Selasa, 29 Mei 2012

kisah sedih tisu lintingan

sebuah hari geje yang padat,
eh maksud saya, sebuah hari yang padat dengan kuliah namun masih juga berbau geje,


semua bermula sehari sebelumnya, saat si Aba dengan penuh kesedihan bilang bahwa dia bakalan puasa 4 hari sampe dengan gajinya turun,
didorong pake gerobak merek simpati, si Iba pun dengan sukarame ikutan puasa,
nah, berhubung saya sedang merasa perlu diet, maka dengan ikutan naik gerobak simpati yang sekarang didorong sama Iba, saya ikutan puasa :p


(bohong ding... kami juga lagi nyaur utang puasa kami yang entah gimana sama-sama sisa 3 hari)


maka pagi ini jam 3 pagi hape saya berdering karena ditelpun sama Iba,
dan saya dengan penuh semangat bilang kalo saya masih pingin tidur 15 menit lagi,
siapa sangka kalo akhirnya si Iba ikutan bobok juga sampe 45 menit berikutnya??? salah dia sih gak konsisten, padahal kan saya sudah bilang kalo cuman 15 menit (siap-siap diprotes Iba)


siang harinya kami yang sudah capek karena digempur dengan segepok journal reading sholat barengan,
dan kami pun sama-sama masuk kelas lagi, dan saat itulah saya kaget karena tiba-tiba si Iba nyolokin tisu ke salah satu lubang hidungnya sambil duduk di sebelah Maketu,
sudah gitu tisunya tu panjangnya sekitar 5 senti jadi keliatan mecungul aneh gitu,
atas nama logika saya ndak bisa membayangkan apa yang ada di pikiran si Iba saat itu, dan saya bener-bener menyangka dia mimisan,

ini nih tisu lintingan yang belum masuk hidung.. mari kita doakan karena ia akan segera memasuki kandang harimau, eh salah.. hidung.. :p

tapi ternyata saya rugi merasa khawatir kalo dia mimisan,
soalnya ternyata dia cuman pilek doang f(-__-")


tapi saya masih ndak habis pikir kenapa dan mengapaaa dia melakukan hal seperti itu!!


saya   : Iba.. apa sih maksudmu nyumpel tisu disitu??
Iba     : biar gak turun ingusnyaa..
saya   : tapi kenapa harus sepanjang itu sih tisunya?
Iba     : biar kena sampe atas lah...
saya   : ya udah deh... (kukut kalo diterusin jadi ngomongin hal aneh!!)


dan ternyata bukan cuman saya,
teman-teman saya yang masuk kelas pun juga bertanya hal yang sama, yaitu alasan si Iba nyumpelin hidung pake tisu lintingan f(-__-")


bertepatan dengan saya yang sudah tidak ingin melanjutkan pembicaraan tisu lintingan ini, dimulailah pertengkaran antara Iba dan Aba, padahal pagi harinya, Peri Ajaib (yang ternyata pembaca setia Whatsapp) sudah mengingatkan kalo Iba dan Aba (seharusnya) berhenti bertengkar karena mereka puasa,
tapi kenyataannya, si Iba dan Aba masih juga bertengkar, dan entah bagaimana ceritanya, si Iba ngelempar segepok tisu ke arah Aba,


pasca lemparan tisu itu, si Iba memutuskan untuk duduk diantara saya dan Aba sambil menyanyikan lagu sedih berjudul 'Diantara Kalian',
Iba pun berjuang untuk memotong lagu galau tapi bahagia punya 'demasip' tapi gagal, dan akibatnya saya yang duduk di sebelah kanannya jadi mendengar sejumlah besar omelannya (suer dia lupa kalo puasa kali ya?)
di sebelah kiri Iba, Aba juga masih ribut dengan rowengannya yang berkutat soal tumpukan jurnal, dan dalam waktu yang tidak lama, pada akhirnya mereka bertengkar lagi,

Iba    : mbak Heeettt...
Aba   : *pura-pura gak denger*
Iba    : mbak HEEETTT!!!
Aba   : kamu manggil aku? namaku tuh Het*i, bukan 'Het'... 'Het' itu panas, bukan namaku
Iba    : kok bisa 'Het' itu panas sih?
Aba   : iya kan 'Het' itu panas kan? *minta persetujuan saya*
saya   : *tepok jidat* tau gak sih? 'heat' itu bacanya 'hit', bukan 'het'!!


dan hal terakhir teraneh yang masih terjadi segera setelah percakapan tersebut adalah si Iba yang dengan kebingungan mencari dimana tisunya,


Iba    : mana ya tisuku? aduuuh... dimanaa? *sambil bongkar-bongkar tas* dimana siiih?? haduuh... dimana tisukuuu? manaaa? (pokoknya udah nyaingin Ayu Thinking gitu nyanyi dimanaa dimana dimaaanaa),
saya  : *menghela napas berat satu kilo* heh, tadi kan kamu ngelempar segepok tisu ke Aba, gimana sih?? sekarang dia terlantar di bawah kursi si Aba tuh..
Iba    : oooh? oooh? iya ya? oooh? tadi kubuang kesitu ya? ooh.. hehehe...
saya  : *puasa ah.. puasaaa*


saya pun sempat bertanya kenapa cuman lubang hidung kanan aja yang disumpeli tisu oleh Iba, dan Iba berkata bahwa ingusnya hanya turun dari situ saja dan tidak keluar dari yang satunya,
namun setelah menemukan stok tisunya, kali ini si Iba membuat terobosan baru dengan cara menekuk lintingan tisu tersebut sehingga tisu yang malang tersebut akhirnya menyumpel kedua lubang hidungnya,


saya cuma bersyukur bahwa dosen kami segera datang dan cerita tentang tisu lintingan yang menderita ini bisa diakhiri sampai disini f(-__-")

Rabu, 23 Mei 2012

Saya di mata orang-orang terdekat


Mereka bilang saya independen,
Karena saya sering tidak ikutan mainstream, tanpa merasa tidak nyaman,

Mereka bilang saya logis,
Karena walaupun saya cewek, saya JAUH lebih sering pakai logika daripada perasaan,

Mereka bilang saya keras kepala,
Karena saya bisa bertahan sangat lama untuk mendapatkan apa yang saya inginkan,

Mereka bilang saya dinamis,
Karena saya tidak suka nganggur, dan suka multitasking,

Mereka bilang saya lucu,
Karena saya selalu nemu cara untuk mencerahkan suasana dan membuat orang lain tersenyum,

Mereka bilang saya usil,
Karena saya selalu nemu cara aneh untuk melakukan trik-trik aneh terhadap orang-orang terdekat, hanya untuk melihat mereka tertawa,

Mereka bilang saya tegar,
Karena apapun yang terjadi, saya tidak pernah membiarkan kesedihan saya jadi penghalang,

Mereka bilang saya pengikut fakta,
Karena saya lebih percaya apa yang saya lihat, daripada yang saya rasakan,

Mereka bilang saya aneh,
Karena walaupun cewek, pink adalah pilihan terakhir warna yang akan saya ambil,

Mereka bilang saya konyol,
Karena mimpi saya sebenarnya adalah menjadi astronot dan terbang ke bulan,

Mereka bilang saya agen keadilan,
Karena saya tidak suka orang-orang yang curang,

Mereka bilang saya mudah berteman,
Karena saya menerima orang lain apa adanya mereka, baik maupun tidak seberapa baik,

Mereka bilang saya berpikir seperti cowok,
Karena biasanya saya praktis dan tidak membuat drama, selain jika diperlukan,

Mereka bilang saya ekstrovert,
Karena saya selalu menjadi diri saya sendiri di depan orang lain,

Mereka bilang saya sering pura-pura kuat,
Karena saya paling anti kalau ada orang lain lihat saya nangis,

Mereka bilang saya sebenarnya rapuh,
Karena saya seringkali tampil jauh lebih tegar dari yang sebenarnya,

Mereka bilang saya loyal,
Karena saya bisa melakukan apapun demi orang yang saya sayangi, walaupun itu sampai berkorban,

Mereka bilang saya seperti anak kecil,
Karena sebenarnya saya suka hal-hal imut, seperti Pooh dan Pikachu,

Mereka bilang saya dewasa melebihi usia,
Karena saya selalu dikelilingi orang-orang yang lebih tua daripada saya, sehingga sedikit banyak saya terpengaruh,

