Tampilkan postingan dengan label kaleidoskop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaleidoskop. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juli 2017

Senin, 15 Mei 2017

Day 29: Shadows


I cannot lie that I see glimpses of people I hurt in the past when I listened to this song the very first time. I guess that is what people said about 'shadows from your past'.

Numb - Official Video - David Archuleta

Sabtu, 24 September 2016

Surakarta: The Lost Story



They say, first love never dies. For me, it is not that it never dies, but the lesson of first-times lays deeper than any other. And that is all it is.

Kamis, 05 Mei 2016

28th Remembrance


"some questions are unanswerable no matter how much you think about it, so you can only let time takes its role to answer it," (my brother, 4 May 2016)

"you know, things fated to be yours will be yours, so try, but don't gamble," (my mother, 2016)

"maybe you will forget what you're saying, but some people will forever be saved by that," (my father, 2015)

"I believe the time when you find all those answers is not far, you just need to believe in it," (my workmate, 31 December 2015)

"we love your determination, for never giving up no matter how many times you fail, it inspires me, it inspires us," (my workmate, 2016)


"there is no absolute right answer in this world, we are opt to make mistake every now and then, so the most important thing is what you will do after that," ('patrick', 2014)

"it's funny, I was crying when you were hurt, because I could imagine how painful you must feel, but there you endured it and consoled me instead. I don't know whether you are very strong or simply ignoring your feeling, but anytime you do need someone, I will be there," (my workmate, 2014)

"it is better to believe and try then fail, rather than regretting myself for doing nothing," (siennra, 2012)

"some things will turn out differently, but you will be alright, I bet on it," (my coass-soulmate, 2011)

"no matter how big your question is, just remember that there is a bigger, much bigger, entity in this universe who can help you find the answer, so, you can always asks Him, anytime," ('krab', 2009)

"you should learn not to be so hard on yourself. you're strong, and we love you for it, but will you ever trust us to see your weakness too?" ('squidward', 2009)

"why couldn't you believe in yourself more? you can easily win many things, you know?" ('spongebob', 2010)

---
I feel blessed, and that is enough to move me to tears :')

Sabtu, 02 Januari 2016

Selasa, 30 Juni 2015

June 30th: Azure

Topic: I am today, after these 30 days…


A Z U R E

Azure is the color of the sky, where hopes, dreams and wishes are waiting to be unfold.

Rabu, 31 Desember 2014

Dreadliest Moment of the Year

Saat perjalanan udara pulang ke Juanda pertengahan bulan Desember.
Jam 8.30 malam, setelah guncangan terlama dan terkeras yang pernah saya alami saat naik pesawat, turunlah hujan dan kilatan petir yang kelihatan dari jendela di sebelah saya.

That... was the very first time I said to myself,
"I want to live,"

Memuakkan menyadari bahwa 'your life is on the edge' tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Ditambah bahwa saya sadar bahwa di bawah kami adalah laut dan saya tahu soal tekanan air walaupun nilai fisika saya maks cuma 70.

Rute yang saya lalui kebetulan adalah rute yang dilalui oleh sebuah maskapai lain yang dikonfirmasi jatuh di akhir Desember.
Saat saya menulis ini, ada rasa empati yang tidak pernah saya rasakan sebelum ini terkait kabar jatuhnya suatu pesawat. Kali ini entah kenapa ada rasa sedih bercampur syukur saat menonton berita di tivi.

Tak berhenti saya bersyukur bahwa saya masih berkesempatan membuat postingan ini, yang artinya saya masih hidup.

Semoga Allah memberikan kemudahan jalan dan pengampunan dosa bagi mereka yang dipanggil-Nya.
Amiiiinn...

Selasa, 30 Desember 2014

Silliest Thing I Did This Year

Terjadi di bulan November 2014, detilnya ada di sini >> Another Day in Jakarta

Intinya, saya salah cara membuka pintu (harusnya saya dorong tapi saya tarik), bwahahahaha XD
*saya masih merasa bodoh kalau ingat momen yang itu*

Sudah sempat mau manjat keluar ruangan lho, hehehehe :D

Lebih silly lagi adalah karena saya tidak malu mengakuinya dan menceritakannya kemana-mana.
Dan saya pun dipuji (atau ini sarkasme ya?), "Kamu tu, jujur banget sih?

Okelah, sepertinya itu sarkasme.

