Unpredictability is the charm of future life while wisdom is the charm of past life.
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Agustus 2015
Senin, 23 Juni 2014
Aku, Ibu, dan Juni 2014
Tidak ada
yang lebih tidak saya sukai di dunia ini daripada kepercayaan yang dihancurkan.
Ini adalah cerita spontan yang saya
alami pada periode 17 Juni 2014 sampai dengan 23 Juni 2014.
“Sudah
selesai kah?” tanya ibu saya pagi ini, 23 Juni 2014.
Dengan poker
face dan ketap ketip saya menelengkan kepala dan kemudian mengerutkan dahi.
“Marahmu,
sudah selesai?”
Saya tertawa
kecil mendengar ibu saya bertanya demikian, “… yah…”
“Oke, yuk
dibahas,”
Sambil melet,
saya pun akhirnya bersedia untuk bicara tentang penyebab kemarahan saya yang
memuncak dengan agak kurang ‘wajar’ (kata ibu saya). Beliau berkata demikian
karena kemarahan saya sempat bocor di Facebook, sementara selama ini tidak
pernah sampai segitunya.
(padahal di
twitter kata teman saya semacam rapuh porak poranda alias rapopo alias tidak
apa apa)
Kepada ibu,
saya bercerita semuanya. Mulai dari mimpi buruk yang saya alami satu setengah
bulan yang lalu (yang ternyata definitely
adalah pertanda), kemudian ‘Suggestion to Follow’ di Twitter (yang sepertinya
fitur ini lebih ‘indigo’ dari kelihatannya :p), sampai dengan telepon yang saya
terima pada hari Selasa, 17 Juni 2014 sekitar pukul setengah empat sore.
Saya ceritakan
alasan kemarahan saya dengan sejujur-jujurnya. Diatas segalanya, kemarahan saya
disebabkan karena bohongnya seorang yang sungguh-sungguh saya percayai. Rasanya
sulit bagi saya untuk percaya bahwa kepercayaan saya padanya berujung pada kondisi
yang seperti saat ini. Saya akui pada ibu, sebelumnya saya selalu percaya bahwa
ia adalah orang yang baik dan honest,
sehingga saat saya menemukan hal krusial yang ia belokkan, saya pun marah.
Saya merasa
kepercayaan saya dikhianati.
Saya sih
tidak terlalu mempermasalahkan soal ending (ya masalah sih, tapi tidak ada
apa-apanya dibanding dibohongi selama sebulan lebih), tapi janganlah
mengkhianati kepercayaan saya. Pada dasarnya saya berhak tahu sejak awal, tapi
entah kenapa, entah bagaimana, ia yang saya percayai, justru bertindak
sebaliknya.
Satu sisi
yang lain adalah saya marah pada diri saya sendiri karena tidak bisa
mempergunakan petunjuk di sekeliling saya dengan benar. I should have known, kata saya berkali-kali pada diri saya sendiri.
Seharusnya saya lebih percaya pada logika saya dibandingkan hal lain yang saya
rasakan di muka bumi ini.
Ibu saya pun
berkomentar, “Tapi logikamu itu kadang membuatmu jadi orang kejam,”
Haha, memang
sih, saya kejam. Saya bilang pada ibu bahwa sahabat saya bilang, curse yang saya keluarkan terlalu sadis
dan saya harus istigfar.
Saya pun
bilang pada ibu, bahwa seorang sahabat saya yang lain bilang seperti ini, “Understandable
kok kau marah sampai ke taraf seperti itu. Yah semua bahkan bereaksi sama
sepertimu. Aku sih mau-mau aja lempar ban serep (yang saya suruh nambahi bom
ala kuciang) ke alamat dia, secara alamatnya deket sama alamatku disini, tapi kamu
bukan orang yang bisa sungguh-sungguh berharap keburukan bagi orang lain lho… You
will forgive, I know that,”
Plus komentar
dari sahabat saya yang lain, “Been there. Damn hurt. Kau emang lagi apes. Let it go lah…”
Intinya,
semua orang terdekat saya bilang bahwa pada akhirnya saya akan memaafkan,
karena biasanya saya tidak tahan memiliki emosi negatif terlalu lama (baca: biasanya
sebentar tapi intensitas tinggi, katanya).
Ibu saya pun
ngakak mendengar cerita saya. “Terus, kasi tau ibu dong, hikmah apa yang kamu
dapat sekarang?”
“Orang Jawa adalah yang terbaik?” adalah
komentar pertama saya sambil ketap ketip dan garuk-garuk kepala. Tapi dengan
segera saya menambahkan, “Ndak juga sih, semua orang pada dasarnya baik. Tidak ada
seorang pun di dunia ini yang bisa meminta ingin lahir di mana dan ingin orang
tua seperti apa. Itu bukan alasan untuk memberi judgement ke orang lain,”
“Terus?”
“Setiap
kesalahan itu ya bawaan orangnya sendiri-sendiri. Hidup itu isinya cuma pilihan
dan konsekuensi,” kata saya sambil nyengir.
Ibu pun
tertawa kecil sambil menambahkan, “Ndak lah… isinya juga bisa usaha,”
Saya mengangguk,
“Iya. Paling tidak, dengan percaya sama dia, aku sudah berusaha semampuku. Paling
tidak, aku ndak bakalan lebih menyesal daripada kalau aku ndak ngapa-ngapain,”
Ibu ikutan
mengangguk, “Terus, apa isi doamu sekarang?”
“Semoga
kebenaran yang tersembunyi bakal terungkap. Semoga hal-hal yang terbelokkan
bakal terluruskan. Semoga yang benar akan tetap benar, dan semoga yang salah
diberikan kemudahan,”
Ibu saya agak
kaget, “Hah? Kemudahan apa?”
Sambil memasang
muka serius saya menjawab, “Kemudahan bertemu dengan karma,”
“Ya ampun,
sudahlah, semakin kamu memberatkan yang sudah lewat, semakin langkahmu
terbebani lho nduk,”
Saya menghela
napas sambil mencucu, “Habisnya, enak aja dia dengan entengnya bohong gitu. Aku
lho disini percaya bahwa dia orang yang baik,”
“Maafin saja
lah…”
Dengan keras
kepala saya pun menjawab, “Hah? Enak banget? Dia bohong sebegitu lama dan aku
disuruh memaafkan gitu?”
Ibu saya
menghela napas, “Ya sudah, ndak usah dimaafkan juga gakpapa, tapi…”
“Tapi…?”