Mereka bilang wajah saya menipu,
Karena wajah saya kelihatan jauh lebih muda dari usia saya,

Mereka bilang saya naïf
Karena sekali saya percaya seseorang, saya cenderung sangat percaya,

Mereka bilang saya tidak akan bisa jadi player,
Karena ketika saya cintai seseorang, saya mencintai sepenuhnya, tidak menyisakan tempat untuk cowok lain di hati saya,

Mereka bilang saya menjaga persahabatan,
Karena saya memiliki hubungan yang sangat kuat dengan banyak sahabat saya walaupun kami berjauhan,

Mereka bilang saya inspiratif untuk diri sendiri,
Karena saya sering menyemangati diri sendiri untuk tetap bertahan dan berjalan ke depan,

Mereka bilang saya gampang move on,
Karena saya cenderung bisa melepaskan diri dari kesedihan jauh lebih cepat dibanding orang-orang seusia saya

Mereka bilang saya bakat jadi anak kecil,
Karena kadang saya suka manja dan dimanjain :p

Mereka bilang saya positif,
Karena saya selalu berusaha berpikir positif hingga titik terakhir,

Mereka bilang saya (cukup) kalem,
Karena sebagian besar saya tidak membiarkan kemarahan saya keluar, kecuali karena beberapa alasan yang kelewatan,

Mereka bilang saya ekspresif,
Karena semua tulisan yang saya tulis, gambar yang saya buat dan lagu yang saya nyanyikan merepresentasikan isi pikiran saya,

Mereka bilang saya pemikir,
Karena saya cenderung selalu berpikir, dan kadang kebanyakan mikir,

Mereka bilang saya abu-abu,
Karena hanya sedikit hal yang benar-benar saya sukai dan hampir tidak ada hal yang tidak saya sukai,

Mereka bilang saya kreatif,
Karena saya selalu punya ide untuk diwujudkan dari waktu ke waktu,

Mereka bilang saya pemimpin tersembunyi,
Karena walaupun mampu dan bisa tampil sebagai pemimpin, saya lebih menikmati menjadi pengamat,

Mereka bilang saya jujur,
Karena walaupun sebuah fakta itu buruk, saya selalu mencoba mengungkapkannya. Berbohong itu melelahkan,

Mereka bilang saya extraordinary,
Karena saya punya cara pandang yang unik tentang hidup dan kehidupan,


Saya aneh, dan saya tahu itu,
Semua yang mereka katakan sesungguhnya bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan saya, dan saya tahu itu,
Saya simpel, dan juga complicated, karena seperti halnya orang lain, saya bukan malaikat,
Dan karena saya bukan malaikat, saya tetap melakukan kesalahan,

Kesalahan-kesalahan itulah,
Ketidaksempurnaan itulah,
Yang menandakan saya manusia biasa, pada akhirnya,

thanks for reading :)

Minggu, 20 Mei 2012

cahaya bintang

-menyuarakan isi hati sahabat saya-

kenapa tiba-tiba saya bahas bintang?
karena barusan sadar bahwa lagu dan puisi yang mengedepankan betapa indahnya cahaya bintang itu kurang logis,

sebagian besar lagu dan puisi mengatakan adanya bintang yang bersinar begitu terang,
namun, setelah sebuah bintang itu bersinar, ada banyak proses yang harus dijalani sebelum bintang itu nampak benar-benar bercahaya,
sebuah proses yang mungkin tidak sebentar,
karena tahukah kamu, jarak bintang ke bumi bisa ratusan ribu tahun cahaya, atau bahkan milyaran dan trilyunan,
begitu jauhnya jarak bintang, maka tak semua cahaya bintang akan dengan mudah sampai di bumi,

bintang nampak dekat?
mungkin saja...
kerlipannya mungkin mengingatkan kita pada banyak hal,
rasi-rasi bintang yang bertebaran pun juga merupakan penunjuk arah yang tepat,
sinar dari bintang adalah hal yang telah lama merasuki puisi dan syair sejak jaman dahulu,

romantis, kata mereka,
sekaligus perih, karena sesungguhnya bintang itu jauh sekali dari kita,

selama sinar bintang itu belum sampai ke bumi,
bintang itu takkan terlihat,

dan apa yang aku lakukan sekarang?

menjemput bintang,

mungkin aku tak sepenuhnya tahu dia ada dimana,
hanya lewat sedikit kerlip yang muncul dari kejauhan,
sinarnya seakan masih enggan mencapaiku,
entah membutuhkan berapa lama lagi hingga bumiku bisa mendapatkan cahaya indah darinya,

meskipun begitu, pada saat-saat tertentu, ia akan bersinar begitu terang,
dan membimbingku ke arah yang kutuju,
sebelum kembali menghilang, dan aku kembali sendirian,

tapi aku tahu, dia ada di sana, di suatu tempat, dimana ia telah bersinar sebelumnya,
dan aku percaya suatu hari aku akan menemukannya bersinar seutuhnya,
takkan lagi sinar yang terkadang meredup,

suatu hari, ia akan terus bersinar,
terus mengirim impuls cahaya ke dalam otak setiap manusia yang melihatnya,
terus bersinar,
dan terus bersinar,

menjemput bintang,
meskipun puluhan, ratusan, ribuan, milyaran, trilyunan tahun cahaya harus aku lalui,
meskipun aku tak tahu kapan bumiku akan menemukanmu,
aku akan menemukanmu bercahaya,
di suatu tempat yang kupinta dalam mimpiku,

karena aku percaya, kau adalah cahaya, seperti harapanmu,

Selasa, 15 Mei 2012

10 Tanda 'Sudah Move On'

postingan ini sebenarnya saya buat khusus buat seorang sahabat saya yang sedang maju mundur proses move on -nya, dan daripada kalo saya dikte secara lisan ntar dia mencak-mencak, mending via blog aja :p

move on per definisi artinya pindah, pind`h dari regio "terperangkap dalam kegalauan" ke regio "bebas dan bahagia",
sebagian besar orang dengan mudanya berkata bahwa ia sudah move on, tapi kenyataannya dia masih sering galau (tapi gak mau dibilang galau),
jadi itulah yang mendasari saya merasa postingan ini perlu dibuat, hehehe...
enjoy :)



10 tanda 'sudah move on' adalah:


1. merasa biasa-biasa saja liat status si dia di social network
artinya adalah sudah tidak lagi hipersensitif lihat apapun yang dia tulis di dunia maya,
be it facebook, twitter, bbm dan sebagainya, be it status galau ataupun status gembira :)

2. bisa cuek pas denger lagu yang dulu perna bikin rasa 'sesuatu'
lagu emang salah satu indikator move on yang bagus, pas enak-enak aktivitas tetiba radio muterin lagu yang membekas di hati..
apakah bekas tersebut bisa membuat radio itu terbanting atau tidak menimbulkan apa-apa, well, you know why...

3. tidak terpengaruh pas ada yang sebut namanya
gak perlu denger ada temen nyebut namanya, orang asing yang nyebut nama yang sama kayak nama dia pun bisa membangkitkan sesuatu rasa galau,
hey, move on please...!

4. tidak ragu mau hapus smsnyasalah satu kecenderungan yang aneh adalah nyimpen sms dia, ndak peduli udah lumuten karena disimpen berapa minggu belum dihapus-hapus, yang penting bisa tetep liat smsnya,
er... kasihan hapenya lho, itu kan ngabisin memori :p

5. merasa tidak harus buru-buru balas kalau dia sms
begitu dianya sms, rasanya langsung ngelonjak, iya kan? (dulu, maksud saya...)
nah, masa mau dilanjutin sampe sekarang sih...?
udah, kalo emang masi sibuk ntar-ntar aja, toh dia udah bukan siapa-siapamu #jlebb...