Whatever, momen yang itu definitely The Silliest Thing I Did This Year!!
*kemudian kembali ngakak"

My Song of the Year

Surprisingly bukan Owl City, hahaha :D
My song of the year adalah tembang milik BoA berjudul: 

'Masayume Chasing'

Oke begini penjelasannya:
  • Masayume artinya berasal dari kata 'yume' yang dalam bahasa Jepang artinya 'mimpi'
  • 'Masayume' adalah istilah Jepang yang artinya 'mimpi yang terwujud' (kata Mbah Gugel 'dream that comes true'). Beberapa translator menyebutkan arti kata 'masayume' sebagai 'true dream'
  • Jika dipasang bersama kata 'Chasing' maka artinya kurang lebih adalah 'mengejar mimpi hingga mimpi tersebut terwujud'
Dirilis tahun 2014 sekitar bulan April, lagu ini nyantol waktu saya kebetulan nonton salah satu anime yang dirilis di bulan tersebut. Yupi, ini adalah opening song dari salah satu anime paling booming di tanah Doraemon sana. Bagian yang paling nyantol saat saya pertama kali dengar adalah lirik baris pertamanya:

'yume no otte mayoikonda kokoro no mori no oku'

Oke begini penjelasannya:
  • 'Yume' seperti yang telah saya jelaskan, artinya 'mimpi'
  • 'Yume no otte' adalah bentuk partikel kata kerja yang artinya 'mengejar mimpi'
  • 'Mayoikonda' artinya 'tersesat' 
  • 'Kokoro' secara umum sudah diketahui artinya adalah 'hati'
  • 'Mori' artinya adalah 'hutan'
  • 'Oku' artinya 'jutaan'
  • Jika digabung semua, maka 'yume no otte mayoikonda kokoro no mori no oku' artinya adalah 'saya mengejar mimpi, lalu tersesat dalam hutan jutaan hati,' (nah kan? Bahasa Indonesia itu kadang ndak ekspresif... mari dirubah ke bahasa yang lebih ekspresif: "I chased my dream and got lost inside the forest of million hearts" nah... better, hahaha :p)
Dari mana saya belajar Bahasa Jepang? Most of the time, otodidak. dengan satu setengah tahun ikut ekskul Bahasa Jepang waktu SMA.

Terkait Masayume Chasing, ada blog yang bagus sekali translate-nya: nih vahliahimelyrics.blogspot.com. Lirik aslinya juga ada di blog yang sama.

Oh, dan kalau ingin lihat OV-nya ada di YouTube, but, uh... sungguh beda dari ekspektasi saya saat pertama kali dengar lagu ini.
Korea banget! Ya iya sih, BoA asli Korea, hahaha, tapi kan liriknya Bahasa Jepang jadi bayangan saya duluuu... OV-nya akan berbau Jepang juga. 
Yang ternyata tidak, hahahaha :D

Btw, saya bukan fans artis Korea. Saya cuma betah sekali nonton OV-nya habis itu cukup dengar mp3nya saja.
The OV is cute, but not really my taste.

Maybe because I am a girl, ahaha :p

Well, whatever.
Still, this is my song of the year.



Senin, 29 Desember 2014

Worst Thing of the Year

... is ... ... being lied to.

Makes you unable to trust the person again, no matter how hard you try.
A little lie is fine and can be overlooked, but a big fat lie is out of question.

Why would people lie?
The answer is to protect something, or, someone, or, themselves.

As the time flows, forgiveness will come for sure.
But there is a crack in the trust that is unrepairable.
A crack that hinders further trust.
A crack that blurs all generousity ever happened.

There is nothing ever more vexing than being unable to trust someone you used to trust with all your heart.

I'm not being naive here. Everyone, you and me, must have at least one person we really trust.
When they can become our biggest strength, they also pose as our biggest pitfall.
Still, as human, we trust others, accidentally or not.

People hurt because they wish upon their trust.
When a big fat lie reveals itself, for me, it is the worst moment.

Best Wisdom of The Year


have learned it the hard way.
---


P.S. why snow? well that's the one came into my mind when I made this.

Minggu, 28 Desember 2014

Silliest Judgement of the Year

Kalau napak tilas perjalanan selama setahun ini, ada beberapa judgement yang dibuat oleh beberapa orang di sekitar saya.
Bukan sekedar judgement biasa, lebih seperti 'mantera' yang mereka sebul ke saya terkait masa depan saya...

... yang semuanya (pada akhirnya) tidak berlaku ke saya, btw.


One said, "Kau pasti bakal bosan pakai ransel dan mulai pake tas jinjing,"

The fact, ransel masih jadi pilihan saya di hampir segala situasi. Lihat deh, lihat deh, para pembicara seminar yang keren-keren kebanyakan juga pakai ransel.
Siapa tahu kalau pake ransel terus bisa ketularan gitu? Hehehe :D
Alasan saya suka pakai ransel adalah:
1. Kedua tangan saya bebas bergerak
2. Saya bisa ngautis dengan lebih nyaman pake dua tangan i.e. kadang saya ngetik atau (lebih parah lagi) main game sambil jalan

Selasa, 23 Desember 2014

Silliest Question of The Year

the silliest question of the year was...