“Pernah ndak
kamu mikir hal seperti apa yang dia alami disana? Apa alasan dia membohongimu? Kenapa
dia harus bohong? Apakah murni keinginannya sendiri?”
Saya agak
melongo, tapi ibu saya melanjutkan dengan serius.
“Kamu tu
bukan orang yang bodoh lho. Kamu tahu alasan kenapa kamu percaya dan kenapa
kamu tidak percaya. Alasan kepercayaanmu ke dia kurang lebih adalah karena kamu
tahu dia orang yang baik kan?”
“Iya sih,
tapi bisa saja itu akal-akalan dia biar aku percaya kan?” protes saya.
Ibu saya
mengangguk, “Memang. Tapi gimana kalau dia aslinya memang sebaik yang kamu tahu
tapi dia terpaksa bohong sama kamu?”
Saya tertawa,
“Tetep aja, bohong ya bohong,”
“Menurut Ibu
sih, pasti ada alasannya, dan Ibu yakin kalau kamu bisa meredakan marahmu, kamu
tahu apa yang Ibu maksud... Kadang-kadang ya nduk, ada kebenaran yang memang tidak
akan pernah terungkap. Bukan karena itu bukan kebenaran, tapi itu hanya sekedar
jalan untuk kebenaran lain yang lebih besar,”
Dengan keras
kepala saya protes lagi, “Tapi aku masih marah,”
“Iya keliatan
jelas kok (dan saya nyengir waktu ibu bilang ini). Tapi seperti yang dibilang
temen-temenmu, kamu bakal memaafkan, entah kapan. Kayaknya sih ndak lama, eh ya
ndak tau sih, kamu tu kadang aneh dan ndak bisa ditebak (aih… ini ibu saya yang
bilang lho). Yah, apapun lah, mau kamu tetep marah atau mau maafin pun, yang
jelas, yang sudah selesai ya sudah, ndak bisa kamu bawa kemana-mana lagi. Ibu yakin,
kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kedepan,”
Setelah diam
mencerna kata-kata ibu, saya menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan
keluar. Dua pertiga amarah saya menguap saat saya berbincang dengan ibu saya
(walaupun saya mungkin tidak mengakui sih ke ibu).
Semoga yang
benar akan terungkap. Semoga yang benar akan dimunculkan. Semoga yang
salah-salah akan tenggelam dengan cara yang damai. Semoga semua hal benar yang
terbelokkan akan terluruskan kembali dan dunia akan paham apa yang sebenarnya
terjadi.
Saya sih ndak
mau berubah, akan tetap all out dalam
segalanya. Saya sudah belajar sejak bertahun-tahun silam bahwa menyesal karena
gagal masih selalu lebih baik daripada menyesal karena tidak melakukan apa-apa.
(ditulis
sambil reminiscence tentang hal yang
saya alami sejak Maret hingga Juni 2014 sambil ditemani lagu instrumental
favorit saya FALLING DOWN (by Shoji Meguro). Kemudian buru-buru mandi dan
berangkat ngampus :p)
Senin, 22 Juli 2013
Juli 2011 - Juli 2013
“Sejuta cerita,” adalah satu-satunya kalimat yang bisa menggambarkan apa
yang terjadi dalam rentang waktu itu,
Sekian banyak tawa, sekian banyak kekecewaan, sekian banyak pertemuan
dan sekian banyak perpisahan, semua terangkum dalam dua tahun penuh warna
selama saya kuliah magister,
What the? Saya kuliah magister bukan untuk cari masalah
tapi…
Tapi kenyataannya memang banyak permasalahan yang muncul, dan bukan
hanya sekedar banyak,
Banyak sekali, ehehehe XD
Dua tahun sekolah magister, saya disuguhi sekian banyak macam manusia
yang bahkan lebih variatif dibanding dua puluh tiga tahun saya hidup,
Tanpa saya sadari, justru yang banyak saya pelajari bukannya masalah
materi perkuliahan (karena perkuliahan saya amat sangat membahagiakan, hohoho),
tapi bagaimana terus hidup dan terus tersenyum apapun yang terjadi,
Kenapa?
Karena permasalahan akan terus muncul, terus dan terus, dan selama kita masih bernapas maka masalah itu akan selalu ada,
Karena permasalahan akan terus muncul, terus dan terus, dan selama kita masih bernapas maka masalah itu akan selalu ada,
Tinggal bagaimana saya menghadapinya :)
Bisa dibilang, selama tahun 2012, saya seperti kitiran, muter sana-muter
sini, mencari tempat dimana saya harus berpijak, mencari rasa aman dan rasa
terlindungi, menjauhkan diri dari rasa khawatir dan takut kehilangan,
Uniknya, selepas tahun 2012 saya menemukan bahwa saya sudah berpijak di
tempat saya ingin berada, dan saya sadar bahwa tak ada yang lebih bisa membuat saya merasa aman dan
terlindungi, selain diri saya sendiri,
Well, to tell you the truth, ada harga yang luar biasa mahal yang harus
saya bayar demi melewati 2012,
Harga yang tak semua orang tahu karena saya selalu ketawa ketiwi ngalor
ngidul, ahahaha XD
Jangan ditanya, karena bakal butuh SATU BLOG SENDIRI buat menjelaskan
apa yang terjadi sejak 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2012 *halah, lebay*
Nope, seriously, kalau ditanya kapan saat-saat tersulit dalam dua
puluh lima tahun hidup saya, itu adalah sepanjang tahun 2012 :’)
Heran juga kok saya masih hidup setelah sempet jadi butiran debu *heh*
Dan ternyata saya masih punya LIVER lho sodara-sodara, hehehehehe XD
Setelah 2012 yang penuh konflik, saya menemukan diri saya menjadi
beberapa tingkat lebih dewasa dibandingkan tahun 2011,
Dan saya pun sadar, mungkin karena saya yang tahun 2011 ‘masih seperti
itu’-lah, sehingga saya pun dipisahkan Tuhan dari salah satu mimpi terindah
yang pernah saya punya,
Dengan cara yang mengenaskan pula, ahahaha XD
Etapi toh sekarang saya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala :p
2013, saya akhirnya sadar kenapa saya mengalami segala macam hal di 2012,
kenapa saya dihadapkan pada sekian banyak orang yang bermacam-macam, kenapa
saya diharuskan melalui fase-fase yang saya sama sekali tidak suka,
Itu semua karena hidup saya baru saja akan dimulai,
The real one, on my
own,
Dua tahun yang lalu, saya ingat pernah bertanya pada saudara saya,
“Gimana caramu terus tersenyum?”