6. gak ada rasa nyelekit pas mengunjungi tempat yang pernah dikunjungi sama-sama
berkunjung kemanapun itu kan hakmu, ngapain kudu ngerasa sedih gara-gara merasa sejumlah besar memori terasa membanjir tiba-tiba,
memori itu memori, dinamakan memori karena itu cuma terjadi di masa lalu, bukan di masa sekarang... #jlebb

7. keheranan kok bisa dulu suka sebegitunya sama dia
heran deh ya, kenapa sih kok dulu bisa suka segitunya sama dia? padahal kalo sekarang jadinya biasa-biasa aja f(-__-")

8. merasa biasa-biasa saja pas gak sengaja ketemu atau pas ada di tempat yang sama dengan dia
dunia itu sempit, udah sempit, bulat pula,
jadi bukan salah kalian kalo akhirnya ketemu kan? ya udah biasa aja, ngapain juga lebay :p

9. bisa jatuh cinta lagi tanpa ada unsur pelarian
iya lah, kalo lari terus-terusan bisa capek,
diamlah sebentar, makan yang nyenyak dan tidur yang banyak.. #eh,
jatuh cinta yang bener, kalo emang belum bisa jatuh cinta lagi ya udah gak usah maksa,
let it flow aja :)

10. jadi lebih rajin dan lebih produktif ketimbang pas masih sama dia
galau bisa menurunkan produktivitas, tapi galau bisa menaikkan produktivitas juga,
intinya adalah bisa ndaknya kita memanfaatkan hal-hal yang seharusnya bisa menaikkan produktivitas,
banyak tu musisi yang malah jadi bisa bertelur pas galau, ya kan?


kalau:
>8 yang positif ::: selamaaattt!! anda sudah move on ternyata, hahaha... ^^
5-8 yang positif ::: on the way to 'move on', ayooo sedikit lagi bisa tuh move on, ngapain sih ragu-ragu? orang dianya aja gak segitunya mikirin kamu... #eh #jlebb
<5 yang positif ::: niat move on gak sih? kalo gak niat move on ya udah kejar aja lagi sampe dapet, jangan menyerah sampe dapet!! kalo niat move on ya pergi sekalian, jangan maju mundur gitu... capek lho, suer...


intinya adalah:
jangan takut move on!! masa depanmu masih panjang teman, jangan tenggelam dan mbuletisasi dalam bayang-bayang masa lalu,
percaya deh, kalau dia bukan milikmu, artinya PASTI ada orang yang lebih baik yang sudah dipersiapkan untukmu,

just move on, and prove my words :)

Senin, 14 Mei 2012

enaknya dikasih judul apa?


WARNING: ini postingan yang panjang

Ini adalah kumpulan kekonyolan-kekonyolan yang terjadi pada saya dan teman-teman geje saya selama satu minggu ini. Sejak awal minggu lalu sudah pingin saya posting, tapi ternyata deraan geje bertubi-tubi yang mengikuti membuat saya tidak mampu menemukan judul postingan yang tepat :p

Cerita bermula di hari senin, saat mantan ketua kelas (maketu) saya datang jam 8 lewat 20 menit. Padahal kuliah (harusnya) mulai jam 8. Hebat gak sih?
f(-__-“)
Teman 1: eh Maketu, habis ngapain aja kamu kok baru datang?
Maketu : aku kan mandi dulu…
Teman 2: wah jangan-jangan gara-gara kamu mandi hari ini ndak ada kuliah… *berburuk pak sas*ngka*
Maketu : hah?! Lebay!!

Tapi ternyata hari itu sang dosen kami ternyata lupa kalau ada jadwal ngasi kuliah, maka kami pun gak jadi kuliah.

Teman 2: nah tuh kan?! semua ini gara-gara Maketu mandi sih!!
Maketu : kok bisa aku sih?!
Teman 1: ya bisa lah! Coba kalo kamu gak mandi, pasti kita kuliah!!
Maketu : kalian ini &^*%&$&^*()##$%@%&()!!!! (silakan diterjemahkan sendiri artinya)
Saya        : eh Maketu, kamu teraniaya ya? aku nitip doa boleh?
Maketu : dasar! Ada temennya disalahin tu dibelain kek, gimana kek, &^(^%&&@ %^&$!#!&(!)!(_! @)(&@(^&*%!$&@!%@^ !)!(&&(^(?!!!! (radio jebotnya semakin panjang)

Okey, itu cerita pertama,
Kedua adalah saat saya bersama Aba, Iba dan Ubu makan bareng berempat,
Si Aba ini baru saja balik dari Bandung, dan sedang berapi-api menceritakan pengalamannya, saking berapi-apinya, sampe penjualnya hampir kebakaran jenglot… eh jenggot..

Iba           : aku mau pesan nasi aja lah..
Ubu        : kalo gitu aku mau pesan yang ada telurnya aja (saya lupa dia pesen apaan, pokoknya ntar telurnya jadi bentuk jamur gitu…)
Saya        : kalo gitu aku pesan kentang!
Aba         : aku pesen apa ya? Sesuatu yang bikin kenyang gitu deh… aku tu sebenernya capek duduk, soalnya selama di kereta itu aku duduk sampe pantatku pedes!!
Saya, Iba, Ubu : apa?!
Aba         : pantatku pedes! (masih dengan wajah polos)
Saya, Iba, Ubu : *diam sejenak terus ngakak bebarengan* (ekspresi ini umum ditemukan saat kami berusaha mencerna dulu apa maksud sebuah pernyataan geje yang kami dengar)
Ubu        : maksudmu kalo mau ngerasain makanan pedes udah gak di lidah lagi??
Saya        : jadi reseptor pedesmu udah pindah?!
Iba           : dimana-mana itu kalo yang namanya pedes itu mata sama lidah!! Bukan lain-lain!!
Aba         : *masih dengan muka polos, terus ketawa pelan-pelan setelah sadar keanehan yang ditimbulkannya*

Dan kami  pun berjuang supaya berhenti ketawa *tempat umum gitu ceritanya*

Beberapa hari kemudian,
Saya tu orang yang paling gak bisa baca ‘bahasa kalbu’, jadi kalo ada orang yang cuman nggerak-nggerakkan bibir aja, pasti 100% saya gak ngerti apa maksudnya. Hari itu disela-sela kuliah, saya sedang duduk di samping Teman 4, yang duduknya agak jauh (tapi gak jauh-jauh amat) dari teman 3.

Teman 3: *ngasi isyarat biar saya noleh*
Saya      :  *ngasi isyarat kalo sudah noleh*
Teman 3:  *nggerak-nggerakin bibir*
Saya      : apa? Si Teman 4 belum mandi? (ini ceritanya asal njeplak)
Teman 3: *tepok jidat*
Teman 4: iya emang aku belum mandi, hehehe… makanya kita jadi kulliah…
Saya dan Teman 3: he??!!
Teman 4: tapi aku sudah sikat gigi!!
Saya dan teman 3: *tepok jidat*

Ternyata si Teman 3 tadi tu ngomentari baju saya dan baju Teman 4 yang warnanya mirip…
Ini kelas kapan ya gejenya sembuh? f(-__-“)
Belum selesai disitu, seorang teman yang kami sebut sebagai peri ajaib selesai kuliah kemudian bertanya pada saya:

Ajaib       : eh, tanya deh..
Saya        : apa?
Ajaib       : ‘er’ itu apa? *dia bacanya kayak nyebut huruf ‘R’*
Saya        : he? Maksudnya huruf ‘R’? ‘R’ ya ‘R’
Ajaib       : bukaaann, itu lhoo, yang sering disebut di whatsapp, kan ‘er..’ gitu…
Saya        : *pelan-pelan ngakak saat tahu maksudnya*
Ajaib       : lho kok ngguyu?
Saya        : maksudny itu ‘errrrr…’, nunjukin kalo itu tu gejeeee!!! Dasar geje!!
Ajaib       : *senyamsenyum* geje?
Saya        : hyaaaa…. *ngakak* dasar peri ajaiiiibb!!!!
(karena gak kuat mau njelasin saking ngakaknya, maka Teman 4 yang mendengar pembicaraan ‘geje’ ini pun bersedia menjelaskan apa maksud kata ‘er..’ yang sering muncul kala kami sekelas whatsappan)

Cerita masih berlanjut saat saya kembali makan (setengah) siang bersama Iba dan Aba. Iba ini ngakunya sih sakit, tapi 90% dari kami sekelas gak ada yang percaya, dan hal ini menyebabkan dia depresi. 
Justru ketika dia ngaku sakit, Aba mengatakan bahwa kemungkinan besar Iba sakit gara-gara dia tidurnya mangap,
Dan saya pun menimpali mungkin saat mangap itulah ada nyamuk masuk yang kemudian nyebabin dia sakit,
dan Iba pun sempat depresi (sampai ke taraf mau dicarikan antidepresan) gara-gara ia merasa temen-temennya kejam saat dia sakit. 
Padahal menurut kami, sakitnya Iba tu psikosomatis, alias perihal galau, dan di kelas kami terdapat aturan bahwa siapapun yang galau akan kami gojlog habis-habisan (oke, saya salah satu korbannya dan saya menyebut mereka Pasukan Anti Galau).
Inilah percakapan kami siang itu saat makan siang di kampus:

Aba         : aduuuhh… pedess!! Tisu dong, tisuu!!
Saya dan Iba : tisu apa nih ceritanya?
Aba         : ya tisuuuu…!! *kipas kipas bibir*
Iba           : sek tho, reseptor pedesmu udah balik ke lidah??
Saya        : soalnya tisunya kan beda…
Aba         : *pasang wajah polos dan pelan-pelan ketawa ngakak*
(maka setelah beberapa perdebatan, makan siang kami pun selesai)
Aba         : tau ndak? Waktu aku naik kereta kemaren itu, pas tidur, ada satu orang yang sepanjang malam pake masker.
Saya        : masker? *mbayangin masker ijo yang bertali itu*
Aba         : pake scarf itu lho…
Iba           : oh ya? terus?
Aba         : aku tu awalnya mikir kalo mungkin aja dia gak mau ketularan virus-virus ato bakteri-bakteri yang ada di udara kali ya, makanya dia pake masker…
Saya dan Iba : *manggut-manggut*
Aba         : terus aku mikir mungkin aja dia lagi sakit, makanya dia jadi orang baik hati gak mau nularin sekitar…
Saya dan Iba : *manggut-mangut, serius ndengerin*
Aba         : tapi terakhir-terakhir aku malah mikir, mungkin dia tu kalo tidur mangap, jadi biar gak kemasukan apa-apa dia pake masker…!!
Saya dan Iba : *eh??*
Saya        : jadi itu awal mula bilang Iba kalo tidur mangap?!
Aba         : iya!! Habis aku penasaran banget lho sama orang bermasker itu!! si Iba paling-paling juga sama kan? kemasukan apa gitu kali makanya sakit..!!
Iba           : *geleng-geleng kepala*
Saya        : *ya jelas ngakak! Apa lagi yang kudu saya lakukan?!*

Sebenarnya masih banyak kegejean-kegejean mini lainnya yang terjadi selain kegejean mayor diatas. Sebut saja perdebatan gantungan hape ungu vs kuning, cara pake hape jika gantungannya ada di bawah hape, arti sebuah kura-kura dan tisu yang tak diketahui maksudnya f(-__-“)
bahkan pagi ini kera sakti ikutan maju journal reading XD

Saat didera kegejean beruntun kayak gini, saya sering mikir, kapan ya kegejean ini berakhir? 
Tapi kalo nantinya kegejean ini berakhir, sepertinya saya bakalan segera kangen sama mereka. 
Maklum, seumur-umur, punya temen segepok yang geje semua yang saya temui tiap hari tuh ya baru kali ini ^^v
Saking gejenya, bahkan di kalimat terakhir gini saya masih ndak tau harus ngasi judul apa di postingan ini. Saya juga harus minta maaf sama pembaca karena sudah mendera pembaca dengan kegejan panjang yang saya posting. 
Maaf ya…

Senin, 07 Mei 2012

24th birthday

ulang tahun ke-24 ini adalah ulang tahun paling spesial yang pernah saya alami,
kenapa?
hehe... begini ceritanya :)


satu,
ada sebuah game yang jadi favorit saya sejak saya masih SMA dulu, yaitu Romancing Saga Minstrel Song yang saya mainkan dengan konsol PS2,
karena satu dan lain hal, sudah 6 tahun ini saya ndak main game itu lagi,
yang membuat saya terharu adalah adek saya tercinta ternyata menyiapkan kejutan berupa munculnya game itu lagi di konsol PS2 di rumah,

jadi, adek saya dengan agak rahasia mencari DVD Romancing Saga dan nginstal ke konsol,
saya tahu itu susah, karena game itu DVDnya sudah gak ada yang jual lagi,
ketika akhirnya adek saya gagal, dia rela begadang buat donlod langsung via internet (4G bo' ukuran filenya!),
dan ketika akhirnya berhasil, saya sampe hampir nangis saking terharunya,
alasannya adek saya simpel: "aku pingin mbak bisa main game ini lagi sebelum mbak nikah dan nggak tinggal disini lagi ":')

dua,
orang tua saya keduanya masih ada, dalam keadaan sehat wal'afiat tidak kurang suatu apapun,
dan saya sangat bersyukur sekali,
dalam usia saya yang semakin beranjak ke seperempat abad ini, saya masih punya kesempatan untuk melakukan yang terbaik buat mereka,
dan saya sangat bersyukur karena mereka begitu menyayangi saya, begitu memikirkan saya, dan tak pernah lelah mendoakan saya,
alhamdulillaahh :')

tiga,
saya ditelpun sama sahabat dekat saya sejak SMA, yang sudah berapa bulan tidak ketemu,
entah gimana saya sama dia emang terbiasa punya semacam link yang menghubungkan kami,
saya sayang banget sama dia dan sudah menganggap dia seperti saudara,
saya sempet kebingungan soalnya dia mendadak galau e.c putus sama pacarnya dan menolak diajak jalan-jalan,
hal yang membuat saya bahagia adalah, hari itu dia menelepon saya pagi-pagi dan dia memberi tahu saya bahwa dia sudah balikan sama pacarnya,
legaaaa banget,
walopun saya gak gitu kenal sama pacarnya karena mereka LDR-an, tapi tahu sahabat saya ini bahagia membuat saya senang sekali, karena terus terang saya khawatir :')

empat,
sepupu saya nginep di rumah,
di sela-sela kesibukannya sehari-hari kuliah di salah satu fakultas di Univ Brawijaya, dia datang ke rumah,
dan tidak cuman sendirian,
dia datang bareng keluarganya,
rameeee deh rumah saya,
sepupu saya ini emang dari kecil mainnya sama saya, dan orang tuanya sudah kayak orang tua kedua saya, jadi rasanya semakin komplit saja hari ultah saya hari itu :')

lima,
dua teman saya yang sedang PTT di salah satu kepulauan di NTT sengaja nelpun saya buat ngucapin selamat ulang tahun,
waaaaa... seneng dan terharu banget rasanya :')
saya jadi ingat idealisme lama saya buat PTT saat ngobrol panjang dengan mereka,
sempat terbersit perasaan: kenapa ya aku kok gak jadi berangkat PTT?
dan saya menjawab sendiri: kalo saya PTT, ceritanya gak akan seperti sekarang ini :')

enam,
dikaruniai orang-orang geje sekelas S2 ini,
lihat saja tuh, gara-gara pengaruh mereka, saya jadi suka mbuat postingan-postingan geje dan gak masuk akal (tapi mbuat ngakak),
sebel sih kadang-kadang sama mereka, lha bayangin saja, saya sedang sedih bin galau, mereka malah menertawakan saya dan mbuat kegalauan saya seakan lelucon yang gak ada habisnya ToT
tapi sisi baiknya, lewat 'kekejaman' mereka itu, mereka mengajak saya buat melihat hidup dengan lebih realistis dan lebih bijak,
lewat mereka juga saya paham, bahwa hidup itu adalah serangkaian hal-hal yang pasti ada jalan keluarnya,
intinya, saya gak pernah sempat galau lagi selama saya sama mereka,
bersama mereka saya paham apa itu namanya partner in crime dalam artian harfiah :')

tujuh,
er... hehehe...
ada sesuatu yang membuat ulang tahun saya begitu bermakna tahun ini,
tapi,
hehe, kapan-kapan aja ya saya buat postingan tentang yang ketujuh ini, hehehehe *ngacir*


tujuh hal diatas adalah yang membuat saya menjadi sangat bersyukur dikaruniai kehidupan yang seperti sekarang ini,
24 tahun saya hidup di dunia, saya sadar hidup saya tidak sempurna,
ada banyak 'rompal' disana-sini,
ada banyak kegagalan, kekecewaan dan sebagainya yang mewarnai,
tapi saya sadar, bahwa semua hal yang terjadi pada diri saya sampai dengan hari ini, adalah yang membuat saya seperti sekarang ini,

alhamdulillaah,
saya bersyukur sekali dengan semua hal yang saya miliki saat ini :')