"Kukira kamu bakal berhenti main game online?"

and my answer was...

"Hah?" (Kemudian menjelaskan panjaaaaaaaaang tentang mmo)

and the reason of the question was...

...entahlah saya juga tidak tahu... hahaha... coba tanyalah sama yang tanya ke saya, nih akun twitternya @wathee_fullmoon, hahahaha XD

Minggu, 21 Desember 2014

From Rainfall to Rainbow.

my flight, one day in December 2014

Setiap tahun, saya membuat semacam kaleidoskop berisi hal-hal yang saya alami setahun terakhir, namun tahun ini, sebuah konklusi datang di kepala saya pasca seorang sahabat saya menelepon saya dari suatu tempat nun jauh di sana…
… dan membuat saya sadar, sekali lagi, tentang kehidupan saya di balik kaca.


One said, “I envy you. You have your passion, while I do not know what kind of passion I should have,”

Passion saya adalah yang membawa saya hidup seperti kehidupan saya saat ini. Sekilas, nampak seperti kehidupan serba nyaman dan tanpa cela.

Alhamdulillaah, I am blessed. Adalah sebuah rahmat, bahwa saya bisa hidup seperti kehidupan saya saat ini. Tak pernah lelah saya bersyukur atas hal yang telah dilimpahkan-Nya pada saya. Tidak sempurna memang, tapi saya bersyukur memiliki semua hal ini.


One said, “You have a strong front, positive attitude, and untamed determination,”


Saya punya kecenderungan untuk selalu berusaha sebaik mungkin. Saya juga punya kecenderungan untuk tidak menyerah sampai titik darah penghabisan (oke, klise). Saya selalu mengatakan pada diri saya sendiri, ‘selalu ada jalan’, ‘pasti ada jalan’, pasti ada pemecahan’, ‘pasti akan baik-baik saja’.


One said, “Your personality resembles both gentle snow breeze and tough wolverine,”


Mereka yang kenal saya cukup lama akan memahami bahwa saya kadang memiliki beberapa persona yang saya gunakan. Mereka selalu bilang bahwa seorang siennra yang tidak ada halus-halusnya dan kadang asal ngeplak akan berubah menjadi halus dan sopan di depan pasien. Well to tell you the truth, I am, basically, a medical doctor (who never really realized this fact until my last month of professional training).

Mereka yang baru kenal saya akan mengatakan bahwa passion saya mengajar terlihat sekali di kelas. Kala saya menjelaskan sesuatu, kala itulah passion saya paling terlihat. Sejak masa sekolah dulu, saya sering dipuji karena kemampuan saya menjelaskan ke orang lain.

Permasalahannya, saya tidak selalu mau menjelaskan, ahaha :p


One said, “You are… perfect,”


Entah kenapa ada yang menyebut saya demikian. Mungkin karena saya seorang dokter? Mungkin karena saya seorang dosen? Mungkin karena orang tua saya?

Sejujurnya sih, saya tidak suka dikenal orang karena orang tua saya. Sejujurnya juga, saya juga tidak seberapa suka jika dipuji-puji orang karena saya seorang dokter. (Yah walaupun harus saya akui bahwa kadang gelar dokter ini agak ‘memudahkan’ di beberapa aspek). Intinya adalah, saya lebih suka dikenal orang sebagai saya, seorang individu biasa tanpa atribut apapun berupa gelar dan keturunan.

Ada beberapa orang yang menganggap saya ‘angelic’, karena yang pernah mereka saksikan adalah sisi saya saat mengajar atau berhadapan dengan pasien. Seriously, bahkan beberapa sahabat masa kecil saya kadang tidak percaya bahwa saya juga punya sisi ‘not-too-angelic’ alias manusiawi.


In fact, I have been living in a glass since very beginning.


Saya terbiasa menjadi sorotan orang di sekitar saya. Pujian dan seru kekaguman sudah kenyang saya dapat sejak saya kecil. Banyak yang bilang saya cerdas. Banyak yang bilang saya bisa menjadi apapun yang saya bisa. Alhamdulillaah, saya mensyukuri semuanya.

Sejak kecil, saya akrab dengan ranking pertama. Saya akrab dengan nilai tertinggi di kelas. Barulah ketika SMA saya keluar dari comfort zone dan bertemu dengan sejumlah besar orang yang jauh lebih cerdas daripada saya. Ibu saya pernah berharap bahwa saya bisa ranking satu sekali saja saat SMA, namun tidak pernah kesampaian karena isi kelas saya adalah orang-orang yang brilian. Lebih jauh lagi, saat masuk ke tahun ketiga, entah bagaimana saya kecantol di satu dari dua kelas unggulan di sekolah…

Haha, jangankan ranking pertama, masuk tiga besar saja sudah harus jumpalitan :D
Mungkin ibu saya adalah satu-satunya ibu yang tidak bahagia saat anaknya masuk kelas unggulan, ahahaha :p


In fact, most people see what they want to see, not what they need to see.


