Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2016

28th Remembrance


"some questions are unanswerable no matter how much you think about it, so you can only let time takes its role to answer it," (my brother, 4 May 2016)

"you know, things fated to be yours will be yours, so try, but don't gamble," (my mother, 2016)

"maybe you will forget what you're saying, but some people will forever be saved by that," (my father, 2015)

"I believe the time when you find all those answers is not far, you just need to believe in it," (my workmate, 31 December 2015)

"we love your determination, for never giving up no matter how many times you fail, it inspires me, it inspires us," (my workmate, 2016)


"there is no absolute right answer in this world, we are opt to make mistake every now and then, so the most important thing is what you will do after that," ('patrick', 2014)

"it's funny, I was crying when you were hurt, because I could imagine how painful you must feel, but there you endured it and consoled me instead. I don't know whether you are very strong or simply ignoring your feeling, but anytime you do need someone, I will be there," (my workmate, 2014)

"it is better to believe and try then fail, rather than regretting myself for doing nothing," (siennra, 2012)

"some things will turn out differently, but you will be alright, I bet on it," (my coass-soulmate, 2011)

"no matter how big your question is, just remember that there is a bigger, much bigger, entity in this universe who can help you find the answer, so, you can always asks Him, anytime," ('krab', 2009)

"you should learn not to be so hard on yourself. you're strong, and we love you for it, but will you ever trust us to see your weakness too?" ('squidward', 2009)

"why couldn't you believe in yourself more? you can easily win many things, you know?" ('spongebob', 2010)

---
I feel blessed, and that is enough to move me to tears :')

Selasa, 26 April 2016

My Extraordinary but Underestimated Bacteria

http://www.menzies.edu.au

One day, I lost count of how many people saying that I need to go back to mainstream to end a period of my life. My question is: what is 'mainstream'?




Note: this is just another rambling. Do not bother to read when you have any other more important thing to do.


Jumat, 03 April 2015

Like A Hero

I simply hate people who claim what is not theirs to begin with. Depending on situation, the outcome varies from a simple smile of understanding until a full-blown raging war.


Saya tidak pernah menyangka akan menemukan hal seperti ini lagi. Tanpa saya tutupi saya akan mengatakan ini, seorang pembimbing mencoba untuk mempublikasi hasil kerja mahasiswanya. Wajar? Ya, wajar, kecuali kalau pembimbing ini ngotot jadi penulis pertama. Haha, bahkan si pembimbing ini tidak paham metode penelitian mahasiswa tadi yang memang di luar expertise beliau. Let's be clear, beliau bahkan tak tahu suka duka mahasiswa ini yang pernah gagal dalam penelitiannya dan mengulang dari awal. 

(oke stop, posisi saya disini adalah sama-sama pembimbing dengan pembimbing diatas, bukan mahasiswa, dan saya bukan pembimbing yang minta diletakkan sebagai penulis pertama)

Lalu apa yang terjadi saat mahasiswa ini mengatakan pada saya bahwa pembimbing satunya ingin menjadi penulis pertama? 

Kejadian ini bermula beberapa hari yang lalu saat pembimbing tersebut menghubungi saya dan menanyakan kesediaan saya untuk ikut mempublikasikan hasil kerja mahasiswa saya. Jawaban saya adalah bahwa saya akan ikut keputusan mahasiswa saya, jika ia bersedia maka saya pun tidak keberatan. Sang pembimbing ini mengatakan pada saya bahwa sang mahasiswa bersedia dan akan segera mengirimkan manuskrip ke email saya.

(Note: sang pembimbing ini mengaku sudah menambahi sedikit manuskrip tersebut)

Saat saya menerima manuskrip ke email, let's just say clearly that i began to dislike the advisor right on the spot. Nama beliau berada di nama pertama, nama saya ada di nomor dua, dan nama mahasiswa kami ada di nomor tiga. Kesimpulan saya hanya ada dua: satu, sang pembimbing ini tidak tahu bahwa ada etika dalam penempatan nama author, dua, pembimbing ini sengaja ingin mengambil apa yang bukan haknya.

Ketidakrelaan saya beralasan,
Satu, ide penelitian itu original dari mahasiswa, bukan ide kami sebagai pembimbing.
Dua, seluruh bahan penelitian dan biaya penelitian ditanggung oleh mahasiswa, bukan kami.
Tiga, konsep penelitian disusun oleh mahasiswa.
Empat, bidang penelitian yang diusung adalah bidang infeksi, yang merupakan bidang saya, bukan bidang beliau.
Lima, beliau tidak paham metode penelitian yang sudah dilaksanakan, yang saya buktikan dengan pertanyaan beliau yang 'aneh' saat ujian akhir mahasiswa tersebut, sehingga saya pun mencoba menjelaskan ulang metode penelitian mahasiswa tersebut. 
Enam, beliau tidak pernah banyak mengoreksi isi tulisan mahasiswa. Saya yang justru banyak mengoreksi.
Tujuh, beliau tidak menyaksikan sendiri upaya keras mahasiswa tersebut menyelesaikan penelitiannya.
Delapan, beliau kurang mujur, hahaha (atau sebenarnya mujur) karena berpartner dengan saya yang tidak pernah respek terhadap pencuri ide orang lain.

Saat saya mengkonfrontasi beliau tentang penempatan nama author ini, beliau menjawab bahwa selama ini setahu beliau, mahasiswa selalu ditulis di belakang saat publikasi. 


