Rabu, 27 Maret 2013

Seandainya Saya Bukan Dokter

Seandainya saya bukan dokter, saya tidak bakalan repot membuat tulisan ini, secara ini sudah jam setengah sebelas malam,

Hmmm…
Jadi, dokter itu… keren. Akui sajalah, ada berapa banyak orang di Indonesia yang ingin menjadi dokter? Masyarakat kita selalu mengasumsikan dokter itu keren, dan selalu berada di jajaran program studi yang paling diminati oleh remaja dan orang tuanya.
Wajar tho? Ya memang keren… justru kalau saya bilang gak keren artinya saya dosa karena tidak jujur :p

Oke jangan kabur dulu,

Jadi, dokter itu… diutamakan. Akui sajalah, yang ini juga benar kok…
Dalam banyak kesempatan, saya mendapat banyak kemudahan karena kebetulan saya adalah seorang dokter. Bahkan loket suatu instansi pemerintah yang-sudah-tutup-sebelum-waktunya pun rela buka setelah melihat isi formulir saya (baca: setelah sebelumnya saya ditolak mentah-mentah dan sang penjaga loket tetiba mengambil formulir saya dan membacanya)
Yah, walaupun agak kurang wajar karena sebenarnya banyak kerjaan yang juga sekeren atau bahkan lebih keren dari dokter, tapi kenyataannya memang seperti itu,

Woops, sudah mau kabur?

Bagaimana kalau saya bilang bahwa jadi, dokter itu… kaya. Oke, siapapun yang bilang ini berarti belum pernah tahu yang namanya fenomena gunung es. Jadi mari silakan dibuka kembali buku pelajaran IPS kelas 4 SD, karena saya ingat betul pada saat saya kelas 4 SD saya mendengar istilah itu.
Bukannya saya tidak berharap kaya, saya cukup realistis kok menerima kenyataan bahwa money has an ability to speak, tapi alhamdulillah saya tidak se-mata-duitan itu :p
Hanya saja kalau diasumsikan bahwa dokter itu kaya, yah… ya gakpapa sih, saya sih menganggapnya itu doa sajalah, tapi untuk membuat tulisan ini agak lebih realistis, saya ingin mengatakan bahwa dokter yang bersahaja pun juga banyak,

Sudahkah keheranan membaca tulisan saya?

Well, agar lebih geje, saya bakal bilang bahwa jadi, dokter itu… dipuja. Semacam dokter itu adalah suatu kebanggaan yang pantas ‘diperebutkan’ oleh orang-orang di sekitar sang dokter.
Ya iya harusnya bangga sih kalau memiliki dokter di sekitar kita, terutama sebagai orang yang punya ikatan keluarga atau semacamnya, tapi belum tentu sang dokter tersebut berpikiran seperti anda :)

Karena mungkin saja ada dokter aneh seperti saya yang sempat-sempatnya berpikiran, seandainya saya bukan dokter, gimana ya?

Jujur saja, kadang saya merasa tidak nyaman dengan orang yang memuja saya atas gelar dokter yang kebetulan saya miliki. 
Well, bukannya saya tidak bersyukur jadi dokter. 
Saya bersyukur. Amat sangat bersyukur sekali karena toh itu adalah pilihan hidup saya (cita-cita saya bukan dokter, tapi astronot, fyi),
Tapi kadang, saya menikmati ada di tempat dimana saya hanya dikenal sebagai saya, bukan sebagai dokter yang kebetulan adalah saya,

Karena dokter mungkin tergantikan oleh dokter lainnya, tapi saya sepertinya hanya ada satu di dunia, 
Sepertinya sih ya…


-----------------------------------------------------------------------------
(just another moment of thought, 260313)
#np Be The Light – OOR (you should listen to this song, it has a very deep meaning)

Jumat, 15 Februari 2013

Five Minutes


I stared, finally found myself inside my own funny world,
and suddenly I felt like 21 again,
stirred a smile, like i needed to laugh,
yet it ended in a smirk,

for once, i saw my old self,
unrestrained,
believed in what i wanted to believe, 
dreamed for what i wanted to dream,
no matter what befell on the next day, i kept dreaming, believing,
like there was infinite possibility,
like there was nothing called spectacle,
nor a finish line,

all was, start line,

i stared to the imaginary old self,
grinning at each other,
huge heart i had, keeping thousands of hope and courage,
like the sun would never set,
and the night would just a millennium ahead,


21, i saw myself,
laughing at the same reason each day for 1095 days ahead,
the stupidest, yet bravest reason i ever saw,
not even wondering what would come when i closed my eyes daydreaming,
pushing all my dreams to materialize, i stumbled happily,
even common sense was nothing,

the old me, the 21 me,
need only one motivation to went ahead,
the same one that protected me from a lot of scary things,
just one,
and i could conquer the world if i must,
breaking the barrier between dream and reality, i kept one promise to myself,
that no matter what happened, i would believe,

insanity was just another one,
i flight to the sun, chasing afternoon throughout the sky,
soared above the wind, i sent my dreams to the horizon,
sang the song of happiness, i lite up my world with thousands fireflies,
turning the world from any night possible,


for five minutes,
i stared, and being my old 21 self,
a very faraway version of me,
like so faraway,

i learned that time and distance might change every little thing,

upside down.