Jumat, 04 Mei 2012

si Komo


semalam saya kejedot sesuatu yang membuat saya insomnia sampe sekitar jam 1 pagi,
masih disertai pula sama efek samping berupa mata mbendul,
lebih heboh lagi, saya disebut si Komo,
oleh siapa?
oleh saya sendiri, hehehehe ^^v

intinya adalah, bener juga,
harus terus berjalan kedepan,
entah apapun yang terjadi, life goes on,
ndak boleh terus terusan berdiam di masa lalu,
harus terus melangkah,

harus!
mari berhenti jadi si Komo!!

makasih dhiyan :)

Selasa, 01 Mei 2012

'kisah' mencit, MBA dan sirih

cerita ini terjadi saat saya dan Saa sama-sama belum tidur hingga diatas jam 9 malam,
meskipun gak bisa saling sahut-sahutan, kami sahut-sahutan via Whatsapp (wa),

sebuah kisah sedih tentang mencit ini bermula saat saya yang sudah setengah hidup saking ngantuknya mengcopas tulisan pengambilan darah dari mencit 10 mikroliter (dgn simbol mikro yg pake 'miu') tanpa mengikutkan si 'miu'

yang bener gini


tapi malah ketulisnya gini f(-__-")

singkat cerita, saya jadi ingat tragedi yang dilakukan oleh teman saya semester kemaren,
ia dengan pedenya menuliskan bahwa dia mengambil darah dari burung sebanyak 5 l, bukan 5 'mikro' l (ih kok gak supportt symbol ya ni blogspot..?)
dan kami pun masih sering ngakak gegulingan kalau inget itu,

nah, berhubung saya juga nyaris mengalami hal yang sama, maka tanpa babibu saya langsung nge-wa teman saya yg bersangkutan,
dan kami pun ngakak malem2:

saya    : ternyataaaaa ..!!
teman  : apaaa?
saya    : kalo dari pdf dicopas ke ppt tu simbol 'miu' itu gak mau ikutaaaan!! jadi itu sebabnya dulu dirimu jadi pemusnah burung semester kemaren... nyaris aja aku jadi pembunuh mencit!!! ToT
teman  : *ngakak dengan segala bahasa yg mungkin ditampung wa*
saya    : ya paling gak kan aku gak bilang kalo mencitnya itu pria!

(jadi ceritanya, dalam satu kesempatan lain yang saya lewatkan, teman saya yg ini presentasi dengan menyebut kelamin mencit [yang harusnya dibilang mencit 'jantan'] sebagai mencit 'pria'.
dan semakin geger-lah kelas ketika presentan selanjutnya (yang sudah ikutan ngetawain soal mencit pria) malah menyebut mencit dengan sebutan yang lebih sopan, yaitu 'mencit laki-laki')

saya    : lain kali aku bilang aja mencitnya 'gentleman', kalo betina kan 'ladies'. Atau enaknya disebut aja 'mencit bujangan',
teman  : *masih ngakak di ujung lain wa*

(dan disinilah kami memunculkan pemikiran yang sama dan sama-sama kami kirim bersamaan ke wa)

saya dan teman: kenapa gak mencitnya dibilang 'jomblo'??!!
*jiakakakakak*
teman   : terus kalo yang cewek ntar dibilang 'mencit perawan'
*dan kami ngakak dengan bahasa wa untuk yg kesekian kalinya*

saya     : jahat ya berarti mencit bujangan yang ngaku jomblo itu...
teman   : lhah?? kok bisa?
saya     : habisnya dia sering nyebabin MBA..!! ngalah-ngalahin duku!! (refer to dhiyan dan duku)
teman   : kata siapa dia bikin MBA?!! walopun gak ke KUA tapi dia lho nikah sirih! 
saya     : apa? sirih?! maksudmu sirihnya digabungin gitu?! er...
teman   : yang nikah sembunyi-sembunyi ituuu...  nikah sirih kan??
saya     : siriiiiiii...!!! f(-__-")


maka malam itu pun kami membuat kesimpulan bahwa manusia yang nikahnya nikah siri, maka tidak berbeda dari mencit...
jadi, bagi yang pada mau nikah, daripada kami samakan dengan mencit, nikahnya jangan nikah siri ya :D

sekian   10 μl 

Kamis, 26 April 2012

saos dan tesis


hari ini seorang teman saya (teman 1) datang ke kampus dengan cemberut,
semakin cemberut saat dia bertemu kakeknya (Kakek Budi, bukan nama sebenarnya) saat kuliah pagi,

maka tumpahlah smua uneg unegnya saat makan siang tiba:

teman 1: sebeeelll sama Kakek Budi..!! masak aku kena terus pas kuliah!! masak cuman aku yang diinget terus sepanjang kuliah! wes gitu aku disuruh mbuat tesis tentang saos!!

(ternyata ceritanya tadi di kuliah itu membahas tentang banyaknya zat-zat berbahaya yang ada di saos bakso, dan si teman 1 adalah seorang dietitian, jadi kena deh dianya :p)

saya     : ya kali aja itu tanda sayang Kakek Budi (disini saya dapat tatapan maut teman 1)
teman 2: iya tuh, sama dia juga pingin kamu dapet banyak pahala juga
teman 1: .... .... hah? kok bisa?
teman 2: ya kan kamu bisa nyelamatkan banyak orang ntar kalo tesismu dipublikasi
teman 1: lhah tapi aku bisa dihabisin dong sama pembuat saos
teman 3: (yang lumayan terkenal dengan kekejamannya) ya gakpapa lah, lebih baik mengorbankan satu orang sampe mati daripada membiarkan seribu orang mati...

*hening*

saya dan teman 2: setujuuuuu!!!
teman 1: ..... ..... (pasang wajah seperti berkata "piso mana piso?!")

dan meledaklah tawa kami di kantin tadi siang.

bahkan sesuatu tentang saos pun bisa jadi sumber ledakan tawa menjelang ujian siang ini XD

---------------------------------------
head image: bisnisukm.com

Rabu, 18 April 2012

namanya juga lupa...

setelah satu minggu penuh sejak tanggal 5-11 April saya nyaris ndak tidur gara-gara sibuk ngerjakan peer yang sebarek,
maka tanggal 12 April saya berencana dengan lega menghabiskan sehari penuh dengan refreshing se-refresh-refresh-nya!!
sebut saja: ngegame! download! tiduuuurrr!!! kelar saya lakukan!!

dan saya pun masuk kuliah pada tanggal 12 dengan senyum lebar masuk kelas karena merasa sudah selesai semua peernya:

saya    : (uwaaaa..siap kuliah aku siap aku siap aku siap!!) (mode spongebob)
teman1: (menuju teman 2) nih makalahku.. nitip dikumpulin ya..
teman2: oke deh.. beres..!

saya    : makalah apaan tuh?
teman2: makalah DKP ini..

saya    : oh... (dan saya pun duduk manis)
teman2: eh, satunya lagi sapa ya yg waktunya ngumpulkan hari ini?

saya    : lha? kamu tanya aku, aku tanya siapa? kan koord kuliah DKP dirimu...
teman2: iya ya... (buka catetan)

*beberapa saat kemudian*

teman2: eh wi...
saya    : ...? (sibuk ngunyah sarapan)

teman2: kamu yang harusnya ngumpulin skarang makalahnya...
saya    : (njatuhin makanan) .... ....

teman3: (ikutan nimbrung) wah iya tuh, nih catetannya kamu ngumpulin tgl12 nih..
teman2: (nyodorin cttn jadwal ngumpulin makalah)
saya    : (masi terdiam, trus liat catetan itu) ... ...

teman2: ... ...
teman3: ... ...
saya    : ... ... aku minggu depan aja ya...