Dan dia menjawab agak kebingungan, “Itu… lirik lagu?”
*ngakak*
Yah, sekarang kalau saya lihat kembali sih… iya sih ya… itu kalimat kok
berasa kayak lirik lagu ya? *ngakak*
Dulu saya selalu berpikir bahwa orang lain-lah yang merubah saya,
Dan memang, ada beberapa orang dalam kehidupan saya yang memiliki andil
besar dalam pembentukan kepribadian saya yang terus berubah sejak saya masuk
kepala dua,
Seumur hidup, saya berhutang budi pada mereka, karena seandainya tidak
ada mereka, tidak akan ada saya yang sekarang ini,
Hanya saja,
Ternyata sebesar apapun, tetap kita sendirilah yang membuat perubahan
terbesar, tentang bagaimana kita memutuskan untuk menanggapi kehidupan dan
segala macam bebatuan yang kita temukan di perjalanan kita menuju akhir…
Dua puluh lima tahun, akhirnya saya sampai di titik ini, sebuah poin dimana
saya sadar bahwa hidup ini indah, bukan
karena semata-mata takdir, tapi karena kita yang memilih untuk membuatnya indah
:)
Oh well… where is my sense of
emergency anyway? I kinda lose it for good…
#np Shooting Star, Owl City
Rabu, 03 April 2013
Ikatan Batin Memang Benar-Benar Ada
Saat saya menulis ini, saya mengalami malam yang penuh tawa,
Lebih tepatnya ketawa ngakak,
Menertawakan diri sendiri kalau detilnya,
Menertawakan keadaan kalau agak lengkapnya,
Tahukah kamu? Yang dinamakan ikatan batin itu ternyata memang
benar-benar ada. Tidak perlu selalu bersama sepanjang waktu, asal ada yang
namanya ketulusan untuk satu sama lain, ikatan batin itu bisa melampaui jarak
dan waktu.
![]() |
| picture from here |
Dengan siapa ikatan batin itu terbentuk? Dengan orang-orang yang dekat di hati kita, bisa keluarga, saudara,
sahabat, orang spesial? Well, ikatan
batin itu milik siapa saja kok, tidak terbatas.
Yang jelas agak lucu saat kita menyadarinya tanpa sengaja, semacam
tetiba ada event dimana mereka tetiba
terhubung dengan kita tanpa kita berharap tentang munculnya kondisi tersebut.
Hihihi…
But trust me, kondisi seperti itu akan membuat kita bersyukur
sekali,
Bersyukur karena ternyata Yang Di Atas masih menjaga mereka,
mengingatkan tentang kita pada mereka seperti kita ingat tentang mereka,
mengisi sedikit waktu mereka dengan ingatan tentang kita, dan membuktikan bahwa
ikatan itu memang benar-benar ada.
Maka dimulailah edisi kangen karena tetiba kita akan teringat betapa
indahnya waktu yang pernah kita lalui bersama mereka dan betapa inginnya kita kembali
ada diantara mereka.
Namun jika memang tak mungkin kembali bersama mereka, toh ikatan batin
itu ada, dan seterusnya akan terus dijaga oleh-Nya,
Asal kita tulus dan asal kita percaya.
Karena Dia Maha Penjaga :)
“Circle me and the needle moves
gracefully, back and forth, If my heart was a compass you’d be north.
Risk it all cause I’ll catch you
when you fall, wherever you go if my heart was a house you’d be home,”
#np If My Heart was A House -Owl
City-
(one of the most beautiful song I’ve
ever heard)
![]() |
| picture from here |
Sabtu, 29 Desember 2012
June 2012. Finding.
Saya tidak menemukan satupun postingan yang bisa mewakili apa yang
terjadi pada saya pada bulan Juni, jadi saya buat postingan baru disini. Saya
ingat betul bahwa satu lagu yang menjadi teman setia saya sepanjang bulan ini
adalah To Make You Feel My Love versi
Kelly Clarkson. Lagu ini banyak
menguatkan saya, dan menginspirasi saya untuk kembali membuat ibu saya
tersenyum.
Satu kejadian ter-paling-tak-bisa-terlupakan adalah kejadian di awal
bulan Juni, kalau tidak salah sekitar tanggal 10-13 Juni (lupa), saat saya
pulang sambil ketawa-ketiwi.
Tapi rupanya ibu saya lebih paham, dan justru menanyai saya apa yang
terjadi.
Kalau dulu berkaitan dengan bulan Januari saya bisa dengan mudah
menyembunyikan perasaan saya, maka hari itu yang saya lakukan adalah memeluk
ibu saya dan menangis sekuat tenaga.
Jelas saja, ibu saya kaget, soalnya selama dua puluh empat tahun saya
hidup, saya tidak pernah menangis seperti itu,
Terakhir kali ibu saya melihat saya nangis adalah saat saya masih duduk
di kelas satu SD, saat saya pulang sambil menangis gara-gara digangguin sama
teman sekelas saya.