Which further clears her true form and intention. How many student you have deceived so far?


Dengan tegas saya katakan pada beliau bahwa menurut pengalaman saya beberapa kali publikasi baik nasional maupun internasional, tidak ada yang namanya pembedaan antara pembimbing dan mahasiswa di mata publisher. Semuanya berpangkat sama, peneliti. Dengan tegas pula saya katakan bahwa sangat tidak etis jika pembimbing meminta menjadi penulis pertama hanya karena alasan 'karena saya adalah pembimbing'.

Saya tidak terlalu peduli kalau beliau merasa tertampar, tertohok, terlempar palu, tersayat pisau ataupun terpanggang malu. Saya merasa sangat perlu memberi tahu beliau bahwa inilah prinsip saya dan saya menolak untuk menyamakan prinsip saya dengan prinsip beliau. Saya sadar kok kalau beliau sepuluh tahun lebih senior daripada saya, tapi lha terus so what?

Ini sudah jaman modern, sudah bukan jaman batu dimana senioritas adalah segalanya.
Di depan ilmu pengetahuan, pemegang ide adalah yang ada di baris terdepan. 

Setelah beberapa konfrontasi lainnya, akhirnya beliau pun setuju dengan syarat yang saya ajukan, yaitu mahasiswa kamilah yang menjadi first author, beliau ada di nomor dua, dan saya ada di nomor tiga. Penempatan saya di belakang sendiri juga bukan tanpa alasan. Lebih dari 80% isi penelitian tersebut adalah area expertise saya, maka saya lebih berhak berada di situ daripada beliau.

(Lucunya beliau mengisyaratkan bahwa beliau tidak berkenan diletakkan di nama terakhir, padahal nama terakhir justru lebih keren daripada nama yang ada di tengah)

Kedepan, saya bisa memproyeksikan beberapa hal yang akan terjadi terkait keputusan konfrontasi ini. Mungkin saya akan diblacklist oleh beliau, yang saya tidak terlalu peduli. Yang menjadi pemikiran saya adalah tentang mahasiswa saya yang masih harus menjalani masa profesi bersama beliau.
Mahasiswa saya pernah mengungkapkan rasa khawatir serupa dan sempat bingung karena di sisi lain ia pun tidak bersedia idenya diambil begitu saja.
Mungkin saya bukan orang yang paling tepat mengatakan ini, 
"Lebih baik kita kesulitan saat ini tapi kita tetap berpegang pada prinsip yang benar, jadi kita tidak akan menyesal kedepannya nanti,"

Sejujurnya juga saya bisa mengatakan hal itu karena sedikit refleksi dari yang saya jalani sih. 
Fyi, saya juga pernah menjadi korban pencurian ide dan saya merasakan sendiri bagaimana tidak enak hati yang saya alami saat tahu si pencuri tersebut dipuji atas kerja keras saya, sementara saya sendiri didepak tanpa penghargaan apapun.


I will not let myself steep so low by joining force with someone who steal ideas. I can promise this much.


'Like a hero' adalah komentar seorang teman dekat saya saat saya menceritakan hal ini. Sebenarnya bukan masalah jadi sok pahlawan sih, saya cuma melakukan hal yang saya anggap benar dan sesuai dengan prinsip saya. Saya akan menyesal seumur hidup jika saya diam saja, maka apapun resikonya, saya akan tetap berkeras kepala dalam hal yang satu ini.

Semoga Allah memberikan perlindungan untuk mahasiswa saya ini. Saya tahu ia adalah mahasiswa yang baik dan dia berhak atas semua kemudahan yang bisa ia raih. Semoga saya selalu dijaga pula dari hal-hal seperti itu kedepannya. Amiiinn.. 

Rabu, 21 Januari 2015

Ten Years with You


How come, just how come we’re still able to do all the same silly things like when we’re ten years younger?
So this is a tribute for you, let’s count it as anniversary for knowing each other for ten years.
Banzaai!
---

Ten years, you know, ten years.
We’ve been fooling around for ten years!
Can you mention again how old we are right now? LOL
Something has been bugging my mind since the last time we met and laughed equally hard while watching a drama of father and son partnership, then drooling over a samurai movie.

Yes yes, you’re drooling, I was not.
(then a blade is flying together with a frying pan)

Rabu, 10 September 2014

23.52, Malioboro Express

Saat ini 23.52, harus segera ditulis sebelum ganti hari.
Setelah petualangan saya ke Jogja sejak beberapa hari yang lalu demi monitoring evaluasi riset bimbingan iptekdok, saya pulang juga, hehe..
Mixed feeling sih meninggalkan Jogja, apalagi waktu kereta sampai di Solo Balapan.
Duh what am I doing?
Beberapa jam lagi, saya akan kembali ke rutinitas, dikejar deadline menemukan kuman tertentu dan segudang chain of activities lainnya.
Dalam gerbong berisi dengkuran dari segala penjuru ini, alhamdulillah, saya saat ini bisa duduk mensyukuri semua hal yg saya alami.
Semoga dengan ini semuanya akan menjadi lebih baik,
Semoga kuman saya yang jadi the most wanted in South East Asia segera muncul kembali,
Semoga riset saya berjalan lebih lancar lagi,
Semoga dengan ini cita-cita masa kecil saya bisa terwujud,
Apa itu? Hmm... i'm not telling, tapi berhubungan dengan Doraemon dan Ultraman, hahaha :D
Good night, road, wherever I am right now,
I really love this world.