Saat masuk kuliah, saya bertemu dengan makin banyak orang yang jauh lebih cerdas daripada saya. Menjadi butiran debu diantara orang cerdas bukan lagi hal yang aneh bagi saya saat itu :)

Entah bagaimana, saya menjadi mahasiswa pertama di angkatan saya yang lulus ujian skripsi pada semester ketujuh, 18 November 2008. Saya juga masih ingat ada seorang teman saya (yang notabene SAMA SEKALI SELAMA 3,5 TAHUN tidak pernah menyapa saya) tetiba mendatangi saya dan bilang begini, “Kok bisa sih kamu sudah ujian? Kok bisa?!” dengan wajah masam dan jelas-jelas tidak rela saya ujian duluan. Yah maklum sih, dari segi nilai, saya memang bukan apa-apa dibandingkan teman saya itu.
Tidak banyak yang tahu bahwa saya sudah memulai penelitian di awal semester kelima, jadi wajar kan kalau semester ketujuh saya sudah ujian?

Selama kuliah, saya orang yang biasa-biasa saja, sama sekali bukan mahasiswa yang menonjol. Apalagi selama masa koas, hahahaha XD sudah pernahkah saya bilang berapa kali saya kena jackpot selama koas sehingga nilai saya banyak yang terjun payung?

Saya diterima sebagai mahasiswa S2 sebelum saya lulus dokter. Lucunya, hal inipun juga membuat beeberapa teman saya ngambek, entah kenapa, hahahaha XD
Seorang mahasiswa unggulan di kelas saya bahkan sempat menunjuk-nunjuk saya sambil bilang, “Dia keterima S2? Dia?!”

Laughable. Hahahahaha, masbulo ane keterima sekolah lagi? XD

Saat saya diterima sebagai dosen di tahun yang sama dengan saya keterima S2, banyak pihak yang menuding saya diterima karena orang tua saya. It took all of my willpower not to kindly deliver a deadly punch to anybody ever said that.
Lebih parah lagi ketika saya keterima PNS, waow, santer sekali dugaan keterlibatan orang tua saya di balik diterimanya saya menjadi PNS. Orang tua saya sama sekali bukan petinggi, fyi, dan keluarga saya sama sekali bukan keluarga yang ingin saya mencapai sesuatu dengan hal seperti itu.
Walaupun tidak bisa membuat semua orang percaya tapi saya ingin menyatakan bahwa segala hal yang saya capai saat ini adalah karena kerja keras saya.

Saya lulus S2 dengan nilai cumlaude, yang sangat saya syukuri. Menurut saya, itu adalah hadiah yang bisa saya berikan pada orang tua saya sejak saya tidak pernah lagi bisa menjadi ‘ranking satu’ selepas lulus SMP.

Ada sinetron tersendiri di balik nilai cumlaude saya, tentang bagaimana suka duka saya menghadapi penguji super duper killer dan upaya saya untuk publikasi internasional agar saya bebas ujian akhir tesis. Banyak orang mungkin hanya melihat gelar cumlaude di samping nilai ijazah saya. Hanya sedikit yang menyaksikan bagaimana saya berjuang tetap berdiri dan tersenyum saat penguji saya mempermalukan saya di seminar hasil saya.

Tidak banyak juga yang tahu bahwa selama S2 itulah saya mengalami banyak peristiwa yang merubah saya. Satu kehilangan terbesar yang pernah saya alami terjadi pada masa menjelang proposal tesis saya, dan sejujurnya saya butuh waktu sangat lama untuk bisa menerima kenyataan.

Tidak banyak juga yang tahu bahwa penelitian saya sempat gagal total sehingga saya harus mengkonsep ulang dan melakukan percobaan ulang.

Tidak banyak juga yang tahu bahwa mata kiri saya menjadi minus 5.25 karena sebuah kecelakaan saat saya melakukan penelitian saya.

Tidak banyak yang tahu.
Yang banyak diketahui adalah nilai saya, cumlaude.


One said, “I wish I could be you, someone who has almost everything, who can get almost everything,”


Yah, itulah yang sering saya dengar dari orang-orang di sekitar saya. Banyak yang ngefans sama saya, uhuk, okelah, revisi, banyak yang mengagumi saya. Alhamdulillaah…

Walaupun kadang agak kurang realistis sih…
Hehe, sesempurna apapun saya di depan orang lain, tidak banyak yang tahu bahwa saya juga punya masa-masa dimana saya merasa hopeless. Saya punya masa-masa saat saya hanya ingin menyerah, hanya ingin menghilang, hanya ingin lari dari segalanya. Saya punya masa-masa saat saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan.
Saya punya masa-masa terburuk dimana saya hanya bisa memeluk lutut tanpa bisa mengangkat kepala sedikitpun.