That’s why, saat melihat saya nangis seperti itu, ibu saya kebingungan,
Saya nangis selama tiga puluh menit, lalu menceritakan kepada ibu saya
apa yang terjadi di kampus pada siang harinya,
Bagaimana hal yang saya percayai justru berbalik menjadi kelemahan
terbesar yang membuat saya prone to crashing,
Tapi segera setelah saya selesai cerita, saya agak menyesal, karena
saya merasa sudah membuat ibu saya khawatir,
Dan saya merasa bahwa setelah itu, berapa kalipun saya bilang saya
baik-baik saja, itu tidak akan merubah kekhawatiran ibu,
Yang ternyata salah,
Ibu saya justru meminta saya untuk menerima kenyataan sebagai
kenyataan, bukan sebagai sesuatu yang harus ditunda untuk diakui,
Kalau memang terjadinya seperti itu ya sudah berarti harus diterima seperti
itu,
Karena ada beberapa hal di dunia ini yang walaupun kita berusaha
merubah sampai seperti apapun, memang ditakdirkan tidak akan berubah,
Dan kalau memang hidup mengambil kembali kepercayaan saya, maka yang
harus saya lakukan adalah menerima bahwa kepercayaan memang sesuatu yang datang
dan pergi, dan saat itu adalah saatnya kepercayaan saya pergi,
Intinya, ibu mengatakan pada saya bahwa, ya itulah hidup, kita harus
menjalaninya dengan serius, tapi tidak harus menseriusi semua hal dalam hidup,
Ajaibnya, perlahan setelah kejadian itu terjadi, saya dan ibu saya dengan
sendirinya mengetahui fakta yang selama ini tertutupi dengan sempurna,
Semacam akhirnya kami memahami kenapa Allah tidak mengizinkan kami untuk percaya lebih jauh,
Semacam akhirnya kami memahami kenapa Allah mempersulit jalan menuju kepercayaan yang lebih besar,
Karena ternyata apa yang kami percayai adalah sesuatu yang sebenarnya
tidak bisa dipercayai,
Menemukan fakta yang bertolak belakang dari apa yang saya pikirkan
adalah sesuatu yang sangat menguras tenaga saya, tenaga untuk merasionalisasi
kenapa kok bisa seperti itu,
Maklum, saya terlanjur percaya sih… :p
Lucunya, saya dan ibu saya menyadari bahwa sebenarnya saya sudah
mendapat beberapa firasat jauh sebelum bulan Juni, namun saya memilih untuk
mengesampingkan hal tersebut dan tetap percaya,
Sejak saat itu saya belajar bahwa hidup memang penuh dengan hal tidak
terduga,
Hal-hal yang menurut saya sempurna di bulan Mei, dalam waktu beberapa
hari di bulan Juni langsung berubah menjadi hal yang paling membuat saya pingin
melempar sesuatu ke seseorang,
Bisa meja, bisa kursi, bisa granat, bisa macan, yang jelas bukan
beruang madu,
#oposeh
Hikmah yang bisa saya ambil adalah bahwa Allah memiliki caranya sendiri untuk menceritakan petuahnya tentang
kehidupan, bisa dengan cara yang mudah dipahami, bisa dengan cara yang amat
sangat sulit dipahami.
Tapi yang jelas, di setiap hal sulit yang kita lalui, Allah menyimpan alasan mengapa Dia membuat hidup jadi demikian desperate.
Tinggal kapan Allah memutuskan
untuk mengungkapkan semua hal yang tadinya tidak bisa kita lihat,
Kalo dipikir-pikir, dibandingkan bulan Januari, bulan Juni ini
sebenarnya JAUH lebih sulit saya
lalui,
Tapi alhamdulillaah, saat ini
saya bisa mengenangnya sambil bersyukur dan sambil berjanji bahwa saya tidak
akan jadi sebodoh ini lagi :p
back to Kaleidoscope
back to Kaleidoscope
May 2012. Smiling.
Ini memang copas, saya pernah memposting ini. Tapi ndakpapa kali,
merepost postingan sendiri, hehehe… soalnya dari semua tulisan saya di bulan
Mei, tulisan ini yang paling mewakili apa yang terjadi pada saya di bulan yang
selalu paling saya nantikan setiap tahun.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-24th birthday-
ulang tahun ke-24 ini adalah ulang tahun paling spesial yang pernah saya alami,
kenapa?
hehe... begini ceritanya :)
satu,
ada
sebuah game yang jadi favorit saya sejak saya masih SMA dulu, yaitu
Romancing Saga Minstrel Song yang saya mainkan dengan konsol PS2,karena satu dan lain hal, sudah 6 tahun ini saya ndak main game itu lagi,
yang membuat saya terharu adalah adek saya tercinta ternyata menyiapkan kejutan berupa munculnya game itu lagi di konsol PS2 di rumah,
jadi, adek saya dengan agak rahasia mencari DVD Romancing Saga dan nginstal ke konsol,
saya tahu itu susah, karena game itu DVDnya sudah gak ada yang jual lagi,
ketika akhirnya adek saya gagal, dia rela begadang buat donlod langsung via internet (4G bo' ukuran filenya!),
dan ketika akhirnya berhasil, saya sampe hampir nangis saking terharunya,
alasannya adek saya simpel: "aku pingin mbak bisa main game ini lagi sebelum mbak nikah dan nggak tinggal disini lagi ":')
dua,
orang tua saya keduanya masih ada, dalam keadaan sehat wal'afiat tidak kurang suatu apapun,dan saya sangat bersyukur sekali,
dalam usia saya yang semakin beranjak ke seperempat abad ini, saya masih punya kesempatan untuk melakukan yang terbaik buat mereka,
dan saya sangat bersyukur karena mereka begitu menyayangi saya, begitu memikirkan saya, dan tak pernah lelah mendoakan saya,
alhamdulillaahh :')
tiga,
saya ditelpun sama sahabat dekat saya sejak SMA, yang sudah berapa bulan tidak ketemu,
entah gimana saya sama dia emang terbiasa punya semacam link yang menghubungkan kami,
saya sayang banget sama dia dan sudah menganggap dia seperti saudara,
saya sempet kebingungan soalnya dia mendadak galau e.c putus sama pacarnya dan menolak diajak jalan-jalan,
hal yang membuat saya bahagia adalah, hari itu dia menelepon saya pagi-pagi dan dia memberi tahu saya bahwa dia sudah balikan sama pacarnya,
legaaaa banget,
walopun saya gak gitu kenal sama pacarnya karena mereka LDR-an, tapi tahu sahabat saya ini bahagia membuat saya senang sekali, karena terus terang saya khawatir :')
empat,
sepupu saya nginep di rumah,di sela-sela kesibukannya sehari-hari kuliah di salah satu fakultas di Univ Brawijaya, dia datang ke rumah,
dan tidak cuman sendirian,
dia datang bareng keluarganya,
rameeee deh rumah saya,
sepupu saya ini emang dari kecil mainnya sama saya, dan orang tuanya sudah kayak orang tua kedua saya, jadi rasanya semakin komplit saja hari ultah saya hari itu :')
lima,
dua teman saya yang sedang PTT di salah satu kepulauan di NTT sengaja nelpun saya buat ngucapin selamat ulang tahun,waaaaa... seneng dan terharu banget rasanya :')
saya jadi ingat idealisme lama saya buat PTT saat ngobrol panjang dengan mereka,
sempat terbersit perasaan: kenapa ya aku kok gak jadi berangkat PTT?