Alhamdulillaah...
23.58, Malioboro Express.

Kamis, 19 Juni 2014

Pikiran yang Terdalam

In my deepest thought.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not let you die that easily.
It would be better if you lost your will.
You will not die, but inside, you die literally.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not let you suffer that instant.
It would be better if you lost your happiness.
You will not die, but inside, you suffer endlessly.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not let you smile on your death.
It would be better if you lost your precious.
You will not die, but inside, you cry in loneliness.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not let you enjoy your last breath.
It would be better if you lost your nerves.
You will not die, but inside, you breathe in difficulty.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not let you feel forgiven.
It would be better if you lost your sanity.
You will not die, but inside, you lost your insight.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not let you die easily.
It would be better if you lost in the dark.
You will not die, but inside, you rot and blind.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not kill anyone.
Angels around me said I could not do that.
It will only lessen my level to yours.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not dirt my hands.
Angels around me stated our difference.
I will not kill someone like you once did, literally.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not see any blood.
Angels around me showed the lives I have to protect.
I live to protect and never to abandon.

I could kill someone with this anger.
But no, I will not kill you.
You are not worthy even a second to be killed by me.

So let life do its turn and kill you itself the way it wants.

Kamis, 01 Mei 2014

Quest 15: Right and Wrong Answer, Co-exist in Every Decision

Here goes, my favorite screencapture from my favorite Patrick:


From Malang, April 2nd, 2014.

...and, that is so true,
thanks Pat, I hope you will not kill me because I put your original name and photo :p

Senin, 11 November 2013

Doa Saat Teraniaya?


Definisi teraniaya itu hanya Allah yang tahu...
Tapi,
Saat kau disakiti, kau bisa memilih untuk meratapi nasib, atau meresponnya dengan tersenyum.
Saat dalam hatimu terasa nyeri, kau bisa memilih untuk menangis, atau meresponnya dengan tertawa.
Saat yang harusnya milikmu diakui orang lain, kau bisa memilih untuk nelongso, atau meresponnya dengan ekspresi cuek.
Kau bisa saja maju dan menentang ketidakadilan yang menimpamu, menumpahkan kemarahanmu, menendang si pembuat onar sampai keujung galaksi.

Tapi jangan lupa untuk tetap terlihat BERKELAS dan KEREN saat melakukannya.

Pastikan kamera Yo*tube tidak memihak pada si pembuat onar agar kau tetap jadi pahlawan penegak keadilan.
Tapi yang lebih penting adalah tidak terlihat kalah.
Tersenyumlah.
Tertawalah.
Jangan biarkan mereka merasa menang walaupun hatimu membara.

Hadapi mereka dengan sportif, tunjukkan bahwa kau masih tetap tegar dan tak tergoyahkan sedikitpun walau apapun keburukan yang mereka lontarkan padamu.

Karena kemarahanmu, kesedihanmu, rasa putus asamu, adalah kemenangan bagi mereka.

Lalu saat berhadapan frontal tidak akan memberimu kehormatan yang lebih baik dari kondisimu saat ini, maka itu saatnya memikirkan hal lain.
Kau tahu? Tak ada gunanya mendoakan kejelekan mereka, karena toh mereka bahkan tidak berhak mendapatkan sesukukata pun doa darimu, sekalipun itu doa demi kehancuran mereka sendiri.
Jadi, saat kau merasa teraniaya (dan didefinisikan bahwa doamu pasti dikabulkan), maka doakanlah dirimu sendiri, agar kau menjadi lebih baik darinya, lebih sukses darinya, lebih diakui darinya, lebih keren darinya, lebih dicintai darinya, lebih kaya darinya, dilebihkan segala kebaikan untukmu daripada dia.
Doakanlah dirimu sendiri demi kelapangan hatimu, keindahan pribadimu dan kemampuan untuk belajar dari kesalahan mempercayai orang lain.

Bukan masalah kalau belum bisa memaafkan dia yang mencoba memburukkan dirimu, yang penting hatimu sudah lapang dan bisa menerima kehidupan selanjutnya.

Doakanlah dirimu sendiri agar mampu berjalan melalui apapun yang ada di depanmu, agar dihindarkan dari hambatan yang tak bisa atau sulit kau lalui, agar hidupmu senantiasa diberkahi dengan kemudahan.
Aku percaya, saat kita teraniaya, Allah mendengarkan doa baik yang kita ajukan pada-Nya dan aku percaya bahwa doa itulah yang dikabulkan.

Oh ya… Kau mau mendoakan dia agar jadi orang baik?
Silakan, tapi saya lebih suka berfokus mendoakan diri saya sendiri agar menjadi lebih baik daripada mereka.


Pada akhirnya, kesedihan dan kegembiraan adalah semata-mata keputusan kita. 
Jadi saat kau merasa teraniaya, putuskan apa yang akan kau lakukan.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Aku Pernah Dibully

Sejenak setelah re-run 35 Years Old High School Student, saya jadi ingat bahwa hal yang serupa juga pernah terjadi pada saya. Walaupun tingkat keparahannya sama-sekali tidak sebanding dengan yang saya lihat di drama tersebut sih...