teman2: WOI!! sak enak'e dewe!
saya    : (nyengir)

dalam hati saya beneran hati saya hancur, karena rencana saya tidur gak jadi terlaksana,
dan lebih patah hati lagi saat pada hari yang sama langsung ketiban tugas lagi yg dideadline Prof selesai hari tanggal 16,

maka saya pun ngebut ngerjakan tugas Prof duluan, karena berencana stelah tanggal 16 saya baru ngerjakan DKP,
tapi seperti dipermainkan takdir (halah) pada tanggal 16 saya digampar pake tambahan tugas dari dosen paling killer yang pernah saya kenal, yang harus selesai dalam 48 jam (tanggal 18 harus terkumpul),

maka kembalilah siklus insomnia menghantui saya,
udah janji mau ngerjakan review Bloody Monday ke Saa pula.... *nangis*

dengan modal nekat saya pun menggunakan waktu 48 jam yang masih tersisa (DKP dikumpul tanggal 18 juga) saya nekatpake insomnia mode saya ngerjakan tugas si dosen killer dan tugas DKP,
dan alhamdulillaaaaahhhh....
selesaaaaaAAAAAAiiiiiiiiii....!!!!! *sebar pompom*

hari ini, 18 April 2012, saya dengan penuh smangat masuk kelas sambil tersenyum lebar,

teman3: apaan sih senyum-senyum?
saya    : hehehehehe.. *gleaming eyes* aku udah selesai lhoo DKP-nyaaaaa *senyum lebar*

teman3: apaan sih? kan itu tugas yang harusnya minggu kemaren itu kan? baru selese sekarang? dan gitu itu pake bangga??
saya    : *jlueebbb* .... .... ....(tak mampu berkata-kata)

teman2: (baru datang) eh, teman-teman, kuliah DKP minggu ini gak ada, jadi mungkin makalahnya bisa diundur minggu depan ngumpulinnya...

saya    : WOOOOTTTT????!!!! PISO MANA PISO???!!!!

dan sekelas pun ngakak, kecuali saya *nangis*

Senin, 16 April 2012

sakit campak = dicampakkan

dikaruniai teman-teman yang ceplas ceplos itu anugerah buat saya,
kenapa?
karena saya bisa ngakak tiap hari, hahaha XD

salah satunya yang terjadi hari ini,
kami sedang kuliah Imunologi Infeksi saat dosen menanyai saya:

dosen   : kenapa ya kok sekarang ini seringkali banyak vaksinasi yang tidak berhasil?
saya     : bisa jadi karena banyak mutasi disana sini dokter, makanya seringkali tidak berhasil..
teman 1: iya masuk akal juga itu mutasi..
saya     : saya dulu sudah vaksinasi campak tapi tetep kena campak 2 kali dokter..
teman 2: wuih.. dua kali??!!
dosen   : mungkin strainnya beda tapi manifesnya sama
saya     : *mantuk mantuk*
teman 3: wah, jadi kamu di'campak'kan dua kali??

*heningtibatiba*

(dan meledaklah tawa di kelas kami, baik mahasiswa maupun dosennya, dan selama 15 menit berikutnya kami masih senyam-senyum menahan tawa gara-gara kata di'campak'kan tadi)


Sabtu, 07 April 2012

10 tanda sahabat yang baik


saya teringat pembicaraan saya dengan seorang teman saya beberapa waktu lalu,
dan ia berkata pada saya, "di dunia ini gak ada yang namanya sahabat sejati,"
saya tersenyum  dengar kata-kata itu,
dan baru-baru ini, ada juga yang bilang gini, "aku gak percaya sama yang namanya persahabatan,"
hei hei... segitunya banget sih orang-orang ini?

sahabat itu ada,
sahabat sejati itu ada,
orang yang pantas dijadikan sahabat itu ada,
seperti apa? ini nih beberapa tandanya:

1. dia mau mendengarkan dan memberi alternatif
kemampuan mendengarkan itu adalah anugerah, dakara, memiliki seseorang yang mau mendengarkan kita saat kita senang dan sedih, itu pun juga anugerah.

plus, tidak cuma mendengarkan saja, sahabat yang peduli akan ikutan mikir jalan keluar buat kita,
gak cuma jalan keluar saat sedih, tapi juga apa yang harus dilakukan saat gembira,
meskipun itu cuman duduk ngemper di kampus,

2. dia memberi tahu kita kalo ada yang gak beres dengan wajah kita
maksudnya gini, mereka mau memberi tahu kalo ada sisa makanan nempel di wajah kita,
atau kalo ada rambut yang njeprak aneh sendiri di kepala kita,
atau ada permen karet nempel di wajah kita (eh, gak mungkin ya?)
ini mereka lakukan biasanya sambil tersenyum geli kalo gak ngakak, sebagai tanda kepedulian mereka pada kita,

3. dia gak marah ataupun tersinggung saat kita bercandanya agak kelewatan
namanya juga sahabat, pasti pernah lah becanda sampe gak karuan,
kalo dua sahabat gak pernah becanda, itu artinya mereka bukan sahabat, tapi psikiater dan pasien, oke?
kata 'agak' itu penting, karena segala yang kelewatan itu gak bagus jadinya, dan kalo kita becandain sahabat sampe kelewatan, wah tega amat kau bro and sis?

4. dia mengarahkan kita ke arah yang benar
misalkan kita galau, dia bukannya ikutan galau ataupun melo,
misalkan kita disakiti, dia bukannya ikutan merasakan sakit kita sampe mendayu-dayu,
tapi dia membawa kita keluar dari jurang kegalauan dan kemeloan,
dia membantu kita berdiri menapaki hidup yang tidak sempurna,
beberapa melakukannya dengan cara yang halus,
sebagian lagi melakukannya dengan cara yang ekstrim,

(sperti sahabat-sahabat saya, yang justru ngojlog habis-habisan tiap kali saya galau. ekstrim tapi manjur! saya biasanya gak jadi galau kalo liat muka mereka)

5. dia melindungi kita
ndak perlu jadi pahlawan bertopeng bibibibibibib buat melindungi sahabat,
'melindungi' itu bisa macam-macam,
misalkan, minjemin payung pas hujan, dan sebagainya,
termasuk melindungi perasaan kita dengan caranya masing-masing,
karena pengertian melindungi ini luaaaaasss banget, saya yakin semua tau maksud saya dengan 'melindungi',
eh tapi ingat, bukan overprotektif dan bukan mbangun pagar disekeliling kita supaya tidak ada yang mendekat :p

6. tahu kapan harus meninggalkan kita sendirian
mereka tahu saat-saat dimana kita butuh orang lain, dan saat-saat dimana kita harus berdiri sendiri,
kenapa?
karena kita gak selamanya bakal ketemu mereka,
karena akan ada waktu dimana mereka tidak akan bisa ada disisi kita saat kita butuh,
maka, proses pendewasaan diri itu penting,

7. bisa membuat kita merasa lebih muda dari usia
sahabat yang baik adalah orang-orang yang membuat kita tersenyum, tertawa dan bersyukur,
karena tiga poin itulah, kita akan merasa jauh lebih muda daripada usia,
bukan cuman pas kita sama mereka, tapi bertahun-tahun setelahnya, saat bertemu lagi, pasti rasanya jadi bertahun-tahun lebih muda,
keajaibanLzi@ i i8-|apan #halah

8. dialah yang kita ingat dan mengingat kita saat menemukan ide konyol
ini tanda kita bisa menerima seseorang dengan seutuhnya,
karena ide konyol itu emang paling pas kalo direalisasikan bareng sahabat kita, karena mereka-lah yang biasanya paling tahu style kekonyolan kita,
kita pun biasanya tidak sungkan berbagi kekonyolan ini karena kita tahu bahwa mereka menerima kita dengan segala keanehan dan keunikan kita :p

9. jujur, walaupun itu menyakitkan
white lie adalah sesuatu yang biasa dijadikan tameng saat kenyataan tersembunyi sulit diungkapkan,
tapi, bagi sahabat yang baik, kenyataan adalah sesuatu yang harus disampaikan, meskipun itu menyakitkan,
dan dia pun akan siap dengan segala konsekuensi saat ia menyampaikannya,
kenapa?
karena segala hubungan yang diwarnai kebohongan tidak akan baik pada akhirnya,
sahabat yang jujur lebih berharga daripada sahabat yang manis, apalagi daripada sahabat yang pahit!!