dan saya menjawab sendiri: kalo saya PTT, ceritanya gak akan seperti sekarang ini :')
enam,
dikaruniai orang-orang geje sekelas S2 ini,lihat saja tuh, gara-gara pengaruh mereka, saya jadi suka mbuat postingan-postingan geje dan gak masuk akal (tapi mbuat ngakak),
sebel sih kadang-kadang sama mereka, lha bayangin saja, saya sedang sedih bin galau, mereka malah menertawakan saya dan mbuat kegalauan saya seakan lelucon yang gak ada habisnya ToT
tapi sisi baiknya, lewat 'kekejaman' mereka itu, mereka mengajak saya buat melihat hidup dengan lebih realistis dan lebih bijak,
lewat mereka juga saya paham, bahwa hidup itu adalah serangkaian hal-hal yang pasti ada jalan keluarnya,
intinya, saya gak pernah sempat galau lagi selama saya sama mereka,
bersama mereka saya paham apa itu namanya partner in crime dalam artian harfiah :')
tujuh,
er... hehehe...ada sesuatu yang membuat ulang tahun saya begitu bermakna tahun ini,
tapi,
hehe, kapan-kapan aja ya saya buat postingan tentang yang ketujuh ini, hehehehe *ngacir*
tujuh hal diatas adalah yang membuat saya menjadi sangat bersyukur dikaruniai kehidupan yang seperti sekarang ini,
24 tahun saya hidup di dunia, saya sadar hidup saya tidak sempurna,
ada banyak 'rompal' disana-sini,
ada banyak kegagalan, kekecewaan dan sebagainya yang mewarnai,
tapi saya sadar, bahwa semua hal yang terjadi pada diri saya sampai dengan hari ini, adalah yang membuat saya seperti sekarang ini,
alhamdulillaah,
saya bersyukur sekali dengan semua hal yang saya miliki saat ini :')
May
7th, 2012
#np Call Me Maybe (Carly Rae Jepsen)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saat ini di bulan Desember, saya berani mengatakan bahwa ultah yang ini
memang ultah ter- ter- ter, terbaik, termembahagiakan, terbanyak-senyuman,
tertidak-terduga, tapi termenyebalkan-untuk-diingat. Ini adalah awal dari saya
mengetahui fakta lain yang nyaris lepas dari saya. Saya bersyukur bahwa saya
sangat bahagia di hari ulang tahun saya ini, tapi saya jauh lebih beryukur
bahwa walaupun ulang tahun ini almost means nothing untuk insiden yang akan segera terjadi, tapi itu tanda bahwa Allah sedang melindungi saya dan keluarga saya.
Poin ketujuh tidak pernah sempat saya realisasikan, selain karena saya pada akhirnya kehilangan ide, juga karena pada akhirnya saya tahu bahwa poin ketujuh ini justru ruining almost everything :p
Kalau sekarang saya membaca tulisan saya tentang bulan Mei ini, I
feel so very stupid, so very blind, and so very unaware of danger, tapi yah, yang penting saya di bulan Desember ini baik-baik saja kan?
back to Kaleidoscope
back to Kaleidoscope
Rabu, 13 Juni 2012
arti kalimat: "What Doesn't Kill You Makes You Stronger"
setelah biasanya buat postingan geje, saya mau buat postingan yang agak serius dikit! change of pace!!
Stronger,
sebuah judul lagu dari Kelly Clarkson ini tak sengaja mampir ke telinga saya pagi ini,
entah karena takdir macam apaan, tiba-tiba saja ada yang muterin di radio, hahaha ^^v
saya teringat pembicaraan saya dengan empat orang sahabat saya, sekitar enam bulan yang lalu saat saya berjuang untuk berhenti menyesali rasa kehilangan yang saat itu adalah rasa kehilangan terbesar yang pernah saya alami,
mereka berempat saat itu keheranan bagaimana saya masih bisa ketawa ketiwi, dan masih bisa ndengerin orang lain curhat dan membantu mereka move on dan tersenyum lagi, padahal di dalam hati saya ada gempa bumi 15 skala Richter,
tapi menurut mereka, itu adalah kelebihan sekaligus kekurangan yang saya miliki,
saya bisa jadi sangat tegar, dan tak akan ada seorang pun yang menyadari isi hati saya saat saya tersenyum dan tertawa,
mau bergejolak macam apapun, senyum adalah topeng terbaik yang saya punya dan saya tidak pernah berencana membuang topeng kesayangan saya yang satu itu,
seorang sahabat saya berkata bahwa siennra adalah orang yang gak bakal bisa nangis di depan orang lain,
seorang sahabat lain berkata bahwa siennra itu bisa begitu lembut sama orang lain, tapi keras sama diri sendiri,
seorang sahabat lagi berkata bahwa hanya dengan melihat siennra sekilas, maka gak bakal kelihatan betapa saya bisa memendam perasaan yang 'sampai segitunya'
seorang sahabat lagi berkata bahwa salah satu hal paling inspiratif adalah bagaimana saya bisa tetap begitu tegar walaupun sudah jatuh nyungsep dan guling-guling f(-__-")
pura-pura kuat?
nggak juga,
aslinya saya kuat kok,
kuat tidur berjam-jam dan kuat makan coklat 100 batang, hahaha ^^v
nope, seriously, saya punya beberapa alasan yang membuat saya harus jadi pribadi yang tegar,
yang pertama adalah, karena kita takkan tahu kapan dan siapa yang bakal memerlukan kita,
saat seseorang curhat sama saya, saya ndak bisa tidak pasti merasa harus membantu sampai selesai,
bagaimana saya bisa membantu seseorang yang sudah mempercayakan ceritanya pada kita kalau saya sendiri sibuk nyungsep dan gak bisa move on?
salah satu hal yang paling melegakan adalah saat kita bisa membuat seseorang yang awalnya sibuk dengan emosi negatifnya menjadi kembali tersenyum, terutama jika itu adalah orang-orang terdekat kita,
yang kedua adalah, karena kita takkan tahu siapa yang terkuatkan hatinya karena melihat kita tersenyum,
yep, terkadang hanya butuh satu senyuman dari seseorang yang dekat dengan kita untuk kembali menemukan kekuatan dan keyakinan yang kita punya,
makanya, itu adalah satu alasan kuat untuk tetap tersenyum,
yang ketiga adalah, memberi energi positif bagi diri sendiri,
sudah tahu kitanya sedang dipenuhi energi negatif berupa kesedihan dan rasa kehilangan, masa mau dilanjutkan pake muka cemberut dan nangis yang keterusan?
nggak kalee,
itu adalah saat kita berdamai dengan diri sendiri dan memberikan energi positif buat diri kita sendiri,
nobody is cute when they're crying..