I am a human. I just… don’t like to stay that way too long.


In fact, I lost many times, I cried many times.


Ada banyak kesempatan yang saya lewatkan dalam masa setahun ini. Sebagiannya saya lewatkan dengan langkah yang… yah, lumayan menyakitkan, hahaha :p
Kadang langkah saya berat karena diri saya sendiri, kadang langkah saya berat karena tekanan dari sekitar saya. Yah, dunia ini kadang kejam dan mematikan semua senyuman. Tapi sesungguhnya, kebahagiaan adalah pilihan.

And being weak is not me. Saya selalu berkata pada diri saya sendiri di saat saya gagal, “Masa lalu tidak bisa diapa-apakan lagi, yang penting adalah bagaimana sekarang dan bagaimana besok, apa yang harus dilakukan setelah ini,”. Memandang jauh ke depan adalah cara saya menghadapi keburukan yang menimpa saya.

Tidak mudah memang, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun dan mengalami berpuluh-puluh hal yang membuat saya broken-hearted untuk bisa memicu otomatisasi otak saya untuk berpikir demikian. The strong me, is the result of something else.


In fact, for me, a strong person is not someone who can hold on perfectly, but someone who shows ability to accept whatever the fact and turn it into strength. From rainfall, to rainbow.


Kita tidak perlu membuat semua orang tahu apa hal baik dan apa hal buruk yang terjadi pada kita, karena toh kita tidak akan bisa membuat semua orang memahami kita. Apa yang nampak baik di mata orang lain mungkin tidak seindah itu di mata kita, dan sebaliknya.

Seperti apapun kita, pasti akan selalu ada orang yang mendapatkan celah untuk mengatakan ‘sesuatu yang baik’ dan ‘sesuatu yang buruk’.

Saya berhenti untuk melihat kegagalan-kegagalan saya sebagai hal yang melemahkan saya sejak berbulan-bulan yang lalu. Biarlah kegagalan saya berlalu, karena saya yakin itulah cara-Nya membuat saya melepaskan hal yang tidak membawa kebaikan bagi saya kedepannya.
Apapun penilaian orang lain, baik atau buruk, kelewat baik atau kelewat buruk, saya sudah memutuskan untuk tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.


In fact, this is my life, mine to decide.


Kedepan, mungkin akan ada banyak tantangan lagi yang menunggu saya, wow bahkan saya belum menyelesaikan pe-er tantangan saya tahun ini, hahahaha :p
This year, surely I was bruised a lot, well, with some avulsions too, but hey, I am still alive :)
Saat Ia membukakan jalan bagi kita, maka Ia jugalah yang akan menunjukkan pada kita kemana kita sebaiknya melangkah.


In fact, after all the storms throughout this year, I have nothing to be too afraid of. Maybe this is the reason why everyone keeps saying, “You are strong,” which sounds silly for me. I am not that strong, though maybe I am presevere a little bit longer than most people.

Though maybe, I do have magic to turn rainfall into rainbow.

---



Bye 2014, thank you for all great things.

#np Holding on and Letting Go ~ Ross Copperman 

Selasa, 17 Desember 2013

Year End Story of Me

Dua ribu tiga belas ini….

LUCU.

Dalam artian harfiah! 
#ngakak

Seperti halnya tahun yang lalu, tahun 2013 ini dibumbui dengan kencur, kunir dan jahe, yang artinya manis asem pedes.
Tinggal tambah garam jadilah asin sekalian.
Oh ya, dan sepertinya kencur itu ndak manis :p


Kalau diminta dari sebelah mana saya harus bercerita, maka saya sebaiknya mulai dari bercerita perubahan yang terjadi pada saya selama tahun 2013 ini jika dibandingkan dengan 2012:
  • Jarang sekali ngeblog, alasannya adalah tugas yang menggerumbul seperti semut nggerumbuli gula sehingga sebagian besar ide cuma menjadi transient flora. Yah, bener juga, saya gulanya. Manis… #eh... Karena alasan ini pulalah maka ‘kaleidoskop’ ini sudah muncul di tanggal sekian, selak ngglutek ngubengi kerjaan :p
  • Berkurangnya sebagian besar leisure time menjadi working time. Secara, kuliah (alhamdulillaah) sudah selesai, maka tidak ada alasan mangkir dari kerjaan.
  • Kehilangan beberapa sahabat yang tahun kemarin sangat dekat sekali, karena nyaris tidak punya waktu untuk main sama-sama lagi. Kemudian tertawa miris menonton Devil Wears Prada dimana terdapat satu frasa ‘kabari aku kalau hidup pribadimu berantakan karena itu artinya kau berhak dipromosikan’ #jleb
  • Menyadari bahwa orang yang kita benar-benar kita percayai bisa berbalik menjadi duri dibalik lidah. Padahal saya sudah sikat gigi.
  • Menjadi jauh lebih tidak mudah galau soal ‘calon’ soalnya sudah punya ‘definisi lengkap’ soal calon-calon dimuka bumi ini. Calon apa? Yah, silakan isi sendiri deh, bisa calon legislatif, bisa calon presiden, bisa calon walikota, bisa hair and calon, dan sebagainya :p