----------------------------------------------------------------------------------------------

#np Clarity -Zedd ft. Foxes
images from: cinemagia.ro, adjunctnation.com, thelivingmoon.com

Kamis, 24 Januari 2013

definitely has to be... weird

"Should be someone as weird as you,”

I chuckled uncontrollably upon hearing it.

“Somebody that’s just like you,”

“Like me… like, weird?”

“Yep,”

“Just how come you define me as ‘weird’ anyway?”

“Easy. Somebody that weirdly possesses a huge love for magic though apparently she will never be able to do any real one,”

I blinked, “But it’s cool if I can do magic,”

“At your age, most people will find it childish,”

“Maybe because they don’t have happy fantasy inside their head,”

“Most people has done fantasizing magic as they leave teen, but you instead insisted of having long black robe and making high cone hat,”

“I have some ideas and someday I’d like to take a photo of myself as a wizard,”

Chuckle was all I hear.

I blinked, “Maybe I am not that ‘most people’,”

“How about somebody who possesses a weird alternate ending for Cinderella?”

I smiled, “It’s a more realistic version of the ending,”

“The ending of Cinderella: the kingdom would go bankrupt because Cinderella was too stupid to rule as a queen,”

“Yeah, it was far more realistic. There’s no book ever stated that Cinderella was a clever girl to begin with. And if Cinderella was clever, she would never be enslaved by her step mother!”

“That’s how fairy tale goes,”

“That’s silly. In a complete way,”

“Or maybe, somebody who always says that when a princess was captured by a dragon then she has to be able to kill the dragon herself before any rescue. Somebody who said that it would be an enormously cool scene when the rescuer came in shock because the princess was a master of sword fighting,”

“No! The princess is the master of mage. A wizard,”

“Uh, okay, magic. Surely it’s like violating fairy tale’s rule for me,”

“I wonder why there are many fairy tales state woman as weakling anyway. Woman knight or wizard is undeniably cool. She could fight for herself, protect herself, protect others. Isn’t it better to protect than to be protected?”

“Indeed,”

I smiled.

“But for some other reason, I still admit that you are very different than others,”

I laughed, “Different? You’re not calling me weird again? It’s fine being called ‘weird’ anyway. Weird people always win,”

“How come they always win?”

“Because they’re weird,” I stated simply.

I drew a laughter from her, “Indeed. Only weird people can say something like that,”

I laughed again.

“Definitely has to be someone as weird as you to understand all these,”

I smiled.

“To understand you,”

I chuckled.

“Normal people will never get your way of thinking,”

“I AM STILL normal,”

“Normal-and-not-weird people. The normal of normal,”

“Fiiine,”

“But that’s alright. You just have to make your own fairy tale and slay the dragon with your magic,”

“Absolutely,”

“Never give up through everything in life is also a  sign of knighthood,”

I nodded.

“You still wish to be able to use magic?”

I nodded faster.

She smiled at me.

“Er… but anyhow Mom, for you to understand all these, do you not think that you’re also… weird?”

I got my mother stared at me.

Sabtu, 29 Desember 2012

(maksud saya, multiposting ini adalah) Kaleidoskop 2012



Ide membuat multiposting ini mencuat saat saya membaca kalender dan menemukan bahwa kalender saya penuh dengan tanda dan tulisan disana sini.
2012 memberikan banyak sekali makna dan cerita buat saya, dan saya berpikir, tidak ada salahnya saya merekam dan merangkum segala hal yang saya dapatkan selama setahun ini dalam sebuah multiposting. Who knows, suatu saat nanti hal ini bisa berguna untuk saya ataupun untuk siapapun yang membaca multiposting ini :)

Warning: multiposting ini full tentang saya


Januari 2012
Losing.
Siapa sangka di awal tahun saya justru kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga buat saya? Januari 2012 membanting keras resolusi yang saya buat dan mencabut sejumlah besar rasa percaya yang saya jaga selama bertahun-tahun. Dan entah bagaimana, saya survive. [baca selengkapnya]

Februari 2012
Consoling
Katanya sih, Februari itu bulan kasih sayang. Dan itu benar sekali. Ada sekian banyak kasih sayang yang saya dapatkan di bulan ini. Namun ada satu yang membuat saya paling terharu dan tak akan pernah terlupakan sepanjang hidup saya. Bukan sekedar sahabat, tapi soulmates. [baca selangkapnya]