yang keempat adalah, belum tentu yang nyakitin kita itu bermaksud demikian,
mungkin saja dia melakukan hal tersebut buat melindungi kita (yap, saya pernah mengalami ini),
that's why, bakal amat sangat lebih bijak kalau kita juga mau mencoba untuk berada dalam posisi orang yang menyakiti kita,
kenapa dia seperti itu?
haruskah dia melakukan hal seperti itu?
kalau aku jadi dia, apakah aku bakal melakukan hal yang sama?
jika kita bisa menggunakan pemikiran jernih kita buat melihat dari sisi pandang orang lain, kita akan lebih bijak dalam menghadapi emosi kita, dan gak buru-buru memutuskan seseorang itu buruk,
seorang sahabat saya mengirimi saya suatu ungkapan yang bener-bener saya inget (tapi saya tahu dia copas) seperti ini:
"when someone is really care about you, they will never hurt you; but if they do hurt you, you can see that in their eyes, they're hurting too,"
yang kelima adalah, kita takkan tahu apa maksud Allah memberikan jalan seperti ini,
kita mungkin menyesal, merasa sedih, merasa kehilangan, merasa ini itu, tapi mirip dengan postingan saya sebelumnya, Allah tak pernah telat, dan tak pernah buru-buru,
Dia memiliki maksud di balik semua hal yang kita alami, jadi kita pun harus lebih bijak dan lebih berpikiran positif terhadap kehidupan,
semua pasti ada waktunya,
dan waktunya pasti tepat,
yang terakhir adalah, karena kita tidak sendirian,
akhir tahun kemarin, mungkin saya tidak akan bisa bangkit dari rasa kehilangan saya jika tidak ada mereka,
mereka adalah orang-orang yang memberi saya alasan untuk tetap tegar, tetap tersenyum, tetap moving on, dan tetap berpikiran positif,
karena saya memiliki mereka, saya selalu yakin bahwa saya pasti bisa menghadapi apapun kedepannya nanti,
stronger,
sebuah kata yang muncul dan berkembang saat kita mampu melihat sisi positif dari sebuah kejadian,
seperti halnya sabar itu pilihan, maka stronger juga pilihan,
kita bisa memilih apakah kita mau tetap mutung sambil gali lobang di pojokan atau keluar dan menghadapi dunia, saya cuman mau ngasi saran kalau mau gali lobang, jangan lupa ditutup sekalian biar gak bikin orang lain kecemplung (eh..)
saat kita digampar sesuatu yang sangat menyakitkan, gakpapa kok kalau mau nyungsep dulu, tapi jangan lama-lama, soalnya seperti quote favorit saya yang dilontarkan oleh dhiyan:
"waktu itu gak punya lampu merah, lampunya ijo terus, dan kalau kau berhenti, kau cuma bikin macet!" (Dhiyan, 2012)
emangnya aku si Komo??! enggak lah f(-__-")
dan sesuai dengan lirik lagu Kelly Clarkson juga,
"in the end, what doesn't kill you makes you stronger, stand a little taller, doesn't mean i'm lonely when i'm alone,"
----------------------------------------------------------------------
NB: alasan mbuat postingan ini? pingin aja, soalnya lagu Stronger ini sudah banyak menginspirasi saya selama beberapa bulan terakhir ^^v
Stronger,
sebuah judul lagu dari Kelly Clarkson ini tak sengaja mampir ke telinga saya pagi ini,
entah karena takdir macam apaan, tiba-tiba saja ada yang muterin di radio, hahaha ^^v
saya teringat pembicaraan saya dengan empat orang sahabat saya, sekitar enam bulan yang lalu saat saya berjuang untuk berhenti menyesali rasa kehilangan yang saat itu adalah rasa kehilangan terbesar yang pernah saya alami,
mereka berempat saat itu keheranan bagaimana saya masih bisa ketawa ketiwi, dan masih bisa ndengerin orang lain curhat dan membantu mereka move on dan tersenyum lagi, padahal di dalam hati saya ada gempa bumi 15 skala Richter,
tapi menurut mereka, itu adalah kelebihan sekaligus kekurangan yang saya miliki,
saya bisa jadi sangat tegar, dan tak akan ada seorang pun yang menyadari isi hati saya saat saya tersenyum dan tertawa,
mau bergejolak macam apapun, senyum adalah topeng terbaik yang saya punya dan saya tidak pernah berencana membuang topeng kesayangan saya yang satu itu,
seorang sahabat saya berkata bahwa siennra adalah orang yang gak bakal bisa nangis di depan orang lain,
seorang sahabat lain berkata bahwa siennra itu bisa begitu lembut sama orang lain, tapi keras sama diri sendiri,
seorang sahabat lagi berkata bahwa hanya dengan melihat siennra sekilas, maka gak bakal kelihatan betapa saya bisa memendam perasaan yang 'sampai segitunya'
seorang sahabat lagi berkata bahwa salah satu hal paling inspiratif adalah bagaimana saya bisa tetap begitu tegar walaupun sudah jatuh nyungsep dan guling-guling f(-__-")
pura-pura kuat?
nggak juga,
aslinya saya kuat kok,
kuat tidur berjam-jam dan kuat makan coklat 100 batang, hahaha ^^v
nope, seriously, saya punya beberapa alasan yang membuat saya harus jadi pribadi yang tegar,
yang pertama adalah, karena kita takkan tahu kapan dan siapa yang bakal memerlukan kita,
saat seseorang curhat sama saya, saya ndak bisa tidak pasti merasa harus membantu sampai selesai,
bagaimana saya bisa membantu seseorang yang sudah mempercayakan ceritanya pada kita kalau saya sendiri sibuk nyungsep dan gak bisa move on?
salah satu hal yang paling melegakan adalah saat kita bisa membuat seseorang yang awalnya sibuk dengan emosi negatifnya menjadi kembali tersenyum, terutama jika itu adalah orang-orang terdekat kita,
yang kedua adalah, karena kita takkan tahu siapa yang terkuatkan hatinya karena melihat kita tersenyum,
yep, terkadang hanya butuh satu senyuman dari seseorang yang dekat dengan kita untuk kembali menemukan kekuatan dan keyakinan yang kita punya,
makanya, itu adalah satu alasan kuat untuk tetap tersenyum,
yang ketiga adalah, memberi energi positif bagi diri sendiri,
sudah tahu kitanya sedang dipenuhi energi negatif berupa kesedihan dan rasa kehilangan, masa mau dilanjutkan pake muka cemberut dan nangis yang keterusan?
nggak kalee,
itu adalah saat kita berdamai dengan diri sendiri dan memberikan energi positif buat diri kita sendiri,
nobody is cute when they're crying..