10. .........................................
sengaja saya kosongi, karena ada banyak kriteria lain yang menunjukkan bahwa seseorang itu worthy dijadikan sahabat buat kita, dan ini bisa jadi berbeda bagi masing-masing orang,
silakan diisi sendiri :)


bagi saya, yang kesepuluh ini adalah mampu membuat kita rindu padanya,
karena itu artinya, dia memberikan sesuatu yang begitu berharga selama kita ada bersamanya,
kalo enggak, ngapain juga kita rindu mereka, ya nggak?

sahabat itu, bukan sesuatu yang kita bisa dicari, tapi sesuatu yang akan datang pada kita dengan sendirinya saat waktunya tepat,
kapan waktu yang tepat?
saat kita mampu menjadi sahabat bagi orang lain,
;j˨K?]0܏5$iv style="color: lime;"> i miss many people :')


NB: foto diatas adalah contoh kekonyolan yang saya lakukan bersama sahabat-sahabat saya saat praktikum di salah satu laboratorium, karena bosan, kita pun foto-foto pake selop itu. yang warna coklat kami sebut "burger buto" (burger raksasa)

Sabtu, 31 Maret 2012

rainbow on the last day


the picture is sucks alright,
i made it during the class so my focus was easily altered,

even so, i still want to read this down :p


'rainbow',
a somehow mighty word that represent lots of things,
and happens just after the rain clearing,
it has red, orange, yellow, green, cyan, blue, and purple,
it represents things that happen to me at the last day of March,


it is red,
the warmth embrace of everyone around,
settling the uneasy mind that was getting worse and worse,
and step by step, erasing the fear that was cultivating inside,
and healing the scar,

it is orange,
anger, i find it wells all the way,
feeling frustrated, betrayed and left behind,
why should it be me?
why me?

it is yellow,
feeling content, feeling like i have all the reason to be happy,
like i always say, i have ten reasons to be sad, but i have one hundred reason to be happy,
cheerful is still my image,
always,

it is green,
like a plant, i grow up,
listening to the beat of the earth, watching the flow of people, i learn,
still young, still small, but someday, i'd like to be a huge tree that protect my beloved one from wind,
i want to see everyone's smile

it is cyan,
a glittering sadness that bloom inside,
like an evaporated calmness that has been built, leaving a small density of color,
and a hollow vessel behind,
it's empty,

it is blue,
flowing like a wave of the sea,
lay back and savor every moment like it is my last one,
because, every moment is just simply meaningful,
so i'll keep it

it is purple,
alone, picking up some more shattered pieces dwelling inside,
a hope that one day i'll be able to make it all unite,
and erase my fear,
someday,


the last day of March,
a rainbow,

Kamis, 22 Maret 2012

Aku dan Anis


“wi, kamu dapet undian nomor 16 ya?”
“iya, nis, kenapa?”
“kita solmeett! Aku juga nomor 16,”
“oh yaaa?”

Itulah sepenggal pembicaraan saya dengan Anis, tanggal 10 September 2009,
Hari itu adalah hari pembagian kelompok koas (istilah kami: soulmate koas; koas = coass = coschap = dokter muda), dan saya beserta seluruh teman-teman yang baru saja yudisium sudah harap-harap cemas,
Why?
Karena solmet koas tidak cuma berlaku pada lab pertama saja, tapi juga seterusnya selama 2 tahun kita bakalan terikat satu sama lain di lab yang sama terus,

Solmet koas saya adalah Anis, teman saya dari Malaysia,
Saya pertama kali kenal dia saat kami sama-sama daftar ulang di FKUB, waktu itu sekitar bulan Agustus 2005,
Kami sempat ngobrol beberapa saat waktu itu dan saya (waktu itu) langsung menebak dia berasal dari Malaysia karena logatnya yang sangat berbeda dan kental sekali aksen Melayu-nya,
Selama empat tahun kuliah kami tidak pernah benar-benar berinteraksi satu sama lain, paling-paling hanya saling menyapa tiap kali bertemu di kampus, karena kami juga beda kelas,
Bahkan saat saya clerkship (observer di RS sebelum koas) kami juga tidak pernah sekelompok,
Plus, bahkan saat kita sudah “resmi” menjadi solmet dan menjalani Kepaniteraan Umum (Panum), kami juga tidak pernah sekelompok sama- sekali,

Semua berubah saat kami sama-sama masuk koas,
Waktu itu lab pertama kami adalah Lab Ilmu Penyakit Dalam alias IPD, yang terkenal karena KESANGARANNYA, hehehe…
Seakan belum cukup jackpot, kami berdua ketiban duren jaga di hari pertama pula,
Hahahaha, semalaman*kami nyaris ndak tidur lho (maklum koas hari pertama, masih fisiol dan serba takut, di IPD pula),
Saya masih ingat malam itu saya dan Anis sama-sama saling mbantuin satu sama lain, karena ruangan in charge kami sebelahan,
Saat saya ndak sibuk, saya ‘menjenguk’ Anis, dan sebaliknya,

Perjalanan kami di IPD pun berjalan cukup mulus, dan ikatan antara saya dan Anis sudah mulai terbentuk,
Kami juga sempat menjalani stase luar bersama Zanna (teman saya yang juga dari Malaysia) ke RSUD Wlingi selama seminggu,

Lepas IPD, kami berdua sempat berharap bakal memiliki soulgroup (beberapa pasang solmet yang tetep sama-sama terus labnya selama koas), tapi ternyata kami termasuk salah satu dari sedikit solmet koas yang tidak punya soulgroup,
Saya dan Anis terpisah dari teman-teman saya yang l`in dan nyangsang di Lab THT (Telinga Hidung Tenggorok), sedangkan delapan teman saya lain (yang sebelumnya sama-sama masuk IPD) masuk ke lab-lab lain,
Selama di THT, ada dua orang kakak kelas kami (keduanya solmetan) yang akrab banget satu sama lain satu sama lain, mereka tidak pernah menggunakan nama untuk memanggil solmetnya, melainkan saling memanggil dengan kata “solmet”,
Entah bagaimana saya dan Anis lama-lama ketularan,
Kami pun lama-lama lupa cara memanggil nama satu sama lain dan saling memanggil “solmet” :’)

Perjalanan kami pun berlanjut terus sebagai solmet koas tanpa soulgroup,
IPD-THT-Obgyn-Kulit-Mata-Neuro-Bedah-IKA-Psikiatri-EM-Radiologi-Forensik-PublicHealth-Anestesi-RehabMedik
Awalnya sih, saya merasa kesepian dan sedikit ngiri dengan teman-teman saya yang punya soulgroup, tapi lama kelamaan saya terbiasa share segala sesuatunya dengaan Anis,
Kami belajar saling melindungi dan saling membantu satu sama lain,
Maklum, kami kan cuman berdua diantara arus dunia koas *mulai deh lebai*

Anis itu,
Bisa dibilang rajin, bisa dibilang enggak, hehehe… tapi, kalau mood-nya sedang bagus, dijamin dia bisa jauh lebih rajin daripada saya, terbukti pas IPD dulu, dia bisa maju responsi jauh lebih awal daripada saya,
Anis juga tahu segala sisi dari diri saya,
Rajin malesnya, senang sedihnya, hal-hal yang membuat saya termotivasi maupun demotivasi, dan juga bagaimana caranya membuat saya yang sedih tertawa lagi,

Anis adalah yang ada di samping saya ketika saya kena sebuah masalah di salah satu Lab besar di RS (yang masih membuat saya super sensi kalau lab itu disebut),
Waktu itu saya dan seorang teman saya disalahkan atas kesalahan yang tidak kami lakukan, nilai kami diperosotin ke bawah dan akhirnya saya harus puas dengan nilai C+ (teman saya malah tidak diluluskan),
Waktu itu saya sedih sekali, marah sekali, tapi sebagai koas, saya tahu saya bukan siapa-siapa, dan apapun yang saya proteskan malah dapat semakin menjatuhkan saya,
Anis-lah yang ada di samping saya waktu itu,

Anis juga tahu bahwa saya bukan tipikal yang butuh nasehat mellow saat saya mellow,
Seringkali, dia malah melontarkan joke-joke yang membuat saya ketawa ngakak dan lupa bahwa saya tadinya sedang nyungsep nahan nangis, hahaha XD
Dia memberikan warna lain dalam kehidupan saya, approach yang dia berikan tu aneh tapi mengena di hati,

Seperti saat saya tidak jadi dengan orang yang terlanjur dekat dengan saya (sampe sudah saya kenalin ibu saya di rumah lhoo), saya sedih banget waktu itu, sampai lupa caranya senyum,
Anis dengan santainya bilang, “Ah, lebai kamu wi, cowok tu masih banyak. Ngapain juga kamu sedih gara-gara dia? Percuma itu! Percumaaaa..!!”
Dan, bukannya tambah sedih, saya malah ketawa,
Apa ya yang mbuat saya ketawa? Hmmm… saya juga ndak tahu apa yang bisa membuat saya ketawa dengar kata-katanya waktu itu,
Mungkin karena gesture Anis waktu itu meyakinkan banget jadinya saya tersentuh,
Atau mungkin karena Anis adalah satu-satunya orang yang berkata saya ‘lebai’,
Atau mungkin juga karena logat Anis sudah ketularan logat saya, hahahaha XD