Maret 2012
Thanking
Mungkin sudah tidak asing bagi pembaca blog saya bahwa saya sangat akrab dengan teman-teman sekelas saya di kuliah S2. Walaupun hanya sedikit, tapi mereka sungguh merupakan saudara-saudara geje yang saya dapatkan dengan geje, dan dengan gejenya saya menyayangi mereka seperti dengan sama gejenya mereka menyayangi saya. [baca selengkapnya]

April 2012
Releasing
Dalam diri seseorang ada banyak pintu. Tapi buat saya, pintu ke masa lalu adalah pintu yang harus saya tutup dan tidak untuk dibuka lagi. Nginceng gakpapa lah, namun saya harus belajar menerima kenyataan bahwa waktu tidak akan bisa diputar kembali. Seindah apapun itu…[baca selengkapnya]

Mei 2012
Smiling
Ulang tahun ke-24 kali ini menjadi amat sangat istimewa untuk saya. Istimewa dalam banyak hal. Walaupun waktu sudah mengikis banyak value dari hari itu, tapi pelajaran dan maknanya akan tetap jelas teringat. [baca selengkapnya]

Juni 2012
Finding
Fakta yang bertolak belakang dengan keinginan adalah sesuatu yang sulit diterima. Namun jika hal tersebut adalah benar-benar fakta, maka tidak bisa tidak, saya harus menelan pahitnya dan menerima hal tersebut. I have an angel, and I call her ‘mom’. [baca selengkapnya]

Juli 2012
Freeing
Setelah mengalami segala hal hingga bulan Juni, maka di pertengahan tahun saya memutuskan untuk membebaskan diri saya sebebas-bebasnya dari segala hal yang membuat saya tidak bebas. Dan saya pun menyadari ada banyak hal berharga yang sebelumnya luput dari kesadaran saya. [baca selengkapnya]

Agustus 2012
Realizing
Kadang kita telat sekali menyadari hal mana yang berharga buat kita dan hal mana yang biasa-biasa saja. Bulan Agustus memberikan kesempatan pada saya untuk mencoba menjaga hal berharga yang saya temukan… [baca selengkapnya]

September 2012
Changing. Gambling. Changing
Bulan ini adalah bulan yang paling susah dideskripsikan. Saya mencoba gambling untuk changing sesuatu, namun entah berhasil entah tidak, saya belum bisa menentukan hasilnya. Tapi, bulan ini, seperti halnya Agustus, adalah bulan paling happy :) [baca selengkapnya]

Oktober 2012
Sacrificing
Apa sih yang saya sacrifice kok sampe sebegitunya? Hehehe… sebagian besar pasti mengira saya galau karena memberikan label Sacrificing di bulan Oktober. Iya sih memang saya galau, tapi galaunya kenapa dulu? Ada yang bisa menebak? [baca selengkapnya]

November 2012
Protecting
Secara naluriah, saya cenderung protektif terhadap orang-orang di sekitar saya. Sedih dan marah rasanya kalau ada yang menyakiti dan menggagalkan mereka, apalagi di depan mata saya. Kalau memang tidak suka saya, ya saya aja, jangan bawa-bawa mereka... [baca selengkapnya]

Desember 2012
Believing
Seperti halnya sebuah movie yang memiliki antiklimaks, bulan Desember juga bersifat sama seperti itu bagi saya. Ada banyak hal yang muncul sebagai jawaban untuk pertanyaan saya di bulan-bulan sebelumnya. Nice way to end the year :’) [baca selengkapnya]


Nah kalau begini kan semua memori sudah terdokumentasikan. Okelah, tidak semua, tapi memori terpenting dari tahun 2012 sudah safe di blog saya dan bisa saya baca lagi sewaktu-waktu.
Semoga 2013 menjadi tahun yang lebih baik untuk saya, untuk keluarga saya, untuk sahabat-sahabat saya, dan untuk siapapun yang membaca tulisan ini.

Life is interesting :)

‘hiduplah seperti kau akan mati besok pagi, tapi percayalah seperti kau akan hidup seribu tahun lagi’ (Siennra, 2012)
  

December 2012. Believing.



So this is my last original post in December 2012,


I know,
I hurt people, here and there,
I failed many, here and there,
I broke, here and there,
I was afraid, here and there,
I lost, here and there,
I was skeptic, here and there,

Generally spoken, I made mess, here and there,

But I believe I will heal many people,
I believe I will answer many expectations,
I believe I will succeed,
I believe I will not be afraid again,
I believe I will find things I have been searching for the entire year,

This year is a chain of finding and losing,
Chain of healing and hurting,
Chain of success and failure,
Chain of courage and fear,
Chain of happiness and sorrow,

And I believe,
I will live for a thousand more moments,
I will live to find my purpose of having such a year like 2012,
I will live and meet a thousand more people,
I will live to spread my wings to the furthest I can reach,

This year, I lose, I console, I thank, I release, I smile, I find, I free, I realize, I change, I sacrifice, I protect,
And,
I believe,

I will be alright, like yesterday, like today.