yang keempat adalah, belum tentu yang nyakitin kita itu bermaksud demikian,
mungkin saja dia melakukan hal tersebut buat melindungi kita (yap, saya pernah mengalami ini),
that's why, bakal amat sangat lebih bijak kalau kita juga mau mencoba untuk berada dalam posisi orang yang menyakiti kita,
kenapa dia seperti itu?
haruskah dia melakukan hal seperti itu?
kalau aku jadi dia, apakah aku bakal melakukan hal yang sama?
jika kita bisa menggunakan pemikiran jernih kita buat melihat dari sisi pandang orang lain, kita akan lebih bijak dalam menghadapi emosi kita, dan gak buru-buru memutuskan seseorang itu buruk,
seorang sahabat saya mengirimi saya suatu ungkapan yang bener-bener saya inget (tapi saya tahu dia copas) seperti ini:
"when someone is really care about you, they will never hurt you; but if they do hurt you, you can see that in their eyes, they're hurting too,"
yang kelima adalah, kita takkan tahu apa maksud Allah memberikan jalan seperti ini,
kita mungkin menyesal, merasa sedih, merasa kehilangan, merasa ini itu, tapi mirip dengan postingan saya sebelumnya, Allah tak pernah telat, dan tak pernah buru-buru,
Dia memiliki maksud di balik semua hal yang kita alami, jadi kita pun harus lebih bijak dan lebih berpikiran positif terhadap kehidupan,
semua pasti ada waktunya,
dan waktunya pasti tepat,
yang terakhir adalah, karena kita tidak sendirian,
akhir tahun kemarin, mungkin saya tidak akan bisa bangkit dari rasa kehilangan saya jika tidak ada mereka,
mereka adalah orang-orang yang memberi saya alasan untuk tetap tegar, tetap tersenyum, tetap moving on, dan tetap berpikiran positif,
karena saya memiliki mereka, saya selalu yakin bahwa saya pasti bisa menghadapi apapun kedepannya nanti,
stronger,
sebuah kata yang muncul dan berkembang saat kita mampu melihat sisi positif dari sebuah kejadian,
seperti halnya sabar itu pilihan, maka stronger juga pilihan,
kita bisa memilih apakah kita mau tetap mutung sambil gali lobang di pojokan atau keluar dan menghadapi dunia, saya cuman mau ngasi saran kalau mau gali lobang, jangan lupa ditutup sekalian biar gak bikin orang lain kecemplung (eh..)
saat kita digampar sesuatu yang sangat menyakitkan, gakpapa kok kalau mau nyungsep dulu, tapi jangan lama-lama, soalnya seperti quote favorit saya yang dilontarkan oleh dhiyan:
"waktu itu gak punya lampu merah, lampunya ijo terus, dan kalau kau berhenti, kau cuma bikin macet!" (Dhiyan, 2012)
emangnya aku si Komo??! enggak lah f(-__-")
dan sesuai dengan lirik lagu Kelly Clarkson juga,
"in the end, what doesn't kill you makes you stronger, stand a little taller, doesn't mean i'm lonely when i'm alone,"
----------------------------------------------------------------------
NB: alasan mbuat postingan ini? pingin aja, soalnya lagu Stronger ini sudah banyak menginspirasi saya selama beberapa bulan terakhir ^^v
Senin, 07 Mei 2012
24th birthday
ulang tahun ke-24 ini adalah ulang tahun paling spesial yang pernah saya alami,
kenapa?
hehe... begini ceritanya :)
karena satu dan lain hal, sudah 6 tahun ini saya ndak main game itu lagi,
yang membuat saya terharu adalah adek saya tercinta ternyata menyiapkan kejutan berupa munculnya game itu lagi di konsol PS2 di rumah,
jadi, adek saya dengan agak rahasia mencari DVD Romancing Saga dan nginstal ke konsol,
saya tahu itu susah, karena game itu DVDnya sudah gak ada yang jual lagi,
ketika akhirnya adek saya gagal, dia rela begadang buat donlod langsung via internet (4G bo' ukuran filenya!),
dan ketika akhirnya berhasil, saya sampe hampir nangis saking terharunya,
alasannya adek saya simpel: "aku pingin mbak bisa main game ini lagi sebelum mbak nikah dan nggak tinggal disini lagi ":')
dan saya sangat bersyukur sekali,
dalam usia saya yang semakin beranjak ke seperempat abad ini, saya masih punya kesempatan untuk melakukan yang terbaik buat mereka,
dan saya sangat bersyukur karena mereka begitu menyayangi saya, begitu memikirkan saya, dan tak pernah lelah mendoakan saya,
alhamdulillaahh :')
tiga,
saya ditelpun sama sahabat dekat saya sejak SMA, yang sudah berapa bulan tidak ketemu,
entah gimana saya sama dia emang terbiasa punya semacam link yang menghubungkan kami,
saya sayang banget sama dia dan sudah menganggap dia seperti saudara,
saya sempet kebingungan soalnya dia mendadak galau e.c putus sama pacarnya dan menolak diajak jalan-jalan,
hal yang membuat saya bahagia adalah, hari itu dia menelepon saya pagi-pagi dan dia memberi tahu saya bahwa dia sudah balikan sama pacarnya,
legaaaa banget,
walopun saya gak gitu kenal sama pacarnya karena mereka LDR-an, tapi tahu sahabat saya ini bahagia membuat saya senang sekali, karena terus terang saya khawatir :')
di sela-sela kesibukannya sehari-hari kuliah di salah satu fakultas di Univ Brawijaya, dia datang ke rumah,
dan tidak cuman sendirian,
dia datang bareng keluarganya,
rameeee deh rumah saya,
sepupu saya ini emang dari kecil mainnya sama saya, dan orang tuanya sudah kayak orang tua kedua saya, jadi rasanya semakin komplit saja hari ultah saya hari itu :')
waaaaa... seneng dan terharu banget rasanya :')
saya jadi ingat idealisme lama saya buat PTT saat ngobrol panjang dengan mereka,
sempat terbersit perasaan: kenapa ya aku kok gak jadi berangkat PTT?