Pembullyan nampak sangat memprihatinkan bagi sebagian besar orang. Mereka yang menonton sinetron atau drama pembullyan akan berkeluh kasihan dan berkaca-kaca, disertai hati mereka yang mencelos. Tapi segala perasaan itu takkan sebanding dengan apa yang dialami oleh korban bully.

Saya mungkin tampil sebagai orang yang ketawa-ketiwi ngalor-ngidul, bersikap enteng dan agak tidak pedulian. Orang mungkin melihat saya sebagai orang yang selalu beruntung dan tidak pernah susah.

Maka, bacalah tulisan ini.

Sabtu, 29 Juni 2013

(Satu) Se(tengah)tahun Kemarin

Malam ini saya kondangan barengan ayah ibu saya, kebetulan saya diundang sang mempelai dan ayah saya diundang ayah mempelai,
Yah, lumayan ndak nyopir malem-malem ^^

Sampai di tempat kondangan, tidak banyak wajah yang saya kenal, tapi saya berhasil menemukan dua ekor teman akrab saya semasa kuliah,
Terakhir kami bertemu sekitar November 2011 dan belum pernah ketemu lagi sampai barusan tadi :')

Dan mereka berdua bertanya,
"Penasaran sih, tapi gimana kamu nglewati Januari 2012 dulu?"

Eh?

Dan saya ketawa ngakak, rasanya sudah lama sekali sejak ada yang tanya ke saya tentang hal tersebut, hehehehe ^^

Yah, saya pun akhirnya menceritakan secara singkat apa yang saya alami sepanjang Januari 2012 sambil tertawa geli...
Hihihihi XD
Sungguh, sebenarnya saat saya masih di Januari 2012 dulu, saya tidak pernah membayangkan bisa mengenang kembali masa-masa itu sambil tertawa geli ^^

Waktu menyembuhkan segalanya,
rasa kehilangan,
kekhawatiran,
ketakutan,
Semua akan sembuh dengan sendirinya,
Yang indah akan tetap jadi kenangan indah, yang sedih pun menjadi kenangan yang menyumbang senyuman,

Bukan orang lain yang menyembuhkan kita, tapi diri kita sendiri,
Karena kita yang paling paham tentang semua yang terjadi.

Dan saat ini, saya bersyukur atas semua hal yang terjadi pada saya sepanjang 2012,
Karena dengan itulah, saya menjadi saya yang sekarang ini ^^

I love the 'recent me' a lot more!

Minggu, 23 Juni 2013

If We Never Lose Anything, Our Hands Will Always Too Full to Receive Better Things.

Tak bermaksud curhat,
Postingan singkat ini hanya untuk mengajak yang membaca untuk sedikit menengok kembali dalam kehidupannya masing-masing…
Ada berapa banyak hal yang harus dikorbankan untuk menjadi diri kita yang sekarang?
Berapa banyak hal yang mengecewakan?
Berapa banyak hal yang hilang?
Berapa banyak hal yang berhasil kita lupakan?


Ternyata memang tidak mungkin memiliki segala hal dalam hidup yang entah kapan berakhir ini,
Selalu ada jumlah maksimal tentang berapa banyak hal yang bisa kita ‘punya’, yang kalau kita mau melihat, sebenarnya jumlah tersebut adalah sama pada semua orang,
Tidak ada yang sangat beruntung dan tidak ada yang tidak beruntung.

Semua orang adalah beruntung.

Selalu ada alasan untuk bersyukur atas apa yang kita punya, dan apa yang tak lagi kita punya.

Kalau kita tak pernah kehilangan, tangan kita akan selalu terlalu penuh untuk kebaikan lebih besar yang seharusnya kita dapatkan.
If we never lose anything, our hands will always too full to receive better things.

You Get Something, You Lose Something



Written in three minutes, inspired by the beautiful song of ‘Cactus In The Valley’ by Lights ft Owl City (you can find the lyric here)
Photocredit: Frostbox Blog Maggie

Selasa, 07 Mei 2013

12 Most 'Listenable' Songs


Kurang kerjaan banget bikin tulisan ini.
Salah.
Justru saking banyaknya kerjaan, kuping saya jadi super familiar dengan banyak lagu yang menjaga saya tetap melek, dan saya menyadari beberapa lagu yang membuat saya mengalami adiksi pendengaran *halah*.
Intinya, semakin sibuk saya, semakin banyak neuron di otak saya bekerja, dan semakin banyak impuls yang akan mengalami pe-nimbul-an *emangnya Srimulat?* ke permukaan. Sepertinya secara fisiologis, atau maksud saya secara normal, impuls yang menimbul di otak saya bukan hanya Tessy, eh maksud saya, bukan hanya yang terkait pekerjaan, tapi juga yang terkait dengan yang lain-lain.
Mungkin itu cara saya mencapai kesetimbangan *kalau di fisika bukan ‘keseimbangan’ tapi ‘kesetimbangan’, jadi antara keset dan timbangan*. Duh… sepertinya impulsnya terlalu variatif kalau prolognya kepanjangan jadi marilah saya mulai saja.
Jadi berikut adalah beberapa lagu yang menurut saya merupakan lagu paling indah untuk didengarkan, berikut alasannya, yang tentu saja menurut saya. Tapi ndak ada salahnya dicoba dengarkan lagu-lagu berikut, because, they’re so beautiful :)