Nah kemudian apa persamaan tahun 2013 ini dengan tahun 2012 kemarin?
  • Masih sering galau kalau pasien datang ke praktekan dan bertanya harus bayar berapa. Lebih tertarik untuk tidak menentukan tarif sendiri. Any suggestion?
  • Masih sering lebih suka tinggal di rumah daripada berangkat ke tempat praktek malam harinya. Alasannya sudah kepingin tumbang setelah ngglutek di kampus dan atau rumah sakit dari sekitar jam setengah 8 sampai minimal jam dua atau tiga sore. Ngapain aja saya disana? Ya, itu… mencari sesuap berlian…
  • Sama seperti tahun kemarin, saya masih dosen biasa, belum jadi profesor. Mohon tidak protes karena setahu saya setiap orang berhak bermimpi setinggi-tingginya *kalem*
  • Masih dalam tahap nabung buat beli rumah sendiri. Semoga segera terealisasikan, amiiiinnn…. Yah, daripada bagus-bagusan gadget mending cari rumah dong, buat tempat tinggal sendiri dan investasi. Dan lagian… umur segini masih nguber gadget? :p
  • Hingga saya menulis ini, ternyata belum ketemu jodoh, hahahaha :D. Kemudian sempat diprotes temen soalnya terkesan menggampangkan soal jodoh. Sebenarnya bukan menggampangkan sih, tapi membagi porsi pikiran supaya muat dimasuki banyak hal lain yang juga perlu dipikirkan :)



Progress baik yang sudah saya capai saat ini dibandingkan tahun 2013 adalah:
  • Skill nyopir sudah jauh lebih bagus daripada dulu. Soalnya sekarang lebih khawatir mbeseti libom daripada dulu.
  • Belajar menghadapi berbagai macam orang yang mungkin tak seperti harapan kita. Yah, sebel-sebelnya mungkin masih ada, tapi sudah jauh lebih berkurang daripada yang dulu.
  • Lolos tiga modul IC3! Horeeee :D



Hal paling menyenangkan yang saya dapatkan tahun 2013 ini adalah:
  • Mendapat predikat Cumlaude untuk kuliah magister. Kalau saya pribadi sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan soal predikat, tapi saya tahu orang tua saya berharap banyak pada saya soal predikat itu. Dulu waktu S1, indeks prestasi saya 3.50, sedangkan predikat Cumlaude untuk S1 minimal 3.51. Yah, begitulah rasa anehnya :p



Hal paling terkenang yang saya dapatkan di tahun 2013 ini adalah:
SEMINAR HASIL PENELITIAN S2. Hahahahahaha XD. BOLD MERAH!
Sudah macam sinetron saja waktu itu XD. Seumur-umur, baru pertama kali itu saya menjalani ujian yang nyaris tidak bisa menjawab sama sekali dan berada pada posisi bahwa apapun penjelasan saya akan tetap disalahkan oleh penguji ‘yang itu’.
Tapi Allah memang Maha Memberi, Allah memberi saya kesempatan untuk tetap mendapatkan apa yang sudah digariskan untuk saya.
Saya menjadikan seminar hasil versi horror itu sebagai cerminan, bahwa tak ada mahasiswa yang ingin berada pada posisi saya saat itu. Maka saya, sebagai seorang dosen, juga takkan pernah boleh menaruh mahasiswa pada posisi tersebut. Meskipun saya sebenarnya heran juga, apa sih nikmatnya ‘membantai dan memutilasi’ mahasiswa? Bahagiakah dia? Hanya Allah yang tahu…
Semoga saya segera jadi profesor. Amiiiiinnn…. (doa ini bisa berhubungan dengan insiden tersebut dan bisa juga tidak, tergantung dari sisi mana melihatnya :p)
Ah ya, dan tesis saya tentang tipes. Kemudian tidak sampai seminggu setelah seminar hasil itu, saya tumbang karena tipes sampai tidak masuk kerja hampir seminggu. Hahahahaha XD


