet, veeeery interesting story,
Think we should make it a drama?
Let's give it a title: "i dislike you so i don't want you to succeed,"
Look here, i am laughing,
I mean, oh My God, you really go a very long way just to sabotage me?
Oh my,
You must really care about me,
And i am impressed,
This is the very first time in my life i got someone risking his/her innocence just to make me fail,
Wow,
Look it's reeeally wonderful thing,
I mean, you have some courage, big courage,
Here i am, clasping at you,
Excellent work,
Veeery good indeed,
God i wish i can stop laughing while i am writing this post,
Oh my,
I am so delighted,
Having someone so care about me,
And let me learn that experiment indeed a very risky thing,
You voluntarily made me learn that i have to keep my guard up,
How can i thank you?
If you want me to thank you by stop smiling and (maybe) laughing, you got zero with you bro/sis,
Because it is very funny story we're having right here,
Okay, fine with that?
Well, alright, let's make it straight,
Ehem...
If you want to bring me down so badly, you need to know the key,
The key to make me desperate, you know, not the key to make me failed,
I suppose you think i am going to be desperate?
What? Who? Me?
Come on, stop making me laugh,
Scratch like that will never ever kill me,
Noooo never ever kill me,
It will just make me laugh,
Like this,
So, since you have played the pawn then it is my turn,
I will make you desperate,
By getting what you think i can't get,
Think i will be crying?
Oh please... who do you think you're dealing with?
Some ordinary girls out there?
So I'd like to say that you're miscalculated for taking me as a victim,
Why? Because you're dealing with an extra ordinary girl right here,
A girl that absolutely grows stronger when she failed,
You know, i like to make people who hate me to hate me more,
It is a very interesting mission for me,
Needless to say, i am going to make you hate me more,
By succeed,
So, let me kiss you with all my love i have today,
Because today somebody has made me triple times stronger than he/she thinks i am,
Muach..!! <3>3>
:-*
Very funny,
Yet, veeeery interesting story,
Think we should make it a drama?
Let's give it a title: "i dislike you so i don't want you to succeed,"
Look here, i am laughing,
I mean, oh My God, you really go a very long way just to sabotage me?
Oh my,
You must really care about me,
And i am impressed,
This is the very first time in my life i got someone risking his/her innocence just to make me fail,
Wow,
Look it's reeeally wonderful thing,
I mean, you have some courage, big courage,
Here i am, clasping at you,
Excellent work,
Veeery good indeed,
God i wish i can stop laughing while i am writing this post,
Oh my,
I am so delighted,
Having someone so care about me,
And let me learn that experiment indeed a very risky thing,
You voluntarily made me learn that i have to keep my guard up,
How can i thank you?
If you want me to thank you by stop smiling and (maybe) laughing, you got zero with you bro/sis,
Because it is very funny story we're having right here,
Okay, fine with that?
Well, alright, let's make it straight,
Ehem...
If you want to bring me down so badly, you need to know the key,
The key to make me desperate, you know, not the key to make me failed,
I suppose you think i am going to be desperate?
What? Who? Me?
Come on, stop making me laugh,
Scratch like that will never ever kill me,
Noooo never ever kill me,
It will just make me laugh,
Like this,
So, since you have played the pawn then it is my turn,
I will make you desperate,
By getting what you think i can't get,
Think i will be crying?
Oh please... who do you think you're dealing with?
Some ordinary girls out there?
So I'd like to say that you're miscalculated for taking me as a victim,
Why? Because you're dealing with an extra ordinary girl right here,
A girl that absolutely grows stronger when she failed,
You know, i like to make people who hate me to hate me more,
It is a very interesting mission for me,
Needless to say, i am going to make you hate me more,
By succeed,
So, let me kiss you with all my love i have today,
Because today somebody has made me triple times stronger than he/she thinks i am,
Muach..!! <3>3>
:-*
#np Eyes Open (Taylor Swift)
100% picturing me at this state.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lucu memang, justru setelah selama dua minggu saya mengalami denial, penemuan tentang masalah sabotase ini
malah membuat saya tersenyum. Bagaimana tidak? Sabotasenya dilakukan dengan
amat sangat rapi dan nyaris tidak ada celah yang membuat saya menyadari adanya tersangka alias culprit. Hal semacam itu hanya bisa dilakukan dengan amat sangat hati-hati,
dan tanpa analisis yang jeli, saya tidak akan menemukan hal tersebut.
Siapapun dia yang melakukan hal tersebut pada saya, saya sih bisa aja
memaafkan, toh saya sudah ngulangi lagi dari awal dan alhamdulillah sejauh ini lancar, jauh lebih lancar dari
dulu. Tapi saya tidak bisa memaafkan
dia membuat dua orang adik saya desperate sampai seperti itu.
Kalo memang dia
ndak suka sama saya, kenapa kok pake mbuat dua adik saya ikutan gagal? Kenapa
dia gak lebih canggih sedikit sehingga cuman saya yang gagal sementara dua adik
saya berhasil? Justru kalo saya doang yang gagal sementara dua adik saya
berhasil, mungkin saya lebih lama denial-nya lho…
Yah, saya sih percaya karma itu ada, hehehe…
Ada banyak hikmah yang saya ambil dari kejadian ini. Namun satu hal
yang paling berharga adalah bahwa akhirnya saya memahami bagaimana dosen
pembimbing saya saat S1 dulu menyikapi kekhawatiran saya.
Sekhawatir-khawatirnya saya saat itu, dosen pembimbing saya pasti jauh lebih
khawatir. Terima kasih ya Dok, bersedia membimbing dan menyemangati saya terus
empat tahun lalu :’)
back to Kaleidoscope
back to Kaleidoscope
Langganan:
Postingan (Atom)