If My Heart Was A House (Owl City)
Fine, kuping saya memang amat sangat naksir sama Owl City, baik yang lirikal maupun yang instrumental semua ada di lepi saya :’). Termasuk lagu yang satu ini, “back and forth, if my heart was a compass you’d be north,” inti dari lagu ini adalah bahwa si Owl memiliki orang yang seperti kutub utara di kompas. Jarum kompas selalu menunjukkan arah utara, termasuk si Owl yang hidupnya akan selalu mengarah ke ‘utara’. Semacam cara unik khas Owl City untuk mendeskripsikan soal perasaan yang kita punya untuk orang lain. Very very beautiful song, very-nya ada dua :)
Coba dengarkan pula versi instrumentalnya. Tidak kalah bagus dan tidak kalah membuat hati terasa sejuk sekali :’) *maaf agak sedikit lebai*
“risk it all cause I’ll catch you when you fall, wherever you go if my heart was a house you’d be home,”



Clarity (Zedd ft. Foxes)
“don’t speak as I try to leave cause we both know what we choose,”
Satu penggal lirik yang ini menurut saya adalah yang paling unik, semacam Foxes sedang bicara tentang masa depan yang sudah pernah dia lihat. Lirik lagunya semacam maju mundur antara pingin lepas dan tidak pingin lepas. Dia sudah tahu endingnya, tapi segala sesuatu di sekelilingnya tetap membuat dia merasa mungkin ending itu bisa berubah jadi lebih baik dari yang dia ketahui.
Saya pertama dengar lagu ini waktu videoklipnya muncul di penutup sebuah acara berita sebuah stasiun tivi, dan wow, keren! Zedd memang terkenal dengan kemampuannya membuat efek dramatis dari sebuah videoklip dan klip garapannya bersama Foxes ini juga tidak kalah keren :D
Seperti apa videoklipnya? Search aja di Youtube dengan kata kunci Clarity Zedd ft. Foxes Official Video. Isinya tentang tabrakan yang (sangat) hiperbolis, hehehe… keren dan manis sekaligus :)
“if our love's insanity why are you my clarity?”



The Beginning (One OK Rock)
Ngerock dulu bentar, lagu ini adalah lagu yang langsung menjadi zat adiktif bagi membran timpani saya sejak saya nonton movie Rurouni Kenshin beberapa bulan yang lalu. Sekitar 30% lirik lagunya dalam bahasa Inggris, dan sisanya dalam bahasa Jepang, tapi dibuka dengan satu bait berbahasa Inggris,
“just give me a reason to keep my heart beating,”
Jadi inti dari lagu ini adalah devotion, bahwa kita hidup demi sesuatu yang kita anggap berharga. Selama masih ada satu alasan itu, maka kita akan dapat bertahan hidup dengan sendirinya, sekejam apapun dunia ini. Jujur sih, videoklipnya juga agak kejam kalau menurut saya :’(
Buat yang belum pernah tahu ttg One OK Rock, jadi dia adalah salah satu band rock Jepang yang terkenal karena suara vokalisnya yang khas. Kayak gimana khasnya? Ya kayak gitu, haha :p *plak!*. Vokalisnya bernama Taka *dan saya mendengar ada suara fangirl dari suatu tempat f(-__-“)* dan dia punya English pronounciation yang bagus. Jujur, waktu pertama kali dengar lagu ini di bait-bait awal saya tidak menyangka kalau ternyata yang menyanyikannya adalah orang Jepang tulen :p
“I’ll risk everything if it’s for you,”



Dementia (Owl City ft. Mark Hoppus)
“keep in faith just in case all the magic dies, cause this is driving me crazy,”
Dementia, atau dalam bahasa Indonesia disebut ‘demensia’ adalah suatu terminologi internasional untuk istilah ‘pikun’. Lagu ini unik, seperti juga sederetan lagu Owl City lain, karena dia bercerita tentang bagaimana kondisi demensia itu bisa membuat seseorang jadi gila. Bayangkan saja, kita ingin mengingat sesuatu, tapi ternyata kita lupa tanpa sengaja, atau kita ingin bersikap sesuatu, tapi endingnya kita bersikap sangat jauh dari keinginan kita. Dan semuanya tanpa kita sadari.
Dibalut pakai musik yang riuh dan unik khas Owl City di album terbarunya, lagu ini suer bisa membuat saya melek sampai pagi. Dan seperti halnya hasil kerja Owl City lainnya, bukan hanya lirikal, versi instrumentalnya pun luar biasa keren sekali. Saya penasaran videoklipnya, jadi kalau ada yang punya link-nya saya mau lho dibagi :)
“this is love, this is war, this is pure insanity,”



Rachmaninoff. 01 Piano Concerto No.2 in C Minor Op.18
Jangan tanya saya bagaimana lengkapnya tulisan lagu ini *saya menerima masukan tentang musik klasik yang satu ini*. Yupi, lagu ini adalah pure instrumental, yang pertama kali saya dengarkan di serial Nodame Chantabile Special 2 (dimainkan oleh karakter Son Rui), dan kemudian saya dengarkan lagi sebagai lagu latar adegan battle di sebuah film yang saya tonton. Lagu ini langsung menancapkan melodinya di korteks parietal saya dengan sempurna.
Rachmaninoff yang bagian ini memang sering dimainkan dalam Piano Concerto, jadi paduan antara permainan piano dan orkestra lengkap. Melodinya terasa agak iritatif sih sebenarnya *silakan bayangkan sendiri melodi iritatif itu bagaimana* tapi juga terasa seperti ‘mengangkat’ sesuatu dalam hati untuk dapat dipertahankan dalam situasi yang amat sulit. Intinya, walaupun merupakan musik klasik, memang melodinya cocok untuk battle. Bingung? Sudah, coba dengarkan saja supaya tahu maksud saya :p