Hadiah terindah dari Allah tahun 2013 ini adalah:
Kesehatan yang alhamdulillaah masih melekat pada saya, ayah dan ibu saya serta adik saya. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan rasa syukur saya tentang hal ini. Saya yakin semua orang pasti sudah mengerti :)


Pelajaran terbaik yang saya dapatkan di tahun 2013 yang tidak saya dapat di tahun 2012 adalah:
Semua orang memiliki kepentingannya masing-masing dan gesekan antar kepentingan akan muncul dengan sendirinya saat berbagai macam individu membentuk sebuah populasi. Persamaan habitat dari individu yang berbeda bisa memunculkan sifat saling menjatuhkan. Tak jarang, individu yang sudah punya habitat sendiri akan nempil habitat tetangganya, semata-mata untuk merasa aman, semata-mata untuk eksis.
Namun pada akhirnya, kita tak bisa jadi individu yang bukan kita, seperti Matahari takkan pernah jadi Sirius atau Aldebaran. Setiap orang akan bersinar dengan sinarnya sendiri-sendiri, dan saat orang lain memadamkan sinarmu, maka anggap saja dia sudah dekat dengan Black Hole makanya butuh cahaya (silakan interpretasi sendiri apa maksudnya) :p
Saat kau dipadamkan, maka bersinarlah lagi. Gampang kan?


Quote favorit tahun 2013:
“… karena pada akhirnya, Tuhan-lah yang menilai, bukan manusia,” kata kakek saya.


Harapan saya untuk tahun 2014 nanti adalah:
  • Ketemu jodoh. Bukan galau, cuma merasa sudah waktunya ketemu. Amiiiinn…
  • Bisa beli rumah. Syukur-syukur kalau bisa beli kontan atau mendekati kontan :p.
  • Bisa sekolah lagi. Syukur-syukur kalau bisa S3, kalau ndak bisa ya spesialis atau fellowship. Wajib cari beasiswa nih…
  • Ke tanah suci. Syukur-syukur kalau ada rejeki bisa naik haji. Kalau ndak bisa ya umroh dulu ndakpapa deh, yang penting kesana :)
  • Naik pangkat! Hehehehe :D. Harus kesampaian sebelum berangkat sekolah lagi.
  • Memperbarui blog ini, ingin saya ganti namanya menjadi 'THE SECOND QUEST', karena semakin tahun ini mendekati akhir, semakin saya sadar bahwa menjalani hidup ini mirip seperti menyelesaikan quest demi quest yang saya dapatkan saat main mmorpg.




Yah, sepertinya itulah yang menjadi rangkuman saya tahun ini. Tahun ini tidak se-chitato tahun 2012, malah banyak flat (dan dikomentari ortu soal ke-flat-an saya yang agak berlebihan), semacam euphoria karena sudah melalui 2012 :p
But that's that

Selamat tinggal 2013, ku akan melangkah menuju tahun depan yang lebih baik tanpa melupakanmu :D

Sabtu, 29 Desember 2012

(maksud saya, multiposting ini adalah) Kaleidoskop 2012



Ide membuat multiposting ini mencuat saat saya membaca kalender dan menemukan bahwa kalender saya penuh dengan tanda dan tulisan disana sini.
2012 memberikan banyak sekali makna dan cerita buat saya, dan saya berpikir, tidak ada salahnya saya merekam dan merangkum segala hal yang saya dapatkan selama setahun ini dalam sebuah multiposting. Who knows, suatu saat nanti hal ini bisa berguna untuk saya ataupun untuk siapapun yang membaca multiposting ini :)

Warning: multiposting ini full tentang saya


Januari 2012
Losing.
Siapa sangka di awal tahun saya justru kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga buat saya? Januari 2012 membanting keras resolusi yang saya buat dan mencabut sejumlah besar rasa percaya yang saya jaga selama bertahun-tahun. Dan entah bagaimana, saya survive. [baca selengkapnya]

Februari 2012
Consoling
Katanya sih, Februari itu bulan kasih sayang. Dan itu benar sekali. Ada sekian banyak kasih sayang yang saya dapatkan di bulan ini. Namun ada satu yang membuat saya paling terharu dan tak akan pernah terlupakan sepanjang hidup saya. Bukan sekedar sahabat, tapi soulmates. [baca selangkapnya]

Maret 2012
Thanking
Mungkin sudah tidak asing bagi pembaca blog saya bahwa saya sangat akrab dengan teman-teman sekelas saya di kuliah S2. Walaupun hanya sedikit, tapi mereka sungguh merupakan saudara-saudara geje yang saya dapatkan dengan geje, dan dengan gejenya saya menyayangi mereka seperti dengan sama gejenya mereka menyayangi saya. [baca selengkapnya]