December 24th, 2012
#np A Thousand Years (Christina Perri)
This sweet song is really nice to hear, like I really have a thousand years to live on :’)


back to Kaleidoscope

November 2012. Protecting.



November adalah bulan dimana stressor di sekitar saya kembali memuncak, dan diwarnai dengan denial dari diri saya sendiri. Sulit rasanya mengakui bahwa penelitian saya sepanjang bulan Oktober entah bagaimana mengalami kegagalan. Semakin sulit karena saya membawa dua orang adik kelas bersama saya, dan saya jadi merasa tidak bisa melindungi kepercayaan mereka. 

Tapi semakin sulit lagi saat menemukan bahwa semua itu terjadi bukan karena kebetulan, melainkan karena memang ada oknum tertentu yang membuat penelitian saya jadi demikian.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-think you can bring me down?-
 

Actually i was laughing when i wrote this title,
Very funny,
Yet, veeeery interesting story,

Think we should make it a drama?
Let's give it a title: "i dislike you so i don't want you to succeed,"

Look here, i am laughing,
I mean, oh My God, you really go a very long way just to sabotage me?
Oh my,
You must really care about me,
And i am impressed,

This is the very first time in my life i got someone risking his/her innocence just to make me fail,
Wow,
Look it's reeeally wonderful thing,
I mean, you have some courage, big courage,
Here i am, clasping at you,
Excellent work,
Veeery good indeed,

God i wish i can stop laughing while i am writing this post,
Oh my,
I am so delighted,
Having someone so care about me,
And let me learn that experiment indeed a very risky thing,
You voluntarily made me learn that i have to keep my guard up,

How can i thank you?
If you want me to thank you by stop smiling and (maybe) laughing, you got zero with you bro/sis,
Because it is very funny story we're having right here,

Okay, fine with that?
Well, alright, let's make it straight,
Ehem...
If you want to bring me down so badly, you need to know the key,
The key to make me desperate, you know, not the key to make me failed,

I suppose you think i am going to be desperate?
What? Who? Me?
Come on, stop making me laugh,
Scratch like that will never ever kill me,
Noooo never ever kill me,

It will just make me laugh,
Like this,

So, since you have played the pawn then it is my turn,
I will make you desperate,
By getting what you think i can't get,

Think i will be crying?
Oh please... who do you think you're dealing with?
Some ordinary girls out there?
So I'd like to say that you're miscalculated for taking me as a victim,
Why? Because you're dealing with an extra ordinary girl right here,
A girl that absolutely grows stronger when she failed,

You know, i like to make people who hate me to hate me more,
It is a very interesting mission for me,

Needless to say, i am going to make you hate me more,
By succeed,

So, let me kiss you with all my love i have today,
Because today somebody has made me triple times stronger than he/she thinks i am,

Muach..!! <3>
:-*


 
#np Eyes Open (Taylor Swift)
100% picturing me at this state.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lucu memang, justru setelah selama dua minggu saya mengalami denial, penemuan tentang masalah sabotase ini malah membuat saya tersenyum. Bagaimana tidak? Sabotasenya dilakukan dengan amat sangat rapi dan nyaris tidak ada celah yang membuat saya menyadari adanya tersangka alias culprit. Hal semacam itu hanya bisa dilakukan dengan amat sangat hati-hati, dan tanpa analisis yang jeli, saya tidak akan menemukan hal tersebut.

Siapapun dia yang melakukan hal tersebut pada saya, saya sih bisa aja memaafkan, toh saya sudah ngulangi lagi dari awal dan alhamdulillah sejauh ini lancar, jauh lebih lancar dari dulu. Tapi saya tidak bisa memaafkan dia membuat dua orang adik saya desperate sampai seperti itu. 

Kalo memang dia ndak suka sama saya, kenapa kok pake mbuat dua adik saya ikutan gagal? Kenapa dia gak lebih canggih sedikit sehingga cuman saya yang gagal sementara dua adik saya berhasil? Justru kalo saya doang yang gagal sementara dua adik saya berhasil, mungkin saya lebih lama denial-nya lho…

Yah, saya sih percaya karma itu ada, hehehe…

Ada banyak hikmah yang saya ambil dari kejadian ini. Namun satu hal yang paling berharga adalah bahwa akhirnya saya memahami bagaimana dosen pembimbing saya saat S1 dulu menyikapi kekhawatiran saya. Sekhawatir-khawatirnya saya saat itu, dosen pembimbing saya pasti jauh lebih khawatir. Terima kasih ya Dok, bersedia membimbing dan menyemangati saya terus empat tahun lalu :’)

back to Kaleidoscope