Untukku (Chrisye)
“saat lautan kau seberangi, janganlah ragu bersauh,”
(Dulu) ini adalah lagu favorit saya, sebelum saya tahu lautan itu bisa ‘lebih berbahaya’ dibanding apapun, percayalah, hahaha ^^. Yah, walaupun lagu ini tak lagi menjadi lagu yang selalu mampir di list mp3 saya, tapi saya cukup sportif untuk mengatakan bahwa lagu ini adalah salah satu lagu paling indah yang pernah mampir ke kuping saya.
Yupi, saya adalah fans Alm. Chrisye, karena bagi saya keunikan suaranya tidak ada yang menyamai, sampai saat ini. Lagu ini bercerita tentang satu orang yang pergi mengarungi samudra, dan satu orang lagi yang menunggu orang pertama tadi untuk kembali. Dia yang pergi akan tetap setia, dan dia yang menunggu pun juga sama. Tipikal kisah dongeng ya? Hehe.. Tapi memang lagu ini indah sekali. Yakin, bahwa dia hanya untukku. Yakin… … Eh, yakin?
“karena ku yakin, kau hanya untukku,”



All I Know (Five For Fighting)
“I love you and that’s all I know,”
Lagu ini pertama kali mampir ke telinga saya saat saya masih SMA, dan saat itu pula sedang booming Naruto disana-sini *maaf gak nyambung* dan saya masih ingat seorang teman SMA saya ngeprin lagu ini di kertas yang ada gambar Sasuke-nya, hahaha masa muda XD.
Lagu ini adalah lagu penutup dari movie Chicken Little yang sampai sekarang belum pernah saya tonton. Isi lagu ini mengingatkan kita bahwa kita baru akan sadar betapa berharganya seseorang saat ia sudah tak lagi ada bersama kita. Kalau masih ada bersama kita, seringkali kita justru saling menyakiti tanpa kita menyadarinya. Jaman lagu ini keluar, Five For Fighting sedang jaya-jayanya, dan saya masih suka gaya musiknya sampai sekarang. Unik!
“endings always come too fast, they come too fast and they pass too slow,”



200 Miles (Jang Geun Suk)
“just speed up don’t be afraid! Run! Run! Get it started!”
Bijim, walaupun yang nyanyi orang Korea, tapi lagu ini adalah lagu berbahasa Jepang campuran bahasa Inggris yang ngebeat sekali. Melodinya juga agak surprising kalau menurut saya *menurut saya loh…*. Seperti halnya satu bait lirik yang saya tulis, isi lagunya berbicara tentang lari! Lari! Cepet! Cepet! Apapun yang terjadi, jangan takut dengan keadaan, tetap berjalan kedepan dan terus percaya bahwa kita bisa melampaui batasan yang kita buat terhadap diri kita sendiri. Asal kita bisa meyakinkan diri sendiri, percaya deh, tidak akan ada yang bisa menghentikan kita :)
Ini adalah lagu pertama dan satu-satunya lagu dari penyanyi Korea yang dengan setia mampir di list mp3 saya, soalnya (sama sekali) tidak bisa berbahasa Korea *though i'm a girl, I know just so NOTHING about Korean, be it language or artist*.
“exceed the limits of you!”



Brand New Day (Joshua Radin)
“most story has a hero to fight and make the past to pass,”
Sebagai penyanyi country, nama Radin mungkin tidak setenar Taylor Swift *yah.. iyalah..* dan sebagian besar lagunya memang agak ‘suram’. Tapi entah bagaimana, satu lagu ini kesannya begitu bright saat saya pertama kali mendengar. Liriknya simpel, tapi menggambarkan dengan baik mengenai ‘lahir kembali’ setelah mlungker di masa lalu.
Lagu ini juga menggambarkan bahwa untuk bisa keluar dari kemlungkeran tadi, kita mungkin akan membutuhkan orang lain. Orang yang tepat, supaya kita bisa keluar dari cangkang dan menemukan dunia yang benar-benar baru. Aneh sih, dunia kan ya gitu itu aja, jadi barunya sebelah mana :p
Intinya, beautiful song! :)
“for the first time in such a long long time I know I’ll be okay,”



You and Me (Lifehouse)
Siapa yang tidak kenal dengan lirik “there’s you and me and all the people when nothing to do nothing to lose,” ini? Saya pikir semua orang yang pernah naksir orang dalam bentuk apapun dan pakai mangkir dari pengakuan model apapun, pernah mendengar dan senyum dengar lagu ini, ahahaha XD. Lagu ini memang salah satu kanon lagu romantis. Bahkan dengan mendengar intronya saja, orang bisa mudah mengidentifikasi judul lagu ini. Yah mungkin separah-parahnya tau lagunya tapi ndak tau judulnya sampai berabad-abad kemudian *lirik diri sendiri di cermin*
Yang membuat saya ingat lagu ini bukan judulnya, tapi melodinya. Bahkan dulu saat bahasa Inggris saya masih as mencla-mencle as possible, saya sudah merekam melodinya dengan sempurna di memori saya. Terbukti, lagu ini adalah salah satu lagu termanis yang pernah saya dengar :)
“and there’s you and me and all of the people and I don’t know why I can’t keep my eyes off of you,”