Yupi, logat Anis semakin lama semakin mirip logat saya,
Bahkan, saat kami stase Public Health di Puskesmas Tump*ng, Kabupaten Malang, para perawat disana sempat bilang pada saya, “Mbak Anis itu, seandainya ndak bilang kalau dia orang Malaysia, pasti saya kirain orang Jawa, soalnya logatnya itu lho, sama kayak logat orang sini,”
Saya pun tertawa kecil mendengar hal tersebut,
Anis juga sudah fasih mengucapkan beberapa kata bahasa Jawa sederhana, seperti halnya “monggo,”, “nggih,” dan “maturnuwun,”, walaupun masih agak sedikit kaku kalau bilang “mboten,” (yang membuat saya, Rieza, Adrian dan Anang, yang sama-sama di Puskesmas yang sama, tersenyum ketika dengar),

Anis juga sering sekali telepon lamaaaaaaa banget dengan pacarnya di Malaysia sana, Hafizi namanya, sekarang ini calon suaminya :)
Naaaahhh, kalau pas telepon Hafizi ini nih, logat Malaysia-nya balik 100%, hahahaha XD
Saya pernah dikenalkan dengan Hafizi saat Hafizi main ke Indonesia, dan kami mengajak dia ke Puskesmas,
Jujur ya, menurut saya wajah Anis sama Hafizi itu mirip, cuman mungkin warna kulitnya aja yang agak beda, hehehe :D

Karena sering kemana-mana sama Anis, saya pun lama-lama bisa mengikuti bahasa Malay yang diucapkan Anis dan teman-teman saya yang lain dari Malaysia,
Walaupun saya masih tidak bisa mengucapkannya, tapi saya paham apa yang mereka bicarakan, termasuk yang dibicarakan Anis dengan Hafizi, hehehehe XD

Anis adalah pribadi yang easygoing, dan inilah yang BANYAK menular pada saya,
Semakin lama saya bersama Anis, semakin banyak sifat-sifatnya yang saya adopsi untuk menggantikan pribadi introvert saya,
Sedikit demi sedikit, saya belajar untuk menikmati kehidupan dan segala lika-liku di dalamnya,
Lewat solmet saya ini juga, saya belajar bahwa ada hal-hal yang harus kita khawatirkan, dan ada hal-hal yang harus kita biarkan terjadi dengan sendirinya,
Anis juga menunjukkan pada saya bahwa selalu ada alasan untuk tetap optimis dan tersenyum, walaupun mungkin besok adalah hari pembantaian *nah kan? lebai!*
Saya menjadi pribadi yang ekstrovert seperti sekarang, sedikit banyak (banyak sih sebenarnya) adalah karena saya setiap hari ter-ekspose dengan keberadaan Anis di samping saya,

Jadi, jika ada dua orang yang paling berpengaruh dalam merubah kepribadian saya, itu adalah Ibu saya dan Anis :’)

Ada saat-saat dimana Anis sedih, yaitu saat dia rindu keluarganya di Malaysia,
Beberapa kali dia bercerita pada saya, “Tadi malam aku telepon ibuku, dan aku nangiiiiiiissss…”
Wah kalau sudah seperti itu saya jadi bingung, karena saya tidak tahu apa yang harus saya katakan ke Anis,
Saya tinggal bersama orang tua saya dan setiap hari bertemu mereka, sedangkan Anis, tak hanya terpisah kota, ia juga tinggal di negara yang berbeda dari orang tuanya, sehingga saya selalu merasa bahwa apapun yang saya katakan tidak akan bisa menyamai perasaan Anis saat itu,
Jadi, setiap kali Anis sedih, saya berusaha sebaik saya menjadi pendengar yang baik dan balik melontarkan joke dengan harapan dia bisa tersenyum lagi,

Dua tahun, kami menjalani kehidupan koas kami bersama-sama,
Senang sedih banyak kami lalui sama-sama,
Patol fisiol pernah kami coba sama-sama juga (eh?)
Lapar kenyang juga sudah kami jalani sama-sama,
Kami memahami ritme masing-masing, saat Anis tidak bisa, disitulah saya dengan otomatis mengisi kekurangan tersebut, dan saat saya kolaps, Anis yang ada disitu menggantikan saya,
Ini saya rasakan banget ketika saya di Lab Neuro, juga saat internship di Lab Bedah, dan berlanjut ke lab-lab seterusnya,
Di mana ada Anis, hampir selalu disitulah saya ada, dengan nama panggilan ‘solmeeeettt!!’ satu sama lain, beberapa teman kami bahkan bilang kami adalah salah satu solmet paling mesra yang pernah ada, ahahahahahaha XD
Yah, maklum lah, karena tidak punya soulgroup, kami jadinya terbiasa berdua kemana-mana,

Saya masih ingat saat saya dan Anis nonton film horror (judulnya ‘Kairo’) saat kami sedang jaga di Lab Psiki,
Di sebelah kamko (kamar koas) kami adalah ruang isolasi untuk pasien yang gege (gaduh gelisah), dan si pasien tersebut memang seharian penuh teriak-teriak,
Kami pun tenggelam dalam film horror itu (maklum film horror dari Jepang itu suerem banget dan dibumbui misteri-misteri gitu), dan berkonsentrasi penuh di depan laptop Anis,

Dan tiba-tiba sang hantu muncul di layar,

Saya dan Anis pun teriak bersamaan (baca: screaming in all way possible),
Dan suasana Lab Psiki langsung hening seketika,
Kami pun berpandangan, “Ih solmet, knapa kamu teriak?!”
“Lha kamu juga teriak!”
“kamu kan teriak duluan!”
“enggak kok! Aku teriak karena kaget kamu teriak!”
“masa sih?! enggak ah!”
“iyaaa!!”
Dan kami pun tertawa ngakak bersama-sama,
Entah siapa yang teriak duluan dan mengapa kami teriak, entahlah, mungkin saya teriak kemudian Anis kaget, atau sebaliknya? Hahahahaha XD

Tapi satu hal penting yang kami sadari segera setelah teriak adalah: suasana di Psiki berlanjut hening,
Termasuk pasien gege tadi langsung diam dan tidak teriak-teriak lagi semalaman sampai pagi :p


Ada satu makna penting di penghujung dunia koas kami,
Yaitu saat wisuda, dimana tempat duduk kami diurutkan menurut IPK kami,
Seakan keajaiban, saya dan Anis duduk sebelahan karena IPK kami cuman beda 0.02,
Solmet kan? Hahahahaha.. solmet sejati banget!!!
Kami pun tertawa ngakak ketika sadar bahwa akhirnya kami masih juga bersama-sama hingga wisuda :’)

Saat Anis pulang ke Malaysia…. …. …. hehe, ah sedih ah yang itu, gak mau cerita!!
*mutung*

Beberapa hari lalu, Anis mengirimi saya message via Facebook, berkata bahwa dia dan Hafizi bakal segera menikah,
Wah, seneng sekali saya denger berita itu, alhamdulillaaahh akhirnya mereka nikah juga,
Saya berharap mudah-mudahan saya bisa datang, mau ngumpulin uang saku dulu, hehehehe :D

Intinya,
Saya bersyukur bertemu dengan Anis, dekat dengan Anis, menjalani waktu bersama Anis,
Saya tidak bisa membayangkan seperti apa jadinya saya (yang sering kena jackpot buruk selama koas) jika solmet saya bukan dia,
Karena tidak bisa saya pungkiri, bahwa saya survive di koas salah satunya adalah karena solmet saya adalah Anis,
Karena dia selalu ada di samping saya, terus menerus selama 2 tahun,
Karena dia ada, saya bisa tersenyum walaupun jadi koas kadang tidak mudah,
She made me smiled,
And she made me stronger,

Maafin saya ya Anis, kalo saya bukan solmet yang baik dan banyak bergantung sama kamu selama koas :’(
Maaf kalo kadang solmetmu ini egois dan suka moro-moro kebablasan tidur waktu jaga :p

Thanks, for being my friend, one of the best friends I’ve ever had,
Wish this bond will last forever :’)



Love you as always,
Your solmetkoas

NB: eeehh… kok panjang ya ternyata tulisan saya? f(-__-“)