April 2012
Releasing
Dalam diri seseorang ada banyak pintu. Tapi buat saya, pintu ke masa lalu adalah pintu yang harus saya tutup dan tidak untuk dibuka lagi. Nginceng gakpapa lah, namun saya harus belajar menerima kenyataan bahwa waktu tidak akan bisa diputar kembali. Seindah apapun itu…[baca selengkapnya]

Mei 2012
Smiling
Ulang tahun ke-24 kali ini menjadi amat sangat istimewa untuk saya. Istimewa dalam banyak hal. Walaupun waktu sudah mengikis banyak value dari hari itu, tapi pelajaran dan maknanya akan tetap jelas teringat. [baca selengkapnya]

Juni 2012
Finding
Fakta yang bertolak belakang dengan keinginan adalah sesuatu yang sulit diterima. Namun jika hal tersebut adalah benar-benar fakta, maka tidak bisa tidak, saya harus menelan pahitnya dan menerima hal tersebut. I have an angel, and I call her ‘mom’. [baca selengkapnya]

Juli 2012
Freeing
Setelah mengalami segala hal hingga bulan Juni, maka di pertengahan tahun saya memutuskan untuk membebaskan diri saya sebebas-bebasnya dari segala hal yang membuat saya tidak bebas. Dan saya pun menyadari ada banyak hal berharga yang sebelumnya luput dari kesadaran saya. [baca selengkapnya]

Agustus 2012
Realizing
Kadang kita telat sekali menyadari hal mana yang berharga buat kita dan hal mana yang biasa-biasa saja. Bulan Agustus memberikan kesempatan pada saya untuk mencoba menjaga hal berharga yang saya temukan… [baca selengkapnya]

September 2012
Changing. Gambling. Changing
Bulan ini adalah bulan yang paling susah dideskripsikan. Saya mencoba gambling untuk changing sesuatu, namun entah berhasil entah tidak, saya belum bisa menentukan hasilnya. Tapi, bulan ini, seperti halnya Agustus, adalah bulan paling happy :) [baca selengkapnya]

Oktober 2012
Sacrificing
Apa sih yang saya sacrifice kok sampe sebegitunya? Hehehe… sebagian besar pasti mengira saya galau karena memberikan label Sacrificing di bulan Oktober. Iya sih memang saya galau, tapi galaunya kenapa dulu? Ada yang bisa menebak? [baca selengkapnya]

November 2012
Protecting
Secara naluriah, saya cenderung protektif terhadap orang-orang di sekitar saya. Sedih dan marah rasanya kalau ada yang menyakiti dan menggagalkan mereka, apalagi di depan mata saya. Kalau memang tidak suka saya, ya saya aja, jangan bawa-bawa mereka... [baca selengkapnya]

Desember 2012
Believing
Seperti halnya sebuah movie yang memiliki antiklimaks, bulan Desember juga bersifat sama seperti itu bagi saya. Ada banyak hal yang muncul sebagai jawaban untuk pertanyaan saya di bulan-bulan sebelumnya. Nice way to end the year :’) [baca selengkapnya]


Nah kalau begini kan semua memori sudah terdokumentasikan. Okelah, tidak semua, tapi memori terpenting dari tahun 2012 sudah safe di blog saya dan bisa saya baca lagi sewaktu-waktu.
Semoga 2013 menjadi tahun yang lebih baik untuk saya, untuk keluarga saya, untuk sahabat-sahabat saya, dan untuk siapapun yang membaca tulisan ini.

Life is interesting :)

‘hiduplah seperti kau akan mati besok pagi, tapi percayalah seperti kau akan hidup seribu tahun lagi’ (Siennra, 2012)
  

December 2012. Believing.



So this is my last original post in December 2012,


I know,
I hurt people, here and there,
I failed many, here and there,
I broke, here and there,
I was afraid, here and there,
I lost, here and there,
I was skeptic, here and there,

Generally spoken, I made mess, here and there,

But I believe I will heal many people,
I believe I will answer many expectations,
I believe I will succeed,
I believe I will not be afraid again,
I believe I will find things I have been searching for the entire year,

This year is a chain of finding and losing,
Chain of healing and hurting,
Chain of success and failure,
Chain of courage and fear,
Chain of happiness and sorrow,

And I believe,
I will live for a thousand more moments,
I will live to find my purpose of having such a year like 2012,
I will live and meet a thousand more people,
I will live to spread my wings to the furthest I can reach,

This year, I lose, I console, I thank, I release, I smile, I find, I free, I realize, I change, I sacrifice, I protect,
And,
I believe,

I will be alright, like yesterday, like today.


December 24th, 2012
#np A Thousand Years (Christina Perri)
This sweet song is really nice to hear, like I really have a thousand years to live on :’)


back to Kaleidoscope