Summer Paradise (Simple Plan ft. Taka)
“I can’t believe I’m leaving oh I don’t know what I’m gonna do,” 
lagu ini adalah rangkaian kata-kata yang simpel dan mudah diingat. Ada beberapa versi dari lagu ini, tapi versi ft. Taka ini yang paling saya suka, karena yang memiliki lirik yang paling friendly dengan kuping saya, hahaha XD
Sekali dengar, lirik “I’ll be there in the heartbeat,” langsung mancep dengan indahnya di kuping pendengar. Dengan melodi yang juga enak didengarkan, lagu ini salah satu lagu yang jadi most wanted di kuping saya. Semacam vokal dan musiknya bisa bercampur dengan sangat baik dan tidak kelewat ngebeat tapi juga tidak melon… eh, maksud saya melow :p. Memang sih, sebenarnya lagu ini bercerita tentang perpisahan (yang harusnya sedih), tapi dikemas dalam lirik dan melodi yang tidak akan membuat pendengarnya galau *menurut saya sih…*.
“tell me how to get back to summer paradise with you,”




Tentu saja, ada setumpuk lagu lain yang ada di list mp3 saya, rata-rata sih bukan lagu lokal, karena Chrisye sudah tidak lagi berkarya (ya tentu saja) dan saya belum menemukan penyanyi lokal yang bisa saya kagumi seperti saya kagum sama Chrisye. Bukannya tidak cinta Indonesia, tapi nyatanya lagu-lagu lokal temanya kurang variatif dan saya seringkali langsung bosan dengan hanya mendengarkan satu dua kali *pengakuan* :p

fine then, o saki ni, dengan selesainya tulisan ini akhirnya saya ngantuk juga. Terima kasih sudah membaca, boleh lho share lagu apa yang bagus untuk didengarkan :D
note: tulisan ini dibuat dalam waktu 15 menit

P.S. setelah saya hitung-hitung lagi ternyata isinya 11 lagu, bukan 10  *tanda sudah ngantuk*
jaa oyasuminasaaaaiii :)

-100413, 11.03 pm-
Updated from '10 Most 'Listenable' Songs to '12 Most 'Listenable' Songs' on 111013, 6.30pm-

Rabu, 24 April 2013

you get something, you lose something

How come?
It doesn't matter how long you believe,
It doesn't matter how long you stay,
It doesn't matter how long you hold on,
Nothing is important on the judgement of the world.

We are oblivious of future,
We'll never know what may happen one second ahead,
To get something while losing something is normal,
Life is all about balance whatsoever,

But also keep in mind that it also works in reverse order,
Which means, when you lost something, you'll get something in return.



Dedicated for my friend, classmate and sister, +Hetti Rusmini  :)
#np Summer Paradise
posted from Bloggeroid

Rabu, 03 April 2013

Ikatan Batin Memang Benar-Benar Ada


Saat saya menulis ini, saya mengalami malam yang penuh tawa,
Lebih tepatnya ketawa ngakak,
Menertawakan diri sendiri kalau detilnya,
Menertawakan keadaan kalau agak lengkapnya,

Tahukah kamu? Yang dinamakan ikatan batin itu ternyata memang benar-benar ada. Tidak perlu selalu bersama sepanjang waktu, asal ada yang namanya ketulusan untuk satu sama lain, ikatan batin itu bisa melampaui jarak dan waktu.

picture from here

Dengan siapa ikatan batin itu terbentuk? Dengan orang-orang yang dekat di hati kita, bisa keluarga, saudara, sahabat, orang spesial? Well, ikatan batin itu milik siapa saja kok, tidak terbatas.
Yang jelas agak lucu saat kita menyadarinya tanpa sengaja, semacam tetiba ada event dimana mereka tetiba terhubung dengan kita tanpa kita berharap tentang munculnya kondisi tersebut.
Hihihi…

But trust me, kondisi seperti itu akan membuat kita bersyukur sekali,
Bersyukur karena ternyata Yang Di Atas masih menjaga mereka, mengingatkan tentang kita pada mereka seperti kita ingat tentang mereka, mengisi sedikit waktu mereka dengan ingatan tentang kita, dan membuktikan bahwa ikatan itu memang benar-benar ada.

Maka dimulailah edisi kangen karena tetiba kita akan teringat betapa indahnya waktu yang pernah kita lalui bersama mereka dan betapa inginnya kita kembali ada diantara mereka.
Namun jika memang tak mungkin kembali bersama mereka, toh ikatan batin itu ada, dan seterusnya akan terus dijaga oleh-Nya,

Asal kita tulus dan asal kita percaya.