dan saya menjawab sendiri: kalo saya PTT, ceritanya gak akan seperti sekarang ini :')
lihat saja tuh, gara-gara pengaruh mereka, saya jadi suka mbuat postingan-postingan geje dan gak masuk akal (tapi mbuat ngakak),
sebel sih kadang-kadang sama mereka, lha bayangin saja, saya sedang sedih bin galau, mereka malah menertawakan saya dan mbuat kegalauan saya seakan lelucon yang gak ada habisnya ToT
tapi sisi baiknya, lewat 'kekejaman' mereka itu, mereka mengajak saya buat melihat hidup dengan lebih realistis dan lebih bijak,
lewat mereka juga saya paham, bahwa hidup itu adalah serangkaian hal-hal yang pasti ada jalan keluarnya,
intinya, saya gak pernah sempat galau lagi selama saya sama mereka,
bersama mereka saya paham apa itu namanya partner in crime dalam artian harfiah :')
ada sesuatu yang membuat ulang tahun saya begitu bermakna tahun ini,
tapi,
hehe, kapan-kapan aja ya saya buat postingan tentang yang ketujuh ini, hehehehe *ngacir*
tujuh hal diatas adalah yang membuat saya menjadi sangat bersyukur dikaruniai kehidupan yang seperti sekarang ini,
24 tahun saya hidup di dunia, saya sadar hidup saya tidak sempurna,
ada banyak 'rompal' disana-sini,
ada banyak kegagalan, kekecewaan dan sebagainya yang mewarnai,
tapi saya sadar, bahwa semua hal yang terjadi pada diri saya sampai dengan hari ini, adalah yang membuat saya seperti sekarang ini,
alhamdulillaah,
saya bersyukur sekali dengan semua hal yang saya miliki saat ini :')
kenapa?
hehe... begini ceritanya :)
satu,
ada sebuah game yang jadi favorit saya sejak saya masih SMA dulu, yaitu Romancing Saga Minstrel Song yang saya mainkan dengan konsol PS2,karena satu dan lain hal, sudah 6 tahun ini saya ndak main game itu lagi,
yang membuat saya terharu adalah adek saya tercinta ternyata menyiapkan kejutan berupa munculnya game itu lagi di konsol PS2 di rumah,
jadi, adek saya dengan agak rahasia mencari DVD Romancing Saga dan nginstal ke konsol,
saya tahu itu susah, karena game itu DVDnya sudah gak ada yang jual lagi,
ketika akhirnya adek saya gagal, dia rela begadang buat donlod langsung via internet (4G bo' ukuran filenya!),
dan ketika akhirnya berhasil, saya sampe hampir nangis saking terharunya,
alasannya adek saya simpel: "aku pingin mbak bisa main game ini lagi sebelum mbak nikah dan nggak tinggal disini lagi ":')
dua,
orang tua saya keduanya masih ada, dalam keadaan sehat wal'afiat tidak kurang suatu apapun,dan saya sangat bersyukur sekali,
dalam usia saya yang semakin beranjak ke seperempat abad ini, saya masih punya kesempatan untuk melakukan yang terbaik buat mereka,
dan saya sangat bersyukur karena mereka begitu menyayangi saya, begitu memikirkan saya, dan tak pernah lelah mendoakan saya,
alhamdulillaahh :')
tiga,
saya ditelpun sama sahabat dekat saya sejak SMA, yang sudah berapa bulan tidak ketemu,
entah gimana saya sama dia emang terbiasa punya semacam link yang menghubungkan kami,
saya sayang banget sama dia dan sudah menganggap dia seperti saudara,
saya sempet kebingungan soalnya dia mendadak galau e.c putus sama pacarnya dan menolak diajak jalan-jalan,
hal yang membuat saya bahagia adalah, hari itu dia menelepon saya pagi-pagi dan dia memberi tahu saya bahwa dia sudah balikan sama pacarnya,
legaaaa banget,
walopun saya gak gitu kenal sama pacarnya karena mereka LDR-an, tapi tahu sahabat saya ini bahagia membuat saya senang sekali, karena terus terang saya khawatir :')
empat,
sepupu saya nginep di rumah,di sela-sela kesibukannya sehari-hari kuliah di salah satu fakultas di Univ Brawijaya, dia datang ke rumah,
dan tidak cuman sendirian,
dia datang bareng keluarganya,
rameeee deh rumah saya,
sepupu saya ini emang dari kecil mainnya sama saya, dan orang tuanya sudah kayak orang tua kedua saya, jadi rasanya semakin komplit saja hari ultah saya hari itu :')
lima,
dua teman saya yang sedang PTT di salah satu kepulauan di NTT sengaja nelpun saya buat ngucapin selamat ulang tahun,waaaaa... seneng dan terharu banget rasanya :')
saya jadi ingat idealisme lama saya buat PTT saat ngobrol panjang dengan mereka,
sempat terbersit perasaan: kenapa ya aku kok gak jadi berangkat PTT?
dan saya menjawab sendiri: kalo saya PTT, ceritanya gak akan seperti sekarang ini :')
enam,
dikaruniai orang-orang geje sekelas S2 ini,lihat saja tuh, gara-gara pengaruh mereka, saya jadi suka mbuat postingan-postingan geje dan gak masuk akal (tapi mbuat ngakak),
sebel sih kadang-kadang sama mereka, lha bayangin saja, saya sedang sedih bin galau, mereka malah menertawakan saya dan mbuat kegalauan saya seakan lelucon yang gak ada habisnya ToT
tapi sisi baiknya, lewat 'kekejaman' mereka itu, mereka mengajak saya buat melihat hidup dengan lebih realistis dan lebih bijak,
lewat mereka juga saya paham, bahwa hidup itu adalah serangkaian hal-hal yang pasti ada jalan keluarnya,
intinya, saya gak pernah sempat galau lagi selama saya sama mereka,
bersama mereka saya paham apa itu namanya partner in crime dalam artian harfiah :')
tujuh,
er... hehehe...ada sesuatu yang membuat ulang tahun saya begitu bermakna tahun ini,
tapi,
hehe, kapan-kapan aja ya saya buat postingan tentang yang ketujuh ini, hehehehe *ngacir*
tujuh hal diatas adalah yang membuat saya menjadi sangat bersyukur dikaruniai kehidupan yang seperti sekarang ini,
24 tahun saya hidup di dunia, saya sadar hidup saya tidak sempurna,
ada banyak 'rompal' disana-sini,
ada banyak kegagalan, kekecewaan dan sebagainya yang mewarnai,
tapi saya sadar, bahwa semua hal yang terjadi pada diri saya sampai dengan hari ini, adalah yang membuat saya seperti sekarang ini,
alhamdulillaah,
saya bersyukur sekali dengan semua hal yang saya miliki saat ini :')
Langganan:
Postingan (Atom)