Karena Dia Maha Penjaga :)

----------------------------------------------------------------------------------------------

“Circle me and the needle moves gracefully, back and forth, If my heart was a compass you’d be north.
Risk it all cause I’ll catch you when you fall, wherever you go if my heart was a house you’d be home,”
#np If My Heart was A House  -Owl City-
(one of the most beautiful song I’ve ever heard)

picture from here

Sabtu, 29 Desember 2012

(maksud saya, multiposting ini adalah) Kaleidoskop 2012



Ide membuat multiposting ini mencuat saat saya membaca kalender dan menemukan bahwa kalender saya penuh dengan tanda dan tulisan disana sini.
2012 memberikan banyak sekali makna dan cerita buat saya, dan saya berpikir, tidak ada salahnya saya merekam dan merangkum segala hal yang saya dapatkan selama setahun ini dalam sebuah multiposting. Who knows, suatu saat nanti hal ini bisa berguna untuk saya ataupun untuk siapapun yang membaca multiposting ini :)

Warning: multiposting ini full tentang saya


Januari 2012
Losing.
Siapa sangka di awal tahun saya justru kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga buat saya? Januari 2012 membanting keras resolusi yang saya buat dan mencabut sejumlah besar rasa percaya yang saya jaga selama bertahun-tahun. Dan entah bagaimana, saya survive. [baca selengkapnya]

Februari 2012
Consoling
Katanya sih, Februari itu bulan kasih sayang. Dan itu benar sekali. Ada sekian banyak kasih sayang yang saya dapatkan di bulan ini. Namun ada satu yang membuat saya paling terharu dan tak akan pernah terlupakan sepanjang hidup saya. Bukan sekedar sahabat, tapi soulmates. [baca selangkapnya]

Maret 2012
Thanking
Mungkin sudah tidak asing bagi pembaca blog saya bahwa saya sangat akrab dengan teman-teman sekelas saya di kuliah S2. Walaupun hanya sedikit, tapi mereka sungguh merupakan saudara-saudara geje yang saya dapatkan dengan geje, dan dengan gejenya saya menyayangi mereka seperti dengan sama gejenya mereka menyayangi saya. [baca selengkapnya]

April 2012
Releasing
Dalam diri seseorang ada banyak pintu. Tapi buat saya, pintu ke masa lalu adalah pintu yang harus saya tutup dan tidak untuk dibuka lagi. Nginceng gakpapa lah, namun saya harus belajar menerima kenyataan bahwa waktu tidak akan bisa diputar kembali. Seindah apapun itu…[baca selengkapnya]

Mei 2012
Smiling
Ulang tahun ke-24 kali ini menjadi amat sangat istimewa untuk saya. Istimewa dalam banyak hal. Walaupun waktu sudah mengikis banyak value dari hari itu, tapi pelajaran dan maknanya akan tetap jelas teringat. [baca selengkapnya]

Juni 2012
Finding
Fakta yang bertolak belakang dengan keinginan adalah sesuatu yang sulit diterima. Namun jika hal tersebut adalah benar-benar fakta, maka tidak bisa tidak, saya harus menelan pahitnya dan menerima hal tersebut. I have an angel, and I call her ‘mom’. [baca selengkapnya]

Juli 2012
Freeing
Setelah mengalami segala hal hingga bulan Juni, maka di pertengahan tahun saya memutuskan untuk membebaskan diri saya sebebas-bebasnya dari segala hal yang membuat saya tidak bebas. Dan saya pun menyadari ada banyak hal berharga yang sebelumnya luput dari kesadaran saya. [baca selengkapnya]

Agustus 2012
Realizing
Kadang kita telat sekali menyadari hal mana yang berharga buat kita dan hal mana yang biasa-biasa saja. Bulan Agustus memberikan kesempatan pada saya untuk mencoba menjaga hal berharga yang saya temukan… [baca selengkapnya]

September 2012
Changing. Gambling. Changing
Bulan ini adalah bulan yang paling susah dideskripsikan. Saya mencoba gambling untuk changing sesuatu, namun entah berhasil entah tidak, saya belum bisa menentukan hasilnya. Tapi, bulan ini, seperti halnya Agustus, adalah bulan paling happy :) [baca selengkapnya]

Oktober 2012
Sacrificing
Apa sih yang saya sacrifice kok sampe sebegitunya? Hehehe… sebagian besar pasti mengira saya galau karena memberikan label Sacrificing di bulan Oktober. Iya sih memang saya galau, tapi galaunya kenapa dulu? Ada yang bisa menebak? [baca selengkapnya]

November 2012
Protecting
Secara naluriah, saya cenderung protektif terhadap orang-orang di sekitar saya. Sedih dan marah rasanya kalau ada yang menyakiti dan menggagalkan mereka, apalagi di depan mata saya. Kalau memang tidak suka saya, ya saya aja, jangan bawa-bawa mereka... [baca selengkapnya]

Desember 2012
Believing
Seperti halnya sebuah movie yang memiliki antiklimaks, bulan Desember juga bersifat sama seperti itu bagi saya. Ada banyak hal yang muncul sebagai jawaban untuk pertanyaan saya di bulan-bulan sebelumnya. Nice way to end the year :’) [baca selengkapnya]


Nah kalau begini kan semua memori sudah terdokumentasikan. Okelah, tidak semua, tapi memori terpenting dari tahun 2012 sudah safe di blog saya dan bisa saya baca lagi sewaktu-waktu.
Semoga 2013 menjadi tahun yang lebih baik untuk saya, untuk keluarga saya, untuk sahabat-sahabat saya, dan untuk siapapun yang membaca tulisan ini.

Life is interesting :)

‘hiduplah seperti kau akan mati besok pagi, tapi percayalah seperti kau akan hidup seribu tahun lagi’ (Siennra, 2012)